Premium atau Pertamax?

 

Beberapa waktu yang lalu perhatian saya tertuju untuk membaca sebuah artikel di koran harian. Berikut ini sebagian isinya yang sempat saya capture:

Kebijakan pemerintah yang menaikkan harga pertamax, membuat  beberapa konsumen pertamax beralih ke premium. Mereka lebih memilih premium dengan alasan ekonomis, walau harus menanggung risiko timbulnya kerusakan pada mesin kendaraannya, karena ketidakcocokan antara jenis bahan bakar yang digunakan dengan kompresi mesin kendaraannya. (kompresi mesin = compression ratio / CR = perbandingan tekanan yang berkaitan dengan volume ruang bakar, terhadap jarak langkah piston dari titik bawah ke titik paling atas saat mesin bekerja).

…….

bla bla bla

(penjelasan ttg struktur kimia)

bla bla bla

…….

Jadi, pertamax lebih unggul dari premium. Hal ini berdasarkan pada:

  1. Mempunyai bilangan oktan yang lebih tinggi (kini beberapa produsen kendaraan cenderung memproduksi kendaraan dengan CR yang tinggi, karena tenaga mesin menjadi lebih besar dan laju kendaraan bisa lebih cepat. Dengan demikian, dibutuhkan bensin beroktan tinggi).
  2. Meningkatkan kinerja mesin agar makin bertenaga. Pertamax memiliki stabilitas oksidasi yang tinggi dan juga mengandung aditif generasi terakhir. Pembakaran bensin menjadi semakin sempurna sehingga kinerja mesin bertambah baik.
  3. Bersifat ramah lingkungan. Pertamax tidak mengandung Pb yang bersifat racun. Pembakaran yang semakin sempurna juga dapat mengurangi kadar emisi gas polutan seperti CO dan NOx. Dengan demikian, secara tidak langsung pengguna pertamax ikut menyukseskan gerakan go green.
  4. Lebih ekonomis dari segi perawatan. Pertamax sudah mengandung aditif sehingga praktis dan tepat takarannya. Zat aditif juga dapat berperan melindungi mesin sehingga menekan biaya perawatan.

***** Y.Zakiah A., alumnus FMIPA Unpad *****

Sebenernya memang pertamax lebih unggul, dan lebih baik. Masalahnya hanya satu. Harganya yang mahal, dan tidak stabil. Eh, jadi dua itu ding, haha. Kalau motor saya bisa lebih bersahabat dengan pertamax, maka pertamax sangat tidak bersahabat dengan kantong saya. Sehari-hari saya bisa habis bahan bakar sebanyak 1 liter untuk perjalanan PP rumah-kampus dan muter-muter ke tempat lainnya. Kalau pake pertamax, bisa habis 200rb lebih dalam sebulan untuk bahan bakar saja, ck ck. Masih mahasiswa gini, yang duit masih numpang ortu. Pilih yang murah-murah saja dulu, pake premium.

Tapi nanti kalau saya sudah kerja, dan keuangan mencukupi, saya akan mulai pakai pertamax. Amin.

Advertisements

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s