berkerudung atau tidak berkerudung

 

Seorang temen (wanita) sempet memberi opini ini ke saya.

Mending kelakuan bejat, tapi masih pake kerudung, daripada udah gak berkerudung, dan kelakuannya bejat. Seenggaknya yang berkerudung masih ada niatan untuk berbuat baik.

Lalu saya yang penasaran meminta opini ttg hal ini ke beberapa wanita, ada yang memang berkerudung, ada yang tidak, dan inilah jawaban dari mereka.

Kalau menurutku , dua-duanya ga ada yang baik. karena apa yang tercermin dari fisiknya pun berawal dari kepribadiannya (innernya) kayak gimana kan.. jadi kalo orang itu krudungan ato ngga tapi kelakuannya sama-sama jelek ga ada bedanya.. karena mungkin cewek krudungan juga cuma manfaatin krudungnya, just a mask doang..

Kalo sama-sama bejadnya ya mending memperbaiki diri dulu. Sebenernya menurutku semua tergantung niat per orangnya. Kenapa bisa bilang seenggaknya masih punya niat baik? Apa dasarnya bilang kaya gitu, apa dia bisa tau niat seseorang. Sekarang banyak berkerudung cuma buat kedok aja, tanpa niat jadi lebih baek.

Kamu lagi bingung nentuin cari cewek berjilbab ato engga? Ups, yang ini Out Of Topic, haha.

Mending berkerudung, kelakuannya ga bejat, hehe. Ga ada yang lebih baik dari 2 tipe itu, sama aja.

Semua tergantung niat. Buat apa tau kekurangan orang lain, lebih baik introspeksi diri sendiri.

Kalo dari segi pahala juga, yang berkerudung itu kan lebih beruntung, karena ngikutin syariat, tapi sebenarnya kalo bejat tetep berkerudung itu berat bebannya, karena kerudung kan udah bagian dari identitas kita sebagai muslim, jadi kalo berbuat bejat, otomatis langsung kecoreng Islamnya.

Dan yang ini jawaban favorit saya (jawaban diplomatis)

Yang mending itu yang punya kemauan keras menata hidupnya memakai bahasa penciptanya.

Advertisements

2 comments on “berkerudung atau tidak berkerudung

  1. Asop says:

    Menurut saya sebagai lelaki, mari wanita (yang muslim tentunya) mulailah berjilbab. Jangan nunggu “mau perbaiki sikap” ato “nunggu ibadah diperbagus dulu”. Mau sampe kapaaaaan nunggunyaaa? 😦 Nanti belum sempat berjilbab udah keburu meninggal. Hayooo gimana? 😦
    Percuma kalo meninggal dalam keadaan begitu, meskipun mungkin amalan baiknya banyak, karena selama aurat gak ketutup, dosa terus numpuk lho. 😦

    Jadi, karena kita gak tahu kapan kita akan mati, lebih baik disegerakan memakai jilbab. Kelakuan dan sikap pasti dengan sendirinya akan mengikuti. Dengan memakai jilbab, harusnya si pemakai menganggap jilbab itu sebagai batasan, pembatas dari segala kelakuan yang “lebay”. 😀

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s