puasa yang singkat

 

Postingan ini bukan tentang singkatnya masa puasa yang hanya 1 bulan. Bukan tentang kerinduan dengan Ramadhan. Tapi hal yang lebih konyol. Puasa yang biasanya dimulai sejak subuh dan berakhir saat bedug maghrib, ternyata berakhir lebih singkat. Haha.

Gara-garanya adalah penetapan tanggal 1 syawal yang berbeda-beda tahun ini. Muhammadiyah menetapkan 30 Agustus 2011 sebagai 1 Syawal 1432 H, sedangkan NU dan pemerintah menetapkan 31 Agustus sebagai 1 Syawal 1432 H. Kalo saya sih gimana keluarga di rumah aja. Karena semalam baru sampai di rumah malam banget, dan saya sudah lelah, saya langsung masuk kamar dan tidur, tanpa sempat ngobrol-ngobrol dengan keluarga.

Jam 4 pagi saya dibangunkan untuk sahur. Saat itu saya baru tau kalau ayah dan ibu saya gak ikut sahur, sedangkan adik-adik saya masih sahur. Karena udah terlanjur bangun ya sudah saya sahur saja. Karena masih lelah, setelah makan saya langsung masuk kamar lagi dan tidur pulas.

Kira-kira jam 10 pagi saya bangun tidur. Tenggorokan saya makin sakit. Yup, saya sedang radang tenggorokan, dan flu, karena itu stamina jadi turun, cepat lelah. Saya keluar kamar, dan kaget. Kok lagi pada makan, bukannya tadi katanya pada mau puasa. Sisa saya nih yang masih puasa. Saya duduk-duduk di depan TV. Adik saya yang paling kecil nyeletuk lagi, “ih kak umar, haram lho puasa sekarang”. Wew. Setelah merenungi tenggorokan yang perih, akhirnya saya ke dapur dan ambil air minum. Adik-adik saya lalu tertawa, “akhirnya ikut makan juga”. Resmilah hari ini cuma puasa 6 jam, cukup singkat, apalagi selama 6 jam itu saya tidur. Bener-bener gak kerasa.

Lalu saya teringat, ini bukan satu-satunya puasa singkat saya. Beberapa tahun yang lalu. Saat masih SMA, saya mudik dari Malang ke Bandung. Bus yang saya tumpangi ternyata cukup ngebut juga. Seharusnya di jadwal sampai jam 7 pagi, eh ternyata jam 5 pagi saya sudah sampai di Bandung. Saya masih buta Bandung saat itu, karena itu rencananya orangtua saya akan menjemput kalau saya sudah sampai. Dan itu masih 2 jam lagi. Seingat saya saat itu saya belum pegang HP, dan gak tau nomor telpon rumah, jadi saya gak tau bagaimana mengabari keluarga kalau saya sudah sampai.

Karena suhu udara pagi yang dingin, saya memutuskan untuk masuk ke sebuah warung kopi, seperti penumpang-penumpang bis yang lain. Lama-kelamaan saya gak enak juga kalau cuma numpang. Akhirnya saya pesan segelas kopi. Haha, batal deh puasanya, padahal tadi sudah bela-belain sahur di bis. Kira-kira cuma satu setengah jam lah berpuasa.

Hal ini membuat pikiran saya melayang ke hal lain. Beberapa hari yang lalu dosen mekflu bercerita. Dulu dia pernah kuliah di norwegia yang matahari cuma bersinar sebentar. Bagian bumi yang lebih dari lintang 60 derajat seperti itu katanya. Hmm. Kalau seperti itu, brarti siang mereka cuma sebentar. Dan mereka puasa cuma sebentar dong. Menentukan waktu solat biasanya dari posisi matahari bukan sih? Kalau gitu gimana yang tinggal di kutub, 6 bulan matahari bersinar, dan 6 bulan lagi tidak. Ah, saya gak ngerti. Ada yang tau?

A song when you fall in love and a song when your love falling apart

Musik memang sarana yang bagus untuk mengekspresikan perasaan. Bermacam jenis musik dapat menggambarkan perasaan yang berbeda-beda. Misalnya saja ketika sedang jatuh cinta. Banyak banget lagu yang bertemakan jatuh cinta. Atau ketika sedang patah hati, baru saja putus, dan semacamnya. Gak kalah banyak lagu-lagu galaunya. Untuk kedua event itu saya punya lagu yang spesial.

A song when i fall in love.

Lagu yang paling saya suka adalah Crazy in Love by Eminem Continue reading

cant or wont?

 

Sometimes, i had a problem in distinguishing between can’t or won’t. For example, sometimes i think that i can’t find a girlfriend, or maybe something holding me so that i won’t find a girlfriend. I won’t be able to move on, or maybe i just can’t move on. Damn! Which one is it?

“Everything always happen for a reason” – Charmed -. Or some reason. I knew that i won’t be satisfied with only a reason. I’m looking for every reason i can find. That’s why i’m always losing the real reason, the true reason. With that many reason, i can make an excuse whether i won’t do something, or i can’t do something. Thinking about it just make my mind trapped in endless loop. But i need to figure it out, somehow.

Dream #005

 

Matahari sudah hampir terbenam. Setelah puas jalan-jalan, sekarang waktunya untuk kami pulang. Tidak biasanya kami naek angkot. Sesaat dia mengeluarkan handphone-nya saat di angkot, lalu segera memasukkannya kembali. Wajahnya mulai gelisah. Dia mengeluarkan handphone-nya lagi, aku mencoba mengintip ke layar handphone-nya. Tapi dia berusaha menutup-nutupinya.

“Sms dari siapa sih?” Tanyaku penasaran.

“Ah engga, ga ada apa-apa.”

“Ga mungkin, pasti cowokmu ya?”

“Emmm, iya.” Dengan gerakan ragu-ragu dia menunjukkan isi handphonenya.

Seenggaknya ada 8 miscall, dan beberapa sms yang belum dia balas.

“Balas lah, dia pasti kuatir makanya telpon-telpon, kasi tau kalau kamu udah mau pulang.” Nasehatku padanya.

“Iya, nanti kalau udah turun dari angkot.”

Faded memories, reconstructed memories, and a dream. A dream of you, in a world without you.

—— Sora of KH ——

Dream #004

 

Perlahan aku membuka mataku. Semua masih tampak samar-samar. Beginilah pandangan mata ketika baru bangun tidur. Aku masih belum mau beranjak dari kasurku, masih ingin bermalas-malasan. Aku melirik ke arah jam dinding. Waktu menunjukkan  pukul 11.45, tapi segera kusadari, jam itu rusak. Aku beralih mencari handphoneku untuk melihat jam. Biasanya aku letakkan handphone tidak jauh dari posisi tidur. Ternyata sekarang jam 8 pagi, pantas kamarku sudah terang oleh cahaya matahari yang menyusup lewat jendela.

Tok Tok Tok! “Mar, boleh aku masuk?”

Aku heran, tidak biasanya pintu kamarku diketuk. Kalau ada apa-apa biasanya keluargaku selalu memanggil dari luar. Lagipula, rasanya aku kenal suara itu. Sebelum aku sempat menjawab, pintu kamarku sudah terbuka. Dia langsung masuk, dan duduk di kasurku. Aku masih gak percaya kalau itu memang dia. Buat apa dia datang ke sini? Bukankah kami sudah setuju untuk tidak bertemu lagi. Tapi tidak mungkin juga aku mengusirnya, aku juga senang bisa bertemu dengannya.

“Eh mar, aku mau cerita.” Tiba-tiba dia sudah membuka obrolan.

“Ayahku dateng ke jakarta, ada suatu urusan gitu deh.”

“Oh ya? Trus ayah kamu tinggal di mana?”

“Masih satu gedung sama apartementku, tapi ayahku di lantai atas”

“Ooh”

Dia menarik lenganku. Memaksaku untuk merebahkan kepalaku dipangkuannya. Aku menurut saja. Lalu dia mulai membelai rambutku. Kami melanjutkan obrolan beberapa saat. Lalu aku menarik kepalaku.

“Eh, aku mesti pergi ke kampus ini, sampai nanti ya”

Dia pergi, dan aku mulai bersiap-siap untuk ke kampus. Kira-kira jam 10 aku sudah sampai di kampus. Aku langsung menuju ke labku. Tapi di lorong aku berhenti sejenak. Mengobrol dengan beberapa teman. Lalu mas Edes menyapaku.

“Lho mar, kok kamu di luar?”

“Emang kenapa mas?”

“Kamu bukannya hari ini giliran asisten ya?”

Aku langsung memutar otak. Mencoba mengingat hari apakah saat ini. Damn! Ternyata hari ini memang hari senin. Aku cepat-cepat meletakkan tasku ke labku. Lalu langsung menuju ruang praktikum. Setelah memastikan Pak Mervin gak ada di dalam ruangan, aku langsung menyelinap masuk, dan langsung berlagak asisten.

“Jadi sudah sampai mana mengumpulkan data-datanya?”

“Ada kesulitan engga?”

Faded memories, reconstructed memories, and a dream. A dream of you, in a world without you.

—— Sora of KH ——

Bruno Mars – Grenade

 

Seorang teman pernah bilang gini, “mar, kalo mau gombalin cewek, pake lagunya Bruno Mars yang ‘Grenade’, bagus lho.” Karena penasaran lalu aku cari lagu ini. Sekalian download 1 albumnya. Akhirnya dengerin lagu ini juga. Sepintas emang terdengar gombal, karena lirik berikut mungkin:

I’d catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for you (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I’d do anything for you (yeah, yeah, yeah)

Tapi kalo didengarkan lebih seksama, sebenarnya itu bukan lagu menggombal. Cek aja di lirik berikutnya

Yes, I would die for you, baby
But you won’t do the same

atau lirik sebelumnya

Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did

Bener-bener tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Kebetulan lagu ini udah ada video klipnya, lalu aku cari di youtube. Oh man, makin keliatan bertepuk sebelah tangannya. Si Bruno yang menyeret piano menuju ke rumah si cewek (mau maenin lagu buat si cewek kayaknya). Di sepanjang perjalanan banyak hambatannya. Eh, pas nyampe di depan rumah si cewek, ternyata si cewek lagi mesra-mesraan dengan pria lain. Kasian si Bruno.

Bruno’s 3rd single from his 1st album Doo-Wops & Hooligans

Such a song for an unrequited love. The music video really good. And these are the lyrics:

Continue reading

How do you want to die?

Efek nonton harry potter mungkin ini. Pernahkah anda berpikir tentang kematian? Pernahkah membayangkan seperti apa ketika anda mati nantinya? Di mana, kapan, bagaimana? Apakah mati karena sakit yang tak kunjung sembuh, atau mati dengan tenang saat anda tidur.

Sebagai seorang street rider, adalah suatu kehormatan buat saya untuk meninggal di jalan. Mengalami suatu kecelakaan motor, asal kecelakaan itu bukan disebabkan karena kesalahan saya. Saya cukup menjadi a man in wrong time and wrong place saja. Tentu bukan kecelakaan motor biasa. Harus yang wah, epic, atau kata barney it’s legennnnn ….. wait for it …. daryyyy!!!

Jadi, begini skenarionya. Continue reading