berteman dengan mantan pacar

Hey girl you’re the only one
{Must} be my number one
Now you’re gone I feel so numb
Tell me how do we go wrong
First friends then we became best-friend
You used to be my girlfriend
Now you’re my worst friend

Black Eyed Peas – Alive

Jangankan berteman, kadang dengan mantan pacar serasa musuh saja. Kejadian ini banyak dialami orang lain, termasuk saya. Ironis, seperti yang ada di lirik BEP di atas. Bermula dari teman biasa, lalu menjadi sahabat, akhirnya menjadi kekasih, tapi mengapa setelah tidak bisa menjadi kekasih harus bermusuhan. Okay, terlalu berlebihan kalau menerjemahkan worst friend menjadi musuh.

Sungguh menyakitkan harus kehilangan seorang teman (pacar juga teman, pacar juga sahabat) ketika putus. Hal itulah yang selalu muncul di pikiran saya, dan menghentikan saya untuk memulai hubungan dengan seseorang. Some girls are worth the risk, and hurts more when it didn’t work out.

Ada beberapa alasan mengapa setelah putus tidak bisa berteman lagi. Kira-kira sebagai berikut:

  • Sakit Hati

Yang ini adalah alasan paling umum. Putus yang tidak baik-baik, sehingga salah satu pihak (atau keduanya) sakit hati. Wajar jika pihak yang tersakiti tidak mau berteman lagi dengan pihak yang lain. Bisa karena berteman akan membangkitkan rasa sakit itu, bisa juga karena perasaan itu sudah berubah menjadi benci.

Satu-satunya solusi dari kasus ini adalah ketika rasa sakit itu sudah sirna, terpendam, atau terobati. Sehingga akhirnya bisa berteman lagi, dan menatap masa lalu tanpa rasa sakit, bahkan mungkin tertawa. Time will heal those wound.

  • Protective Boyfriend/Girlfriend

Ini juga salah satu alasan yang sering muncul. Walaupun setelah putus kita bisa berteman dengan mantan kita, akhirnya menjadi tidak bisa lagi karena ada guk-guk nya (ups). Baru-baru ini facebook saya di blok dari seseorang, and i understand why she need to do that. Walaupun saya gak pernah melarang pacar saya untuk berteman dengan siapapun (termasuk mantannya), as long as they didn’t mean any harm to my girlfriend.

Rasa protective terhadap pacar itu wajar, apalagi terhadap mantan dari pacar. Karena kita, sebagai mantan pacar adalah ancaman utama terhadap hubungan mereka. Lagi-lagi waktu menjadi solusi dari masalah ini. Tapi itu bukan satu-satunya solusi yang ada. Kuncinya ada di kata ancaman. Andai kita bukan ancaman dari hubungan mereka, tentunya kita tidak akan dilarang berteman dengan mantan kita.

Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan predikat ancaman dari diri kita. Pertama ketika kita sudah memiliki pacar/istri. Saya tahu hal ini karena ketika mantan saya bercerita tentang saya yang masih berteman dengannya, hal pertama yang dia tanyakan adalah “dia udah punya pacar atau belum”. Opsi kedua adalah dengan berteman juga dengan pacar baru dari mantan kita itu. Jika dia mengenal kita, dan mengerti bahwa kita gak ada maksud apa-apa untuk merebut mantan kita kembali, maka dia akan merasa aman. Lihat saja antara Ted, Robin, dan Barney dari How I Met Your Mother, okay, itu cuma film, gak bisa jadi patokan.

  • Cos we don’t wanna be a friend, we want more

Ini kasus yang baru saya temui. Mungkin ini kasus yang umum, tapi tidak semua orang mau mengakuinya. Karena salah satu pihak belum rela untuk melepaskan pihak yang lain. Belum bisa move on istilah gaulnya saat ini. Pilihannya cuma ada 2, boyfriend/girlfriend or no friend.

Solusi dari masalah ini tentunya ketika pihak yang belum bisa move on akhirnya bisa move on. Dengan begitu status hanya sebagai teman bisa memuaskan dirinya. Lalu bagaimana cara untuk move on? That’s your problem to figure it out. Setiap orang punya cara move on yang berbeda-beda.

Advertisements

10 comments on “berteman dengan mantan pacar

  1. johan says:

    awa ama mantan awa biasa aja tuh, bahkan pas dia jalan ama guk2nya, awa tetep bs ngobrol ama dia pas papasan di bioskop :p

  2. primariayu says:

    sulit emg buat berteman dg mantan apalagi kl masih ada yg nyimpen perasaan sayangnya. :’)

  3. johan says:

    kan awa orangnya cuek bgt, suatu saat dia tanya apa mending putus aja, trus awa ngomong, yaudah kita putus aja 😀
    walaupun ada rasa jg, tetep gak ada keinginan buat balik lg, apalagi ada guk2nya
    #jadicurhatjadinya

  4. Andri Haryono says:

    awak ada yg baik2 saja dengan mantan, ada yg males nemuin jg..
    hahaha

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s