hujan di siang hari

Suara hujan membangunkanku dari tidur siangku. Tidak biasanya aku tidur siang begini. Flu dan demam membuatku harus ijin untuk tidak masuk kantor hari ini. Akhirnya sejak pagi aku hanya berbaring di kasur saja. Sesekali keluar, mencari makan dan ke kamar mandi.

Sepi. Para penghuni kos yang lainnya tentunya sedang pergi bekerja. Hanya suara gemericik hujan yang menemaniku siang ini. Aku beranjak dari kasur, menarik kursi ke depan jendela kamarku, dan melemparkan pandangan keluar.

Hujan turun begitu derasnya, membasahi pekarangan rumah, menghilangkan dahaga tanaman-tanaman. Air hujan mengalir menuruni atap rumah di seberang, membentuk tirai air. Sepasang anak kecil, sepertinya baru pulang sekolah, berlarian menerobos hujan. Tangan diangkat ke atas sambil memegang tas, melindungi kepala mereka agar tidak kena hujan.

Sepi, tenang. Aku kembali terlelap, kali ini di atas kursi.

Bandung, 30 September.

About these ads

6 comments on “hujan di siang hari

  1. cheby shevy says:

    kamu kerja dimana mar? :p

  2. adel says:

    mimpi di dalam mimpi

  3. Johan says:

    prosa nggawe dewe mar?

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s