Dia

 

Rasa persahabatan yang dia berikan. Mungkin itu yang membuatku tertarik padanya. Tapi ketidakegoisannya untuk memilih kebahagiaan orang lain di banding kebahagiaannya sendiri lah yang membuatku terkesima. Membuatku tidak tega melihatnya sedih. Ingin melindunginya. Jika meminjam istilah temanku dia adalah “hime”, a princess to protect.

Dia begitu mengagumkan. Elemen penting kesempurnaan ada padanya. Cantik, jenius, dan kaya. Begitu mudah untuk jatuh hati padanya. Dialah wanita yang dengan suksesnya menghancurkan harga diriku. Padahal banyak wanita yang lebih pintar dariku, tapi hanya karena dia, aku merasa sangat kalah. Mungkin kenyataan bahwa aku kalah dari wanita yang kusuka membuat harga diriku remuk. Tapi karena itu juga mungkin yang membuatku semakin penasaran dengannya.

Aku gak benar-benar mengerti mengapa aku menyukainya. Karena dia seperti oase di padang gurun. Membuatku tertarik untuk beristirahat sejenak dan mencicipi airnya, menghapus dahaga. Tapi itulah oase, tidak dapat kubawa terus bersamaku sampai akhir perjalananku.

Dia tidak seperti wanita yang kukenal biasanya. Cara berpikirnya yang tidak  umum. Harum parfumnya setiap dia berlalu di depanku. Kaos hitam dan putihnya yang sangat cocok dikenakannya. Celana putihnya, itu yang paling kuingat.

Dia sangat menyayangiku. Itulah alasan mengapa aku menyukainya. Tapi karena tidak ada ketertarikan lain itulah yang membuatku merasa kurang. Membuatku berhenti. Walaupun begitu, aku yakin dia masih menyayangiku.

Dia bagaikan dewi yang turun dari kahyangan. Itulah yang kuteriakkan dalam hatiku saat menatapnya pertama kali. Menarikku untuk lebih mengenalnya. Memperhatikan gerak-geriknya. Bukan hanya dewi parasnya, tapi juga dewi perilakunya.

Ekspresinya yang seperti anak kecil. Spontanitasnya. Tapi itu hanya penampilan luarnya. Dia lebih dewasa di dalam. Begitu kuat. Dia begitu berbeda dariku. Tapi itulah yang membuatnya semakin menarik. Karena dia melengkapiku. Tidak berhenti di situ. Dia membuatku merasakan banyak hal. Senang dan sedih. Begitu lengkap.

Dia membuatku tersenyum kembali. Dia membuatku bisa tertawa kembali. Tapi cintanya yang begitu besar kepada seseorang lah yang membuatku menyukainya. Menatap ke langit, dan mengucap “andai cinta itu milikku”.

Advertisements

12 comments on “Dia

  1. siapa marrrr? tell me

  2. otidh says:

    Ini ikut-ikutan postingannya Arumjeni ya? Pake kode-kodean ‘dia’, hehehe …
    Btw, aku sedikit bisa menduga …

  3. gadgetboi says:

    go get her before janur kuning melengkung 😀

  4. mujo says:

    yaelah, udah tikung aja :p

  5. chimanx says:

    oke, membaca ini saya jadi teringat seseorang…mirip..ga banget. tapi lumayan mengingatkan kepada sosok itu.. dan yah, sama-sama cintanya untuk orang lain. zannen..

  6. wkakakak, jelas2 lek iki hime alias ela…
    ga koen critani pisan mar, dia direbut temanku…..

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s