Rider yang Berpengaruh dalam Karir Rider Saya

Saya mulai aktif mengendarai motor sejak 2005. Waktu SMA saya masih belum bisa naek motor. Damn. Malu-maluin cowok ga bisa naek motor, haha. Waktu 2005 itu saya masih pake motor om saya, motor teman saya. Namanya baru belajar, pasti ada gurunya. Saya punya 3 orang guru, yang mempengaruhi bagaimana saya mengendarai motor saat ini.

Pertama, arif.

Arif ini teman saya di FK. Kalau pulang kuliah, lalu mau maen ke game center bersama teman-teman yang laen, biasanya saya membonceng ke arif ini. Kadang saya yang disuruh nyetir Jupiter Z nya, karena dia mau ngerokok, jadi males nyetir. Arif ini tukang kebut lah, jadi dari arif ini lah saya belajar how to properly and correctly speeding. Arif juga yang menginspirasi saya untuk mengikuti jejaknya menggunakan helm full face INK.

Katanya, “Aku beberapa kali kecelakaan, tapi masih hidup tuh sampe sekarang.”

Haha, pernyataan yang ekstrim. Tapi karena ada saksi hidup, saya yakin aja sama kekuatan helm itu.

Kedua, olis.

Olis ini teman SMA saya, sekaligus teman FK juga sih. Cewek. Dia termasuk cewek yang hobi ngebut juga, tapi bukan ngebut sih yang saya pelajari dari dia. Lagi-lagi saya belajar karena saya sering berboncengan dengan suzuki smash nya. Dua hal yang selalu olis ingetin ke aku. Pertama, kalau lewat polisi tidur ngerem lah. Kedua, kalau oper gigi yang halus, jangan kasar bunyinya. Sayangnya yang pesan pertama masih sering saya langgar, haha. Jadi, dari olis saya belajar how to ride smoothly.

Ketiga, valentino rossi.

Yup, pembalap veteran ini, meskipun saya gak kenal, tapi menginspirasi saya. Gak ada pembalap lain yang se-amazing rossi. Walaupun sekarang jarang menang, tapi tetap rossi favorit saya. Kalau motoGP gak ada rossi itu minat menonton menjadi turun. Apa yang menarik dari rossi? Rossi itu bisa menyalip di tikungan, cara dia berbelok itu keren. Itulah yang saya tiru, how i make a turn. Berbelok tanpa ngerem, menaikkan kecepatan saat berbelok, mengoper gigi ketika menikung, dan lain sebagainya.

O ya, kalau berbelok, saya selalu memiringkan motor dan melebarkan kaki keluar, untuk menyeimbangkan motor. Kira-kira seperti ini

Advertisements

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s