A lesson about women #003 The Natural Order

Secara alami, naturalnya, pria yang mengejar wanita, dan wanita menunggu pria. Tampak ga adil, kenapa ga wanita yang mengejar pria? Dan biar pria aja yang nunggu dan tinggal pilih, toh penduduk wanita lebih banyak dari pria (masih ga sih?).

Dulu saya sering berpikir bagaimana proses terjadinya saling mencintai, atau saling suka dulu lah entengnya. Kondisi yang sering saya temui adalah, salah satu pasti menyukai lebih dulu. Mungkin sang wanita menyukai si pria, lalu si pria menyadari hal itu, melihat wanita itu menarik, dan memutuskan untuk mengejarnya. Atau mungkin si pria menyukai sang wanita, lalu mengejar sang wanita, dan akhirnya sang wanita takluk. Dan saya merasa rasa suka itu tidak murni, tidak datang dari diri sendiri, tapi karena pengaruh disukai oleh orang lain. Lalu saya mulai memikirkan (mendambakan juga mungkin :”>) kondisi ideal. Kondisi dimana rasa saling suka itu muncul dari diri sendiri. Lalu rasa itu semakin tumbuh, sampai mereka (akhirnya) berpasangan. Terlalu ideal, hehe. Terlalu TV, film, ato sinetron.

Kenyataan yang sering terjadi seperti ini:

Seorang wanita menyukai seorang pria, mengaguminya, berandai-andai bisa memiliki pria tersebut. Tetapi ternyata si pria tidak menyadari perasaan sang wanita. Beberapa (minim dan jarang sekali) memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya. Beruntung kalau si pria memberi respon positif, yang dapat berarti memang si pria memang memendam rasa suka, atau “boleh juga nih cewek”, tapi gimana klo si pria malah merasa takut, karena sang cewek agresif, gak lazim, unnatural, sehingga selain menolak sang cewek mentah-mentah tetapi juga menghindarinya. Akhirnya wanita-wanita yang tidak ingin menyalahi kodratnya terus diam, menunggu, berharap suatu saat pria tersebut datang kepadanya. Tetapi masa itu tidak kunjung tiba. Malahan muncul pria lain, mendekati sang wanita. Tetapi sang wanita menanggapinya dengan sinis, karena dia masih mengharap pria pujaannya.

Si pria yang merasa mendapat panggilan alam, the natural order (alah), bergerak sesuai kodratnya, mengejar sang wanita. Penolakan sinis dari sang wanita tidak membuatnya gentar. Dengan semangat 45 si pria terus maju. Tapi saat menyadari hati sang wanita telah tersangkut pada pria lain, si pria mulai merasa harapan itu menipis, dan ingin menyerah. Eits, jangan dulu. Harus diingat kalo wanita itu suka diperjuangkan. Si pria bangkit lagi, seperti memiliki nyawa baru. Memperjuangkannya kembali. Dan akhirnya sang wanita mulai luluh, dan menerima si pria. Perlahan-lahan sang wanita mulai belajar mencintai sang pria. Sampai akhirnya sang wanita lebih mencintai si pria (yang mencintai sang wanita) dibanding pria pujaannya. Lalu si pria meninggalkan wanita tersebut, ups, jangan.

Inilah salah satu rahasia wanita. Mereka dapat mencintai pria yang mencintainya, walaupun sebenarnya mereka memendam perasaan ke pria lain. Berbeda dengan pria, yang lebih merasa puas, bisa mendapatkan wanita yang mereka cintai, daripada memilih wanita yang mencintai mereka. Emmm, beribet ga ya jelasinnya. Ya pokoknya gitu lah. That’s the natural order. Lebih gampang mengikuti naturalnya saja, daripada mencoba berbuat unnatural. Walaupun saya gak bilang pasti gagal, tapi besikap unnatural itu gak gampang, banyak rintangannya.

 

Advertisements

9 comments on “A lesson about women #003 The Natural Order

  1. si uman says:

    kalo aku dapet natural order, jadi pengen ke WC 😛 😆

  2. gremio says:

    boleh lah..

  3. Ernia Shanti says:

    belajar mencintai pasti gagal dehh
    karena cinta itu adalah ikatan hati
    dan ikatan hati tidak bisa dipelajari
    cara terbaik adalah dengan bersabar sampai ikatan hati tumbuh

  4. adel says:

    cinta itu masalah ‘chemistry’ klo aku mar ;p

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s