karma itu ada

To every action there is always an equal and opposite reaction: or the forces of two bodies on each other are always equal and are directed in opposite directions.

– Newton’s Third Law –

 Untuk setiap aksi, selalu ada reaksi berlawanan dengan besar yang sama. Ketika kita menendang tembok, kita memberikan gaya kepada tembok, lalu tembok akan membalas memberikan gaya kepada kaki kita, sehingga kaki kita terasa sakit. Gak percaya? Silakan dicoba :p, hehe. Anggap saja kejadian itu sebagai karma. Karma karena kita berusaha melukai tembok. Andai tembok punya saraf rasa sakit, pasti tembok akan teriak-teriak kesakitan, sekeras teriakan kesakitan kita karena menendangnya.

Karma harus ada, karena karma bertujuan untuk menjaga kesetimbangan dalam dunia ini. Karena itu karma seharusnya memiliki besar yang sama. Kata ‘seharusnya’ ini harus ditekankan, karena ketika karma yang didapat berlebihan, maka akan muncul karma-karma lain, sampai suatu kesetimbangan dapat dipenuhi.

Janganlah bersedih para hati yang terluka dipermainkan oleh wanita. Percayalah bahwa karma itu ada, bersabarlah, tunggulah. Akan tiba saat karma itu datang, dan dirimu akan mempermainkan hati wanita.

An eye for an eye, a tooth for a tooth, and pain for pain. I’ll pay back my debts, with interest of course, and I’ll strike where it hurt most.
– marutheslayer –

Advertisements

Real Steel (2011)

 

Real Steel (2011)

Rating: 7.6/10 from 24,285 users
Director: Shawn Levy
Stars: Hugh Jackman, Evangeline Lilly, Dakota Goyo
Genres: Action, Drama, Sci-Fi, Sport

Set in the near future, where robot boxing is a top sport, a struggling promoter feels he’s found a champion in a discarded robot. During his hopeful rise to the top, he discovers he has an 11-year-old son who wants to know his father.

Akhirnya hari senin kemarin saya berkesempatan untuk menonton Real Steel. Padahal ini sudah minggu ketiga Real Steel di putar di bioskop, untung saja Ciwalk XXI masih berbaik hati untuk memutar film ini. Kenapa baru sekarang nontonnya? Karena sudah terlanjur janji dengan teman yang super sibuk, dan baru bisa keluar kemaren. Jadi minggu-minggu yang lalu saya gunakan untuk menonton In Time (2011) dan The Adventure of Tintin (2011), dan belum sempat di review di blog, ew.

Film ini berlatar pada tahun 2020, dimana pertandingan tinju profesional sudah tidak ada. Sebagai gantinya maka diadakan WRB (World Robot Boxing), robot bertanding tinju alih-alih manusia. Alasannya simpel, karena penonton menginginkan pertunjukan yang lebih brutal. Jadi pertandingan tinjunya dilakukan oleh robot.

Charlie Kenton (Hugh Jackman), seorang mantan petinju kini beralih profesi menjadi promotor dari robot petinju. Bersama anaknya, Max Kenton (Dakota Goyo), Charlie menemukan robot yang memiliki fitur shadow mimic. Shadow mimic adalah fitur yang membuat robot dapat meniru gerakan manusia. Atom (nama robot yang ditemukan) diajari gerakan-gerakan tinju oleh Charlie. Dengan kemampuan barunya Atom menantang Zeus, sang juara dunia WRB yang tak terkalahkan. Apakah Atom bisa menang?

Film ini saya beri rating 7/10. Menurut saya ceritanya biasa saja, karena itu saya heran mengapa rating IMDBnya 7.6/10. Mungkin karena saya masih teringat film tinju beberapa waktu yang lalu, The Fighter (2010) yang lebih memukau. Walaupun begitu, saya suka dengan adegan-adegan tinju antar robotnya. Pertarungannya lebih mudah untuk diikuti dibandingkan pertarungan antar robot Transformer. Selain itu, film ini mendapat nilai lebih dari saya karena 2 soundtracknya mengambil lagu eminem, ‘Till I Collapse (Eminem ft Nate Dogg) dan Fast Lane (Bad Meets Evil).

mengejar rider cewek

 

Sekedar intermezo saja. Kalau saya sedang berkendara motor, dan tidak dikejar waktu. Saya sering melakukan hal ini, mengejar rider cewek. Tentu saja gak sembarang rider cewek yang saya kejar, harus ada kriterianya. Kriterianya cuma satu, caranya naek motor harus seperti caraku naek motor, tapi kenyataannya tidak banyak cewek yang seperti itu. Dia harus bisa ngebut, tapi tidak sembrono.

Ketika rider seperti itu muncul, saya akan membuntuti dia dari belakang, memperhatikan gerakannya. Sesekali mencoba menyalipnya, mencoba mengintip seperti apa wajahnya. Setelah puas memperhatikannya, akhirnya saya kembali ke jalan yang benar (rute perjalanan yang semestinya). Itulah intermezo untuk mengusir kebosanan saat berkendara.

reparasi motor besar-besaran part #1

 

Hari sabtu minggu lalu saya dedikasikan untuk mereparasi motor besar-besaran. Sebenarnya saya masih ingin menunda-nunda untuk membawa motor saya ke bengkel. Jalanan antara rumah saya dan kampus (Jl Cibaduyut dan Jl Sayuran) yang rusak parah sedang diperbaiki. Rusaknya jalan dapat mempercepat kerusakan motor. Karena itu, inginnya setelah jalanan itu selesai diperbaiki dan menjadi mulus, motor akan saya bawa ke bengkel. Namun rencana ke bengkel harus dipercepat karena ternyata lampu riting (lampu sein) sebelah kanan depan saya mati. This is dangerous, and this can’t wait.

Tidak banyak bengkel kawasaki di bandung. Beberapa tempat yang saya tahu ada di Jl Soekarno Hatta, Jl Kopo, Komplek Taman Kopo Indah, Jl Jamika, dan Jl Sumatra Bandung. Saya menuju ke bengkel yang di Jl Kopo karena itu yang terdekat dari rumah saya. Karena kurang pagi, saya mendapat nomor antrian ke-6, tiket antrian ini bisa ditukar dengan 1 teh botol (dulu engga). Lalu ke petugasnya saya sebutkan apa-apa saja yang perlu diperbaiki, yaitu:

  1. Ganti gear set belakang
  2. Ganti piringan cakram depan
  3. Lampu riting yang mati
  4. Tune-Up dan ganti oli

Ternyata, setelah motor saya diperiksa list tersebut harus bertambah. Kampas rem depan juga sudah habis. Switch untuk riting juga sudah rusak, akibatnya kadang lampu riting tidak nyala walaupun switch sudah saya tekan. Jadi, total biaya yang harus saya keluarkan adalah:

Damn! Totalnya Rp 557,500. Pake duit segitu bisa dapet tiket konser Akon reguler di Jakarta 13 November kemaren. And the worst part is, it ain’t over yet. Masih ada beberapa komponen yang rusak, dan gak ada stoknya di sana, jadi harus dipesan dulu. Sampai hari ini saya belum dihubungi oleh petugas bengkelnya.

To Be Continued in reparasi motor besar-besaran part #2

Simple Plan – Astronaut

Being human is the most terrible loneliness in the universe
– AA Attanasio –

Gak disangka, ternyata lagu ini yang jadi single ke-3 Simple Plan di album Get Your Heart On! Padahal masih ada lagu-lagu nge-beat lain yang enak seperti  Summer Paradise (ft K’naan) dan Loser of The Year, tapi ternyata lagu galau ini yang muncul lebih dahulu. Dibandingkan dengan lagu Gone Too Soon yang bertema tentang kehilangan seseorang, lagu Astronaut ini hanya bertema loneliness.

Simple Plan – Astronaut (Lyric) Continue reading

Last Race of MotoGP 2011, a Tribute to Marco Simoncelli

Akhirnya seri motoGP musim 2011 berakhir juga. Meskipun sempat diwarnai tragedi dengan meninggalnya Marco Simoncelli di Race Sepang, Malaysia tapi seri terakhir di Valencia tetap menarik untuk dilihat. GP valencia ini dipersembahkan untuk mengenang Marco Simoncelli, oleh karena itu banyak atribut-atribut Simoncelli yang digunakan, baik oleh penonton, maupun rider, dan official dari GP valencia.

Menurut saya race kali ini adalah race paling epic selama motoGP 2011. Walaupun saya harus kecewa karena rider jagoan saya, Valentino Rossi harus keluar dari race, tapi sisa race tetap seru untuk dilihat. Ya, insiden bowling yang dilakukan oleh Alvaro Bautista menyebabkan 3 rider ducati jatuh sekaligus, boom! Ketiga rider itu adalah Rossi, Hayden, dan De Puniet.

Begitu race dimulai, sang juara dunia Casey Stoner langsung melesat di depan. Bahkan jarak Stoner dengan posisi kedua melebihi 10 detik, super cepat dan tidak dapat dikejar, setidaknya itu pikiran saya. Di posisi ke-2, ke-3, dan ke-4, berturut-turut ada Dovisioso, Pedrosa, dan Spies. Nah, inilah yang membuat race ini tetap menarik, biasanya saya langsung beralih dari TV jika Rossi jatuh. Dovisioso dan Pedrosa sedang berebut Juara 3 Championship motoGP 2011, dengan Dovisioso unggul 4 poin di depan.

Salip-menyalip terjadi antara Dovisioso dan Pedrosa, sedangakan Spies setia menguntit di posisi 4, menunggu celah. Menjelang akhir race, hujan gerimis mulai turun, trek menjadi licin, dan rider-rider mulai memperlambat lajunya, berhati-hati. Melihat kondisi ini, saya punya feeling kalau akhirnya Spies bisa mengambil alih posisi ke-2. Ya, seingat saya Spies jago di trek basah. Ternyata benar, tiba-tiba saja Spies sukses menyalip Pedrosa dan Dovisioso. Dan yang lebih mengagetkan lagi adalah, jarak dari spies ke Stoner hanya tinggal kurang dari 2 detik, sepertinya Honda mencapai batasnya dan mulai melambat. 

Spies semakin mendekati Stoner, dan akhirnya pada lap ke-2 sebelum terakhir Spies sukses mengambil alih posisi pertama. Saya sudah bersiap-siap untuk merayakan kegagalan Stoner meraih juara di Valencia. Tapi ternyata, di tikungan terakhir sebelum garis finish, Stoner melaju dengan cepat, dan finish di urutan pertama dengan selisih jarak kurang dari 1 ban dengan Spies. Benar-benar sangat tidak disangka. Tahun ini memang tahunnya Stoner.

Replay dari race epic ini dapat dilihat di video youtube berikut