angkot dan penumpangnya

 

Kadang sering suka kesel sama angkot yang suka berhenti sembarangan. Mulai dari yang berhentinya kurang minggir ke kiri, berhenti tiba-tiba, sampai berhenti di tikungan. Intinya, kelakuan angkot itu bisa bikin kemacetan, karena mobil-mobil di belakangnya gak bisa lewat.

Padahal di beberapa area, sudah ada rambu-rambu dilarang stop. Seperti di jalan Tamansari Bandung yang bersebelahan dengan rektorat ITB. Di situ sudah ada rambu dilarang stop, tapi rupanya rambu itu hanya jadi hiasan belaka, karena angkot-angkot masih sering berhenti di sana.

Kejadian ini bukan sepenuhnya salah si supir angkot, tapi juga penumpang angkot tersebut. Misalnya di suatu tikungan (baik ada rambu dilarang stop maupun tidak), ada pejalan kaki yang sedang menunggu angkot. Lalu ketika angkot yang diinginkan datang, dia mengayunkan tangannya, sehingga berhentilah angkot tersebut, dan berhenti pula kendaraan-kendaraan di belakangnya. Kondisi ini diperparah dengan suara klakson-klakson, damn, berisik.

Tidak sadarkah calon penumpang angkot itu kalau tindakannya menimbulkan kemacetan?

Tidak relakah mereka untuk jalan beberapa meter dan menunggu angkot di tempat yang tidak akan menimbulkan kemacetan jika angkot berhenti?

Apa kasus ini cuma terjadi di bandung saja?

Seingat saya, sewatu saya masih tinggal di malang dulu. Ketika ada calon penumpang yang mengayunkan tangannya di tikungan, angkot-angkot baru akan berhenti beberapa meter di depan, di tempat yang lebih sepi. Kalaupun ada penumpang yang tiba-tiba teriak “kiri!”, angkot juga tidak langsung banting setir ke kiri, tapi merapat dengan perlahan. Atau itu hanya kondisi “dulu” saja, dan sekarang kelakuan angkot di malang sudah sama dengan di bandung? Ntah, semoga tidak.

Advertisements

6 comments on “angkot dan penumpangnya

  1. johan says:

    emang ada salahnya dari penumpang, sebut saja johan :p
    mestinya kalo mau turun mesti dr jauh2, bilang ‘depan sana kiri bang’, tp kadang ada penumpang yg ngedadak trus teriak2 kiri sambil maksa -_-

  2. si uman says:

    yang lebih parah lagi kalo lampu rem angkotnya mati, Mar 😆

  3. Asop says:

    Benar sekali. Tidak selamanya sopir angkot bisa disalahkan. Salahkan juga calon penumpang yang berdiri mencegat angkot di titik yang salah. 😦

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s