A lesson about women #002 wanita itu senang diperjuangkan

Perjuangan seorang pria untuk mendapatkan wanita, adalah bukti bahwa pria itu serius ingin mendapatkan sang wanita. Bukti keseriusan itulah yang dibutuhkan wanita, yang dapat membuat wanita klepek-klepek kepada pria. Tapi apa semua perjuangan itu akan membuat sang wanita jatuh ke pelukan pria? Tergantung cara pria memperjuangkannya.

“Asal jangan annoying”

Itu  keluhan-keluhan beberapa teman wanita saya tentang pria-pria yang pedekate ke mereka. Intinya buat wanita merasa nyaman dulu. Kalo ga bisa jangan harap sang wanita mau suka, bahkan ngobrol bareng dengan si pria. Haha.

Dalam perjuangan si pria untuk mendapatkan sang wanita ada kalanya semangat sekali, begitu menggebu, tapi ada kalanya ingin menyerah menghadapi aral rintangan yang tampaknya tak berujung. Layakmnya sinyal sinusoidal, kadang perasaan itu ada di atas, kadang ada di bawah. Rasa jenuh, cape, suntuk, dsb serta kesibukan lainnya, membuat pria ingin berucap.

“Maaf, untuk sementara saya ingin fokus ke kesibukan saya, setelah itu baru mengejar kamu lagi”

atau

“Okelah, silakan kamu dengan pria itu dulu”

Ini kesalahan besar! Mungkin si pria bermaksud pause dulu, lalu mengejar sang wanita lagi. Tapi apa sang wanita dapat menangkap maksud kita itu? Mereka pasti akan menganggap si pria sudah menyerah. Lebih parahnya kalo mereka menganggap cuma segitu kemampuan si pria.

“Wanita itu tidak perlu mengetahui kelabilan pria dalam mengejar dirinya”

Ini kata yang diucapkan salah satu sahabat wanita saya. Biarkan sang wanita terbuai dalam perjuangan keras si pria. Jangan biarkan sang wanita menyadari momen-momen di mana si pria sedang kurang memperjuangkan. Kecuali si pria memang sudah mantap menyerah.

Advertisements

Kecelakaan di Pagi Hari

 

Ceritanya saya lagi ngantar adik berangkat sekolah. Adik saya turun di lapangan tegallega. Lalu saya melanjutkan perjalanan menuju kampus. Melalui rute biasanya.

Kecelakaan ini terjadi di Jalan Gardujati. Setelah lampu merah, saya dan beberapa motor lainnya dengan segera memacu motor kami. Si Satria FU dengan segera melesat lebih cepat dari saya (sial, kalah cepet). Tapi secara tidak disangka-sangka, di depan sebuah hotel, seorang satpam sambil memegang rambu-rambu STOP turun ke tengah jalan menyebrangkan beberapa orang.

Saya kaget, si Satria FU juga kaget. Namun karena posisi saya di tengah jalan, saya gak buru-buru mengerem, pikir saya ngeles ke kanan juga bisa. Berbeda dengan si Satria FU, dia ngebut di kiri jalan, yang lebih dekat posisinya dengan para penyebrang jalan itu. Satria FU segera mengerem motornya, tapi mungkin karena mendadak, dia selip, dan terpeleset, jatuh ke aspal. Ewwww. Pasti sakit.

Saya lihat beberapa orang di pinggir jalan segera membantu si Satria FU, jadi saya putuskan untuk meneruskan perjalanan saja. Gak mau bikin jalanan macet karena menonton kejadian itu. Soalnya saya suka kesal dengan pengendara-pengendara yang penasaran dengan suatu kejadian dan melambat-lambatkan jalannya. Ga bisa liat 1-2 detik aja apa ya, trus jalan lagi, banyak yang mau pake ni jalan nih. Wew, jadi curhat.

Kalo saya analisis, penyebab kecelakaan ini dapat disebabkan karena hal-hal berikut:

  1. Satpam yang sembarangan turun ke jalan untuk menyebrang jalan. Seharusnya penyebrang jalan itu melihat ke kanan dan ke kiri dulu sebelum menyebrang, memastikan memang kondisi aman untuk menyebrang. Tapi mungkin karena bapak satpam ini merasa memegang rambu-rambu stop, sehingga merasa semua kendaraan akan berhenti ketika dia menyebrang (wah sentimen ini).
  2. Kondisi motor Satria FU yang kurang fit. Ban yang sudah licin sehingga mudah selip, atau rem motor yang bermasalah. Seharusnya si pengendara yang lebih mengerti kondisi motornya. Dan jangan ngebut melewati batas yang bisa dia kontrol (untuk mengerem, ngeles, berbelok, dan lainnya).

Lokasi kejadian di Jalan Gardujati ditandai dengan panah hijau

Saya atau Aku?

 

Kadang saat menulis, secara tidak sadar menggunakan kata ganti orang pertama aku, karena sehari-hari lebih sering menggunakan aku untuk menyebut diri sendiri. Tetapi kadang secara tidak sadar pula, walaupun di awal tulisan sudah menggunakan aku, di akhir-akhir tulisan berganti menjadi saya. Ketika kata saya ini diganti menjadi aku, bahasanya menjadi aneh. Kata sebutan saya lebih bersifat formal dibanding aku yang lebih menyatakan keakraban.

Agar tidak ambigu dalam membacanya harus segera diputuskan apa menggunakan aku atau saya.

Razia Kendaraan Bermotor Subuh-Subuh

 

Pagi tadi aku bangun jam 3 pagi. Karena disuruh anter adek sekolah, aku jadi harus pulang ke rumah. Setelah beberes barang-barang, jam 3:30 aku keluar dari kontrakan temen menuju rumah.

Jalanan yang sepi membuat hati tergoda untuk ngebut-ngebut, hehe. Tapi alangkah kagetnya waktu aku berbelok dari Jalan Suniaraja menuju Jalan Otto Iskandardinata (jalanan depan pasar baru) ternyata ada razia polisi. Untung ga nabrak pak polisi karena nikung dengan kecepatan tinggi.

Heran aja, baru kali ini nemuin ada razia jam segini. Ini jumat subuh lagi. Kalo Minggu subuh wajar, banyak kendaraan lalu lalang yang baru pulang dari diskotik, klub malam, dsb. Pantesan sepanjang Jalan Suniaraja tadi gak ngeliat ada PSK mangkal di pinggir jalan, haha.

Dan seperti biasa, aku gak di stop untuk diperiksa surat-suratnya. Mungkin karena motor terlihat normal dengan spion lengkap. Helm full face. Gak terlihat bisa ditilang. Setelah melewati kerumunan polisi itu aku kebut lagi motor, memecah angin. Ternyata tidak jauh dari lokasi razia polisi, masih di Jalan Otto Iskandardinata, ada PSK-PSK yang mangkal di pinggir jalan. (ooo, mereka pindah ke sini, haha)

Lokasi tikungan dalam cerita ditandai dengan panah hijau

My #01 Bike Accident

 

Kecelakaan pertama ini aku alami waktu masih duduk di bangku SD. Bukan sepeda motor, tapi sepeda biasa. Konyol emang, tapi kalau dilihat dari luka-lukanya itu termasuk kecelakaan yang parah.

Gini ceritanya. Suatu siang, sepulang sekolah, aku berniat maen ke rumah teman yang agak jauh, jadi harus ditempuh dengan sepeda biar ga capek. Kata tanteku aku jangan pergi dulu, tunggu ibuku pulang. Yaah, kelamaan klo nunggu ibu pulang. Udah keburu pengen maen nih.

Akhirnya aku nekat pergi, ambil sepeda, keluar rumah, dan cepat-cepat mengayuhnya. Jalanan kampung yang lebar itu masih sepi. Aku bermain-main dengan gerakan sepedaku layaknya mobil yang sedang slalom (gerakan membentuk huruf S, berkelok-kelok). Karena aku menggerakkan sepeda dengan cepatnya, aku gak sadar kalau jalanan di depanku itu banyak pasirnya. Akhirnya sepedaku terpeleset, dan aku terjatuh di tengah jalan itu.

Entah aku sempat pingsan atau enggak, waktu aku membuka mata aku melihat ada mobil yang mendekat ke arahku, mau lewat. Mukaku terasa perih, tangan dan kaki pun perih. Ternyata badanku dan mukaku penuh luka. Aku mencari-cari di mana sepedaku, ternyata ada di belakangku, tidak jauh dari lokasi pasir-pasir itu. Aku terperosok jauh ke depan ternyata. Aku segera bangun, mengambil sepedaku dan pergi ke pinggir jalan agar mobil itu bisa lewat.

Saat mobil itu sudah mendekatiku, mobil itu memperlambat gerakannya. Dalam hati “wah, mereka mau nolongin aku nih.” Tapi ternyata mobil itu masuk ke garasi rumah di dekat lokasi kecelakaanku. Makanya jangan kegeeran dulu mau ditolongin, haha. Tapi ternyata penghuni rumah itu keluar kok, mendatangiku. Melihat aku penuh luka, mereka membawaku ke rumah di sebelahnya yang ternyata rumah praktek bidan. Kebetulan, pasti di situ banyak obat-obatan.

Aku ditanya nomer telpon rumah, dan tanteku ditelpon untuk dateng ke situ. Untung lokasinya masih belum jauh dari rumah. Tanteku dateng dengan segera. Luka-lukaku debersihkan dan diperban. Resmi mukaku, lutut, telapak tangan dan punggung tangan penuh perban. Dan aku libur beberapa hari dari sekolah.

LESSON LEARNED

Hati-hati dengan kondisi jalan yang kamu lewati, jalanan yang berpasir, atau jalanan yang basah bisa menyebabkan kendaraan terpeleset.

Kokology

 

Iseng-iseng ngebuka notes-notes lama yanga ada di Facebook, dan menemukan notes pertamaku hasil personality test. Kokology test kalo kata orang. Ini linknya untuk yang berminat mencoba http://www.quizbox.com/personality/test82.aspx

Ini hasil kokology test saya 2 tahun yang lalu

Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You like serious, smart and determined people. You don’t judge a book by its cover, so good-looking people aren’t necessarily your style. This makes you an attractive person in many people’s eyes.

Your readiness to commit to a relationship:
You prefer to get to know a person very well before deciding whether you will commit to the relationship.

The seriousness of your love:
Your have very sensible tactics when approaching the opposite sex. In many ways people find your straightforwardness attractive, so you will find yourself with plenty of dates.

Your views on education
You may not like to study but you have many practical ideas. You listen to your own instincts and tend to follow your heart, so you will probably end up with an unusual job.

The right job for you:
You have plenty of dream jobs but have little chance of doing any of them if you don’t focus on something in particular. You need to choose something and go for it to be happy and achieve success.

How do you view success:
You are afraid of failure and scared to have a go at the career you would like to have in case you don’t succeed. Don’t give up when you haven’t yet even started! Be courageous.

What are you most afraid of:
You are afraid of having no one to rely on in times of trouble. You don’t ever want to be unable to take care of yourself. Independence is important to you.

Who is your true self:
You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.

Dan ini hasil tes yang baru aja aku ambil. Penasaran apa ada perubahan ato gak dalam 2 tahun ini. Continue reading

Iseng-iseng johari window

 

Iseng-iseng ngikut doni dan bewe bikin johari window

Buat yang merasa kenal saya, dan mau isi, silakan menuju link ini johari window

dan inilah hasilnya

Arena

(known to self and others)

calm, cheerful, complex, loving, observant

Blind Spot

(known only to others)

accepting, bold, brave, caring, clever, confident, extroverted, friendly, happy, intelligent, introverted, kind, knowledgeable, logical, quiet, relaxed, searching, sensible, sentimental, spontaneous, trustworthy, wise

Façade

(known only to self)

patient

Unknown

(known to nobody)

able, adaptable, dependable, dignified, energetic, giving, helpful, idealistic, independent, ingenious, mature, modest, nervous, organised, powerful, proud, reflective, religious, responsive, self-assertive, self-conscious, shy, silly, sympathetic, tense, warm, witty

All Percentages

able (0%) accepting (14%) adaptable (0%) bold (14%) brave (14%) calm (28%) caring (14%) cheerful (28%) clever (14%) complex (14%) confident (28%) dependable (0%) dignified (0%) energetic (0%) extroverted (14%) friendly (42%) giving (0%) happy (28%) helpful (0%) idealistic (0%) independent (0%) ingenious (0%) intelligent (14%) introverted (14%) kind (28%) knowledgeable (28%) logical (28%) loving (14%) mature (0%) modest (0%) nervous (0%) observant (14%) organised (0%) patient (0%) powerful (0%) proud (0%) quiet (14%) reflective (0%) relaxed (42%) religious (0%) responsive (0%) searching (28%) self-assertive (0%) self-conscious (0%) sensible (14%) sentimental (14%) shy (0%) silly (0%) spontaneous (14%) sympathetic (0%) tense (0%) trustworthy (14%) warm (0%) wise (14%) witty (0%)

Created by the Interactive Johari Window on 10.5.2011, using data from 7 respondents.
You can make your own Johari Window, or view marutheslayer’s full data.