Menjadi Istri Dokter (no offence)

 

Suatu ketika, di kelas Manajemen (II), sang dosen sedang menjelaskan tentang peran-peran manajer, dan ketrampilan manajer. Lalu beliau melantur sejenak.

“Kalau kalian perhatikan di iklan-iklan koran, biasanya yang jual mobil ada keterangan, bekas dipakai oleh dokter. Keterangan itu bisa menaikkan harga jual lho, kenapa coba?”

Seisi kelas, “…………..”.

“Karena menandakan kalau jarang dipakai. Iya bener lho. Anak saya yang dokter, kalau pagi mobilnya dipakai berangkat kerja. Lalu seharian mobil diam di parkiran, lalu sore/malam dipakai pulang ke rumah.”

Seisi kelas, “oooooohhhhh”.

“Nah, yang cewek-cewek di kelas ini, kalau nikah nanti sama dokter saja, jangan sama temen-temen kalian sesama engineer. Biar nanti kalau janda cepet lakunya”

Seisi kelas, “BWWAAHAHAHAHAHAHAHAHA”.

Advertisements

6 comments on “Menjadi Istri Dokter (no offence)

  1. chimanx says:

    heeee..iya gitu ya? dokter jarang pake mobil ya? *seriusmikir*

  2. oomguru says:

    hahahaaaa..
    soalnya kalo janda bekas dokter mah masih mulus kali yaa..? kilometernya masih dikit. 😀

    salam kenal ah, 😀

  3. guestory says:

    istri dokter jarang dipakai ya?
    *mikir

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s