Last Race of MotoGP 2011, a Tribute to Marco Simoncelli

Akhirnya seri motoGP musim 2011 berakhir juga. Meskipun sempat diwarnai tragedi dengan meninggalnya Marco Simoncelli di Race Sepang, Malaysia tapi seri terakhir di Valencia tetap menarik untuk dilihat. GP valencia ini dipersembahkan untuk mengenang Marco Simoncelli, oleh karena itu banyak atribut-atribut Simoncelli yang digunakan, baik oleh penonton, maupun rider, dan official dari GP valencia.

Menurut saya race kali ini adalah race paling epic selama motoGP 2011. Walaupun saya harus kecewa karena rider jagoan saya, Valentino Rossi harus keluar dari race, tapi sisa race tetap seru untuk dilihat. Ya, insiden bowling yang dilakukan oleh Alvaro Bautista menyebabkan 3 rider ducati jatuh sekaligus, boom! Ketiga rider itu adalah Rossi, Hayden, dan De Puniet.

Begitu race dimulai, sang juara dunia Casey Stoner langsung melesat di depan. Bahkan jarak Stoner dengan posisi kedua melebihi 10 detik, super cepat dan tidak dapat dikejar, setidaknya itu pikiran saya. Di posisi ke-2, ke-3, dan ke-4, berturut-turut ada Dovisioso, Pedrosa, dan Spies. Nah, inilah yang membuat race ini tetap menarik, biasanya saya langsung beralih dari TV jika Rossi jatuh. Dovisioso dan Pedrosa sedang berebut Juara 3 Championship motoGP 2011, dengan Dovisioso unggul 4 poin di depan.

Salip-menyalip terjadi antara Dovisioso dan Pedrosa, sedangakan Spies setia menguntit di posisi 4, menunggu celah. Menjelang akhir race, hujan gerimis mulai turun, trek menjadi licin, dan rider-rider mulai memperlambat lajunya, berhati-hati. Melihat kondisi ini, saya punya feeling kalau akhirnya Spies bisa mengambil alih posisi ke-2. Ya, seingat saya Spies jago di trek basah. Ternyata benar, tiba-tiba saja Spies sukses menyalip Pedrosa dan Dovisioso. Dan yang lebih mengagetkan lagi adalah, jarak dari spies ke Stoner hanya tinggal kurang dari 2 detik, sepertinya Honda mencapai batasnya dan mulai melambat. 

Spies semakin mendekati Stoner, dan akhirnya pada lap ke-2 sebelum terakhir Spies sukses mengambil alih posisi pertama. Saya sudah bersiap-siap untuk merayakan kegagalan Stoner meraih juara di Valencia. Tapi ternyata, di tikungan terakhir sebelum garis finish, Stoner melaju dengan cepat, dan finish di urutan pertama dengan selisih jarak kurang dari 1 ban dengan Spies. Benar-benar sangat tidak disangka. Tahun ini memang tahunnya Stoner.

Replay dari race epic ini dapat dilihat di video youtube berikut

Advertisements

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s