birth day, ordinary day

 

Hari ini, lagi-lagi counter umur saya bertambah, menjadi angka 23. Angkanya sudah terlalu besar. Andai boleh memilih, saya lebih suka pake countdown. Masalahnya titik 0 itu tidak diketahui kapan terjadinya.

Saya besar di keluarga yang tidak merayakan ulang tahun. Jadi bagi saya hari ulang tahun ga ada bedanya dengan hari-hari yang lain. Hanya saja pengaruh eksternal kadang bisa membuat hari ulang tahun menjadi lebih spesial.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, 2 minggu sebelum hari ultah, saya meng-hide info birth date dari facebook. Tindakan ini saya ambil agar tidak perlu membalas ucapan ultah di wall. Tapi rupanya selalu saja ada teman yang ingat dan menulis di wall saya. Jadinya tersebar juga info ultahnya. At least jumlah yang mengucapkan berkurang lah dibandingkan kalo tidak di hide.

Ucapan ultah mulai berdatangan dari sms, twitter, dan facebook. Hmm, ada yg lewat G+ juga gak ya? udah jarang dibuka sekarang. Thx guys udah inget, dan amin buat doa-doanya. Wish all the best for you too.

Untuk hari ultah ini saya persembahkan lagu:

Just a day, just an ordinary day
Just trying to get by.
Just a boy,
Just an ordinary boy.
But he was looking to the sky. 

Advertisements

2 comments on “birth day, ordinary day

  1. Andri Haryono says:

    wewww…
    selamat ulang tahun agan maru
    gw ga inget lo kapan ultah nya, hehehe
    maaf2

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s