Pengendara Kendaraan Bermotor Kota Bandung Awas Ditilang

Per 1 Juli, Pelanggar Stop Line Ditilang

Saturday, 25 June 2011
 

https://i0.wp.com/www.indiandrivingschools.com/images/stopline.jpg

BANDUNG– Satlantas Polrestabes Bandung akan menindak pelanggaran pengendara kendaraan bermotor yang berhenti melewati garis perlintasan (stop line) di jalan raya per 1 Juli 2011.

Selama ini pelanggar tersebut memang belum pernah ditindak. Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Sambodo Purnomo mengatakan, pelanggaran tersebut harus dikenai sanksi karena dianggap bisa membahayakan pengguna jalan lainnya.“Ke depannya, setelah tanggal 1 Juli mendatang kami akan menindak tegas pelanggaran stop line di persimpangan,” kata Sambodo di ruang kerjanya,kemarin.Hal tersebut dilakukan untuk melindungi pengguna jalan lainnya dari kecelakaan yang mungkin terjadi. Selain itu, lanjut Sambodo,Kota Bandung sebagai salah satu destinasi tujuan wisata yang mengharuskan setiap warganya untuk tertib di jalan. Selama ini pelanggaran di stop linecukup mencolok.

Dia menjelaskan,selama ini pelanggaran yang kerap di kawasan persimpangan Jalan Cicadas- Jakarta, lalu persimpangan Jalan Kiaracondong- Soekarno-Hatta, persimpangan Jalan Buahbatu-Soekarno- Hatta,dan persimpangan Jalan Soekarno Hatta-Pasirkoja.

Pasca pemberlakuan kebijakan baru tersebut,Sambodo melarang anggotanya menyuruh maju para pengguna jalan, khususnya sepeda motor untuk melewati stop line,sekalipun alasannya untuk mempercepat, mengatur,atau mengurai kepadatan lalu lintas. Satlantas Polrestabes Bandung sebelumnya dengan dinas terkait akan melakukan pengecatan ulang garis stop line,terlebih yang dianggap krusial atau rawan.

“Pelanggaran stop linetelah tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada Pasal 287 ayat 1,”jelas Sambodo. Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa setiap orangyangmengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat 4 huruf a, atau marka jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat 4 hurufb, dipidana dengan pidana kurunganpalinglamaduabulan atau denda paling banyak Rp500.000. irvan christianto

sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/408256/

Sekedar ingin berbagi informasi saja dengan rider-rider lain. Mobil jarang sih yang melanggar stop line, tapi motor banyak, termasuk saya. Padahal dulunya saya pengguna jalan yang taat rambu lalu-lintas, entah sejak kapan saya jadi ikut-ikut melanggar stop-line. Tapi saya ingat alasannya. Karena ketika lampu lalu-lintas berubah menjadi hijau. Kendaraan-kendaraan responnya lambat untuk langsung bergerak. Wajarlah kalau mobil, karena berat untuk tarikan awalnya, tapi motor-motor lelet itu sungguh mengganggu. Oleh karena itu saya berusaha berada di garis terdepan di persimpangan jalan. Kalau dalam motoGP mencari pole position, first row at least.

Kembali ke topik aturan ini. Seperti yang sudah tercantum di undang-undang, aturan ini sebenarnya sudah lama. Tapi sampai sekarang banyak yang melanggar. Dua hal yang menjadi penyebabnya menurut saya. Pertama, kurangnya sosialisasi aturan ini. Kedua, setelah aturan dibuat kurang ada pengawasan pada berjalannya aturan ini. Sanksi sudah ada padahal, cuma yang menindak belum jalan. Saya mendukung penegasan aturan ini, karena memang aturan ini tujuannya demi ketertiban jalan. Semoga penegasan aturan ini gak rame di awal aja, tapi bisa berjalan seterusnya.

Repost berita ini lewat blog saya juga bagian sosialisasi, siapa tau ada fans blog saya yang tidak membaca berita di seputar indonesia atau lain-lain, hoho.

Advertisements

Rider yang Berpengaruh dalam Karir Rider Saya

Saya mulai aktif mengendarai motor sejak 2005. Waktu SMA saya masih belum bisa naek motor. Damn. Malu-maluin cowok ga bisa naek motor, haha. Waktu 2005 itu saya masih pake motor om saya, motor teman saya. Namanya baru belajar, pasti ada gurunya. Saya punya 3 orang guru, yang mempengaruhi bagaimana saya mengendarai motor saat ini.

Pertama, arif.

Arif ini teman saya di FK. Kalau pulang kuliah, lalu mau maen ke game center bersama teman-teman yang laen, biasanya saya membonceng ke arif ini. Kadang saya yang disuruh nyetir Jupiter Z nya, karena dia mau ngerokok, jadi males nyetir. Arif ini tukang kebut lah, jadi dari arif ini lah saya belajar how to properly and correctly speeding. Arif juga yang menginspirasi saya untuk mengikuti jejaknya menggunakan helm full face INK.

Katanya, “Aku beberapa kali kecelakaan, tapi masih hidup tuh sampe sekarang.”

Haha, pernyataan yang ekstrim. Tapi karena ada saksi hidup, saya yakin aja sama kekuatan helm itu.

Kedua, olis.

Olis ini teman SMA saya, sekaligus teman FK juga sih. Cewek. Dia termasuk cewek yang hobi ngebut juga, tapi bukan ngebut sih yang saya pelajari dari dia. Lagi-lagi saya belajar karena saya sering berboncengan dengan suzuki smash nya. Dua hal yang selalu olis ingetin ke aku. Pertama, kalau lewat polisi tidur ngerem lah. Kedua, kalau oper gigi yang halus, jangan kasar bunyinya. Sayangnya yang pesan pertama masih sering saya langgar, haha. Jadi, dari olis saya belajar how to ride smoothly.

Ketiga, valentino rossi.

Yup, pembalap veteran ini, meskipun saya gak kenal, tapi menginspirasi saya. Gak ada pembalap lain yang se-amazing rossi. Walaupun sekarang jarang menang, tapi tetap rossi favorit saya. Kalau motoGP gak ada rossi itu minat menonton menjadi turun. Apa yang menarik dari rossi? Rossi itu bisa menyalip di tikungan, cara dia berbelok itu keren. Itulah yang saya tiru, how i make a turn. Berbelok tanpa ngerem, menaikkan kecepatan saat berbelok, mengoper gigi ketika menikung, dan lain sebagainya.

O ya, kalau berbelok, saya selalu memiringkan motor dan melebarkan kaki keluar, untuk menyeimbangkan motor. Kira-kira seperti ini

when a man cries

 

Saya pernah dengar suatu kutipan, lupa dari mana

when a woman cries because of men, it is not uncommon, but when men cry because of women, that’s true love

Jadi, sungguh beruntung wanita tersebut. Karena cinta pria tersebut begitu besarnya sampai bisa menangis. Dan sungguh bodoh wanita yang meninggalkan pria seperti itu. Ato mungkin ga bodoh juga sih, soalnya wanita tersebut nemuin pria yang bisa nangis lebih keras ternyata, haha.

Itu interpretasi saya dulu, tapi ketika saya lepaskan kacamata saya, membuka mata lebih lebar, lalu pinjem kacamata teman, ternyata saya mendapat interpretasi yang lain.

Sungguh beruntung pria tersebut. Karena bisa menemukan cinta sejatinya. Yang perlu dilakukannya tinggal mempertahankannya. Go fight for your love buddy!!!

Kedokteran ITB

 

Alkisah, saat masa-masa SMA dulu, saat sesi pelajaran Bimbingan Kounseling, ibu guru menanyakan kepada kami

“Setalah SMA ini, kalian mau lanjut kuliah di mana?” Tanya bu guru.

Kebanyakan jawaban dari teman-teman saya adalah kedokteran. Dan kalaupun bukan kedokteran, pasti jurusan teknik di ITB. Saat itu saya hanyalah siswa SMA yang hanya tau belajar untuk ulangan, dan maen game sepulang sekolah. Gak ada dalam pikiran saya setelah lulus SMA ini mau ngapain. Hanya seorang anak kecil yang hidup dan menikmati masa kini saja. Akhirnya tibalah giliran saya menjawab pertanyaan itu.

“Kamu mar? Mau kuliah di mana?” Tanya bu guru.

Spontan saya menjawab, “Kedokteran ITB bu!”

Seisi kelas, “hahahahahahaha.”

Hey, kenapa mereka mentertawakan pilihanku? Apa salahnya memilih Kedokteran ITB? Kedokteran yang sedang booming, seakan-akan menjadi jurusan favorit, dan ITB sebagai kampus favorit. Wajar kan kalau saya mau melanjutkan kuliah di jurusan terbaik dan kampus terbaik. Apa mereka meremehkanku untuk bisa masuk ke sana? Pikiran-pikiran ini hanya kusimpan dalam hati saja.

Akhirnya, ketika di tahun 2005 saya mengikuti bimbingan intensif untuk SPMB pertama saya di Bandung, pertanyaan atas kejadian tersebut terjawab. Ternyata tidak ada jurusan Kedokteran di ITB :O sial!! Pantas mereka tertawa ngakak saat itu. Saya jadi ikut tertawa, menertawakan kebodohan saya saat itu.

Saya mengambil tes IPC untuk SPMB, memperbanyak opsi. Awalnya pil 1 Kedokteran Unpad, pil 2 Ilmu Komputer Brawijaya, dan pil 3 Akuntansi Brawijaya. Tapi di hari pengumpulan berkas pendaftaran SPMB, saya termakan oleh rayuan ayah saya untuk mengganti pil 2 menjadi Kedokteran Brawijaya. (Saat itu passing grade Kedokteran Unpad dan Kedokteran Brawijaya hanya beda tipis 1%, membuat kesempatan saya masuk Kedokteran Brawijaya hanya 1%).

Kalo udah jodoh ga akan kemana. Di hari pengumuman SPMB 2005, ternyata saya nyangkut juga di pilihan ke-2. Kedokteran Brawijaya i’m coming!!! Gak ding, ga sesemangat itu juga saya masuk ke sana. Haha.

Ternyata kehidupan sebagai mahasiswa kedokteran tidak semenyenangkan yang saya kira. Saya mulai berontak untuk keluar. Akhirnya saya diizinkan untuk mengikuti SPMB lagi di tahun 2006. Kali ini saya pikirkan matang-matang pilihan SPMB saya. Satu-satunya jurusan yang saya minati saat itu adalah Informatika ITB (di pilihan SPMB tergabung di STEI ITB), karena itu juga saya mengambil opsi tes IPA saja. Karena saat ini saya mengikuti SPMB di malang, dan pilihan harus ada min 1 di regional yang sama, saya mengambil pil 1 STEI ITB, dan pil 2 Teknik Elektro Brawijaya. Kenapa pil 2 bukan Informatika ITS? simpel, karena surabaya panas, haha.

Tapi ternyata keberuntungan berkata lain. Saya hanya tersangkut di pilihan kedua, Teknik Elektro Brawijaya. Atau mungkin bukan salah keberuntungan, tapi kemampuan. Saya dihadapkan pada 3 pilihan saat ini.

  1. Terus berkuliah di Kedokteran Brawijaya, dan tahun depan ikut SPMB lagi
  2. Berpindah jurusan ke Teknik Elektro Brawijaya, bisa ikut SPMB lagi, bisa juga tidak
  3. Berhenti dari Kedokteran Brawijaya, tidak mengambil Teknik Elektro Brawijaya, dan SPMB lagi

Karena saat itu saya sudah tidak betah dengan kedokteran, opsi 1 lewattttt. Kalau saya ambil opsi 2, dan ikut SPMB lagi, ah, ini bakal buang-buang uang masuk kuliah aja. Kalau saya ambil opsi 2 dan tidak SPMB lagi, rasanya seperti ada ganjalan di hati saya “keluar dari kedokteran dan cuma bisa dapet Elektro Brawijaya” seperti turun level. Apalagi setelah saya mendapat nasehat dari seorang teman di kedokteran.

“Jangan diambil mar elektro brawijayanya, sayang itu buat kamu.” Kata Ifat.

Dia bukan teman dekatku, tapi karena bukan teman dekatku itulah yang membuat nasehat ini lebih berarti. Dia yang tidak terlalu mengenalku saja bisa bilang begitu. (Mungkin yang mengucapkan ini sudah lupa, haha). Akhirnya saya makin mantap untuk mengambil opsi 3. Beruntung orangtua saya menyetujuinya. Banyak orang mungkin menganggap saya gila, meninggalkan kedokteran, dan tidak memiliki apa-apa. Tapi saya sudah memikirkan dan mengerti apa yang harus saya lakukan.

Di tahun 2006 saya menetapkan kaki di Bandung, meninggalkan Kota Malang tercinta, untuk mengambil bimbingan belajar selama 1 tahun. Fokus untuk menaikkan nilai-nilai yang kurang demi Informatika, eh STEI ITB.

Akhirnya tibalah saat SPMB 2007, SPMB ketiga (terakhir) saya. Karena ini terakhir, saya harus memikirkan dengan serius pilihan saya. Pil 1 tetap STEI ITB, dan pil 2 FMIPA ITB (saya mengincar jurusan Matematika). Perjuangan saya di SPMB 2007 ini, sampai-sampai banyak yang harus ditumbalkan (seperti di cerita saya sebelumnya), ternyata tidak sia-sia. SPMB 2007, akhirnya saya lolos juga ke STEI ITB  Yes!!!! (mungkin orang-orang yang menganggap saya gila dulu sekarang mencabut kata-katanya)

Setelah dipikir-pikir, omongan saya waktu SMA menjadi kenyataan juga. Saya memang akhirnya berkuliah di Kedokteran Brawijaya dan STEI ITB, jika disingkat menjadi Kedokteran ITB. Hahaha.

A poetry from william to jocelyn

 

Masih diambil dari salah satu film favorit saya

A Knigth’s Tale (2001)

Director: Brian Helgeland

Writer: Brian Helgeland

Stars:  Heath Ledger as William Thatcher, and Shannyn Sossamon as Jocelyn

My dearest Jocelyn
It is strange to think
I have not seen you in a month
I have seen the new moon, but not you
I have seen sunsets and sunrises, but nothing of your beautiful face

The pieces of my broken heart can pass through the eye of a needle
I miss you like the sun misses the flower
Like the sun misses the flower in the depths of winter
Instead of beauty to direct its light to
The heart hardens like the frozen world your absence has sent me to

Hope guides me
It gets me through the day and especially the night
The hope that after you leave my sight
It will not be the last time I look upon you

With all the love I possess
I remain yours
The knight of your heart

Hmm, kapan ya bisa bikin puisi. Kayaknya perlu mencari banyak inspirasi. Mesti baca-baca kumpulan puisi kahlil gibran lagi.

Tumbal untuk lulus SPMB tahun 2007

 

Iseng-iseng buka profil Friendster. Denger-denger Friendster udah ditutup sejak 31-05-2011, tapi kenapa profil saya masih ada, dan masih bisa log-in lagi. Hmm, lalu saya iseng bernostalgia dengan testimonial di friendster. Banyaknya ucapan selamat atas kelulusan SPMB (sekarang namanya SeNaM PeTaNi) mebuat saya teringat masa-mas itu, dan ingin berbagi cerita.

Pada tahun 2006 saya mengikuti SPMB di Malang dengan pilihan pertama STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB). Tapi ternyata kemampuan saya saat itu cuma bisa nyangkut di pilihan kedua, Teknik Elektro Universitas Brawijaya. Namun atas saran beberapa teman, dan karena sebenernya keinginan saya itu cuma STEI ITB, kesempatan kuliah di Teknik Elektro UB tidak saya ambil. Opsi untuk kuliah dulu 1 tahun di sana, dan ikut SPMB berikutnya di tahun 2007 tidak saya ambil.Saya memilih pergi meninggalkan kota Malang, menuju Bandung, dan mengambil bimbingan belajar untuk SPMB selama 1 tahun di Bandung. Sudah mulai bermental ITB, kalau tahun ini gak lolos, bisa Ikut Tahun Berikutnya (ITB) haha.

Masa-masa bimbel di Bandung cukup menyenangkan. Jangka waktu 1 tahun membuat para peserta bimbel menjadi lebih akrab (bahkan sampai sekarang kami masih berteman dekat). Bahkan akrab pula dengan guru-guru di sana. Bener-benar environment yang cocok untukku.

5 minggu menuju SPMB

Kira-kira 5 minggu sebelum SPMB saya sempet bermain-main ke ciwidey. Mungkin karena terlalu lelah (bolak-balik soreang-bandung-ciwidey-bandung-soreang dalam sehari) daya tahan tubuh saya menurun. Keadaan semakin parah karena apapun yang saya makan saya muntahkan lagi, bahkan minum air pun juga muntah. Setelah periksa darah, ternyata saya positif kena DB (Demam Berdarah). Malam itu juga saya harus dilarikan ke Rumah Sakit karena trombosit yang sudah cukup kecil.

Selama 1 minggu saya menghabiskan waktu di rumah sakit. Dan setelah keluar dari rumah sakit saya masih harus istirahat di rumah 1 minggu. Ew, sisa waktu 3 minggu lagi menuju SPMB.

3 minggu menuju SPMB

SPMB tinggal 3 minggu lagi, saya kembali mengikuti kegiatan bimbel. Setelah 1 minggu masuk bimbel kembali, saya mengikuti Try-out di GOR di Jalan Jakarta. Sepulang Try Out saya mau maen ke kosan teman. Karena saya masih asing dengan daerah itu, saya jadi lihat ke kanan-kiri, kurang konsen pada jalan. Dan akhirnya saya menabrak mobil di depan saya yang tiba-tiba berhenti. Ew, kecelakaan terparah saya itu. Lagi-lagi saya harus istirahat di rumah selama 1 minggu.

1 minggu menuju SPMB

Saya kembali ke kegiatan bimbel yang menyisakan waktu 1 minggu. Wah, udah mepet.

hari SPMB

Sempet hampir kecelakaan di hari pertama SPMB. Ketika saya mau berbelok ke kanan, ternyata di belakang saya ada mobil yang sedang ngebut, dan menyalib dari kanan. BRAKK!! Motor saya terhenti di tengah jalan, gak bisa maju ataupun mundur. Ternyata mobil tadi menabrak footstep saya sampai bengkok menekan pedal rem. dengan bantuan beberapa orang di pinggir jalan, motor saya diangkat ke pinggir. Akhirnya, agar motor bisa bergerak lagi, rem belakang saya dibuat blong dulu. Akhirnya saya bisa melanjutkan perjalanan ke lokasi ujian SPMB. Untung saya berangkatnya gak mepet-mepet, jadi ada waktu untuk menenangkan diri.

hari pengumuman kelulusan SPMB

Saya lupa saya mengecek pengumuman SPMB lewat koran atau dari internet, yang pasti akhirnya saya lulus juga di pilihan pertama saya STEI ITB. Yaiiiii !!! Akhirnya tembus juga. Gak sia-sia tumbal demam berdarah dan kecelakaan itu rupanya. Haha.

Men’s Pride part #01

 

Potongan cerita ini diambil dari salah satu film favorit saya

A Knigth’s Tale (2001)

Director: Brian Helgeland

Writer: Brian Helgeland

Stars:  Heath Ledger as William Thatcher, and Shannyn Sossamon as Jocelyn

William: I’m going to win this tournament for you

Jocelyn: Excuse me?

William: This tournament, I’ll win it in your name. Every knight I defeat, I defeat for you. Your beauty will be reflected in the power of my arm and the flank’s of my hourse. 

Jocelyn: Wow. Really? Really? It’s flanks? 

……….

William: Jocelyn, how may i prove my love to you? How?

Jocelyn: Do you ask in earnest?

William: Yes.

Jocelyn: If you would prove your love, you should do your worst.

William: My worst. What do you mean?

Jocelyn: Instead of winnging to honor me with your high reputation, i want you to act againts your normal character and do badly.

William: Do badly?

Jocelyn: Lose.

William: Losing proves nothing except that i’m a loser.

Jocelyn: Wrong. Losing is a much keener test of your love. Losing would contradict your self love, and losing would show your obedience to your lover and not to your self. 

William: REALLY!!

Jocelyn: What is your answer?

William: I will not lose!

Jocelyn: Then you do not love me.  Continue reading