Rp 10,- hilang tiap isi bensin Rp 10.000,-

 

Sebagai mahasiswa yang sehari-harinya bepergian dengan menggunakan motor, aku lebih memilih mengisi bensin menggunakan premium dibanding pertamax. Selain harganya yang lebih murah, juga karena harganya yang stabil Rp 4.500,-/liter, akibat subsidi pemerintah.

Aku selalu mengisi premium sebanyak Rp 10.000,- agar sekalian terisi banyak (kecuali saat kantong kering, cuma isi Rp 5.000,-). Meteran pada SPBU sudah diprogram, untuk Rp 10.000,- premium yang dikeluarkan sebanyak 2.22 liter. Akurasi hanya sampai 2 angka di belakang koma.

Hal ini membuatku berpikir,

\frac{Rp 10.000,-}{Rp 4.500,-}.1 liter = 2\frac{2}{9} liter.

2\frac{2}{9} liter \not= 2.22 liter.

Lalu kemana perginya 0.0022222222222222222222222222222 (dan seterusnya) literku?
Gak pernah keluar dari spbu mungkin.

\frac{0.0022222 . . .}{2.2222222 . . .} = \frac{1}{1000}

Jadi tiap Rp 10.000,- yang aku keluarkan untuk mengisi premium, aku menyumbang kelebihan \frac{Rp 10.000,-}{1000} = Rp 10,- untuk keuntungan berih SPBU

updated 11 mei 2011

Kmaren saya mencoba menjalankan ide iwan untuk membeli premium sebesar Rp 12.000,-. Tapi ternyata meteran menunjukkan angka 2.66 liter. Oh tidak, saya rugi 0.006666 . . . liter, alias Rp 30,- 😦

Advertisements

One comment on “Rp 10,- hilang tiap isi bensin Rp 10.000,-

  1. […] teman saya, tiap membeli bensin sebesar sepuluh ribu rupiah akan mengakibatkan kita mengalami kerugian karena […]

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s