Safety on The Road (tragedi xenia)

Beberapa waktu yang lalu warga Indonesia dikejutkan oleh berita kecelakaan maut oleh mobil Xenia yang menabrak 12 pejalan kaki. Sampai saat saya menulis ini, 9 orang sudah dinyatakan meninggal, 3 lainnya masih dirawat di rumah sakit. Pemeriksaan oleh polisi menunjukkan kalau si supir sedang dalam pengaruh narkotika ketika mengemudi. Ketika hampir menabrak, bukannya menginjak rem, tapi malah menginjak pedal gas. Selain itu si supir juga tidak memiliki SIM dan STNK. Sehingga si supir dapat dijerat dengan dakwaan akumulatif, penyalahgunaan narkotika dan pelanggaran Undang-Undang Lalu Lintas.

The way I see it, she’s just running out of luck. Kenapa saya bilang begitu? Mungkin ini bukan pertama kalinya si supir bersikap lalai di lalu lintas, tapi baru kali ini saja kecelakaan, bahkan sampe timbul korban jiwa. Kelalaian di lalu lintas sudah sepantasnya dihadiahi kecelakaan, oleh karena itu, menurut saya, pengguna jalan yang lalai dan tidak kecelakaan itu sedang beruntung.

Sekarang, orang-orang sibuk men-judge, “si supir harus dihukum penjara yang lama”, bahkan ada yang bilang “dihukum mati saja”. Saya sendiri tidak peduli hukuman apa yang bakal diberikan kepada si supir, not my bussiness, egoisme karena saya tidak merasakan collateral damage-nya. Daripada memikirkan hukuman untuk pelaku, mengapa kita tidak memikirkan upaya untuk mencegah supaya kejadian seperti ini tidak terulang.

Kita tahu kalau kecelakaan ini terjadi karena kelalaian si supir, dan kelalaian itu disebabkan karena pengaruh narkoba. Jadi, jangan mengendarai kendaraan ketika dalam pengaruh narkoba. Kita tentunya sudah sering dengar istilah “Do not drive while you’re drunk”, jangan berkendara ketika sedang mabuk, ini juga harus dihindari. Selain itu, masih ada sumber-sumber kelalaian lainnya. Saya ambil contoh simpel yang sering saya perhatikan di jalanan. Jangan menyetir sambil menggunakan HP! Apa mereka gak sadar kalau tindakan ini membahayakan pengguna jalan lain? Kalau nerima sms tolong minggir dulu, berhenti di pinggir jalan, atau pakai handsfree untuk menerima telepon. Yang jelas, jangan alihkan pandangan dari jalan. Ketika anda tidak fokus pada jalan, anda akan meningkatkan resiko anda kecelakaan, dan membahayakan orang lain.

SAFETY FIRST

Advertisements

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s