Facing A Problem

 

Namanya manusia, pasti gak akan luput dari masalah. Masalah kecil, masalah besar, masalah yang seperti gak ada ujungnya. Masalah itu bagian dari ujian hidup. Ada yang bilang “manusia gak akan diuji melewati batas kemampuannya”. Ini kata-kata yang membangun. Jika kita bener-bener percaya hal itu, maka kita akan percaya bahwa kita pasti bisa melewati masalah. Terus berjuang, tidak pernah menyerah.

Ada 3 macam reaksi manusia dalam menghadapi masalah

1. Melupakan masalah

Ketika ada masalah, kita tenang-tenang saja. Dilupakan, seolah-olah masalah itu gak pernah ada. Melanjutkan hidup seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Tapi apakah masalah itu hilang? Big NO! Masalah itu akan muncul lagi ke permukaan.

2. Lari dari masalah

Ini lebih buruk dari sekedar melupakan. Lari di sini maksudnya mencari pelarian dari masalah itu. Rokok, mabuk, maen game juga bisa termasuk. Apapun macam bentuk pelariannya, kebanyakan merusak diri. Selain masalah gak hilang, masalah baru pun muncul.

3. Menyelesaikan masalah

Tentunya ini adalah satu-satunya cara terbaik. Apa gunanya kita diberi otak yang memberi kita kemampuan untuk berpikir kalau gak bisa digunakan menyelesaikan masalah-masalah kita.

Ada 5 hal yang bisa dijadikan kekuatan untuk menyelesaikan masalah, yaitu:

1. Ada reward dibalik masalah

Selalu ada hadiah di balik masalah. Cari tau apa hadiah itu, karena itu akan memberi tambahan motivasi untuk menyelesaikan masalah.

2. Menyelesaikan problem memberi arti yang lebih tinggi

Saya juga bingung dengan kata-kata ini, tapi saya mengartikannya kalau kita menyelesaikan masalah membuat diri kita lebih berarti. Kalo meminjam istilah game, di tiap levelnya ada bermacam masalah, jika masalah itu solved, kita dapat naik ke level berikutnya. Diri menjadi lebih berarti karena jika kita menemui masalah yang serupa, akan lebih mudah menyelesaikannya, karena kita sudah pernah bisa.

3. Gunakan potensi yang ada dalam diri

Yup, gunakan potensi diri (tentunya kita harus mengenal potensi diri kita). Tidak perlu memaksa menjadi orang lain, melakukan sesuatu yang bukan kita banget, dan ujung-ujungnya tidak optimal dalam menyelesaikan masalah. Kalo inget “kita tidak akan diuji diluar kemampuan kita” berarti kita punya kemampuan/potensi untuk menyelesaikan masalah itu kan?

4. Yakinkan diri sendiri & orang lain

Kalau di dalam diri sudah ada keraguan untuk bisa menyelesaikan masalah, bagaimana kita akan berjuang untuk menyelesaikan masalah itu? Oleh karena itu kita harus bisa menyakinkan diri bahwa kita bisa. Bagaimana caranya? Macam-macam, bisa dengan melakukan 3 step sebelumnya.

Meyakinkan orang lain ini berlaku ketika masalah yang kita hadapi itu bukan masalah pribadi, tetapi masalah dengan pasangan (pacar, istri), masalah dalam kelompok besar (tim dalam kerja), kita harus bisa meyakinkan orang lain bahwa kita memang bisa menyelesaikan masalah itu.

5. Tuhan ada bersama kita

Ada pepatah “Let us do our best, and let God do the rest”. Yup, setelah kita berjuang dengan maksimal, sampe mentok. Sisanya tinggal berdoa. Jika kita merasa sudah berusaha maksimal tapi masalah tak kunjung selesai, adan Tuhan yang memiliki kuasa lebih besar dari kita.

ps: wah, rasanya kayak menggurui gini, just want to share, sekaligus untuk selalu mengingatkan diri ketika saya sedang dilanda masalah.

Advertisements

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s