Pagelaran Seni Budaya ITB 2012

Long weekend kemarin ditutup dengan acara Pagelaran Seni Budaya (PSB) ITB. PSB ITB adalah agenda dwitahunan dari Keluarga Mahasiswa (KM) ITB. Ini adalah PSB ketiga saya semenjak ada di kampus ITB. Ada yang berbeda dari PSB tahun ini, lokasinya. PSB yang lalu-lalu selalu berlokasi di lapangan CC kampus ITB, tapi PSB kali ini diadakan di sepanjang jalan ganeca depan kampus ITB. Sepertinya akhir-akhir ini acara KM sering diadakan di jalan ganeca, mungkin agar lebih menarik perhatian pengunjung, dibanding di dalam kampus yang tidak terlihat.

Acara dibagi kedalam 3 sesi, sesi pagi, siang, dan malam. Sesi pagi dimulai dengan pawai budaya di Car Free Day jl dago. Sepertinya ini bagian dari publikasi juga untuk menarik perhatian pengunjung CFD. Setelah itu acara dilanjutkan dengan perform dari tiap unit budaya di panggung yang telah disiapkan di jl ganeca. Karena satu dan lain hal, saya baru bisa datang siang hari, pukul 11 siang, bertepatan dengan akan tampilnya UBALA (bandar lampung). Seharusnya UBALA tampil pukul 10.30 siang, tapi karena acara di pawai molor, mereka baru bisa tampil pukul 11 ini. Untungnya molor, jadi saya bisa menonton penampilan dari teman saya Luki yang menari untuk UBALA. Setelah penampilan UBALA, dilanjutkan dengan penampilan dari LOEDROEK ITB, tari remo. Ternyata ada adik kelas saya, veladito, di sini. Wah, bisa nari juga dia. Sesi pagi diakhiri dengan penampilan dari UKA (aceh). UKA menampilkan tari saman dan tari rapai geleng (googling namanya dulu, haha). Saya sudah sering melihat tari saman, tapi ternyata tari rapai geleng tidak kalah menarik juga. Ada kejadian yang kurang enak saat penampilan tari rapai geleng ini, karena molornya acara, penampilan UKA ini sempat terpotong dengan adzan duhur. Mau tidak mau mereka pause sejenak di posisi yang kurang enak, haha.

Sambil menunggu sesi siang saya kembali ke lab dulu untuk beristirahat (masih kurang tidur). Ternyata saya tertidur cukup lama juga. Untungnya ketika kembali ke panggung PSB, saya cuma ketinggalan penampilan dari MBWG saja. Sesi siang ini, yang paling saya tunggu adalah penampilan rampak kendang dari LSS (sunda), tapi ternyata kali ini LSS hanya menampilkan sebuah tarian (duh, entah apa namanya). Saya sedikit kecewa, tapi masih berharap di sesi malam LSS akan menampilkan rampak kendang nya. Sebelum saya pergi mencari makan, saya sempat menonton penampilan dari UKM (minang). UKM menampilkan tari payung dan tari piring. Saat tari piring, beberapa kali ada piring yang jatuh dan pecah, ew. Tapi walaupun kondisi panggung bertebaran pecahan piring, mereka masih bisa menari dengan baik. Hmm, gak takut kakinya kena pecahan piring. Lalu ternyata di akhir tarian, masing-masing dengan sengaja memecahkan 1 piring dari tangannya, hoho.

Saya kembali ke PSB pada pukul 7 kurang, tapi ternyata sesi siang masih belum selesai. Saya sempat menonton penampilan dari MGG (bali) sebagai penutup. Tarian bali juga bagus, sepertinya saya memang lebih suka tari-tarian dengan tempo yang cepat. Setelah adzan Isya’, sesi malam dimulai. Penampilan pertama adalah aksi teatrikal Batara Garuda dari TPB FSRD feat Rian SR’05. Yang menarik dari penampilan ini adalah, efek lampunya. Kalau biasanya panggung menggunakan lampu halogen warna-warni, maka di Batara Garuda ini efek lampunya dihasilkan menggunakan OHP yang disorotkan ke panggung. Di atas OHP diletakkan piring transparan, lalu di tuangkan campuran (sepertinya) minyak dan kecap, lalu campuran itu di aduk-aduk dengan jari untuk menghasilkan efek bayangan yang bergerak-gerak, kreatif juga.

Penampilan kedua sesi malam dilakukan oleh TESLA. Saya kira ini nama band, ternyata itu adalah nama orang, Tesla Manaf Effendi, musisi (untung googling dulu). Pada penampilannya ini TESLA yang memainkan gitar melodi berkolaborasi dengan seorang pemain gitar bass, pemain keyboard, pemain suling dari UKM (minang), 2 penabuh kendang dari LSS, dan penyanyi dari UKA. Waah, ternyata musiknya keren, bisa memadukan alat musik daerah dan alat musik modern, menghasilkan musik yang enak didengar. Sepertinya bisa jadi pilihan yang bagus untuk musik instrument. Btw, karya-karya TESLA yang lain dapat didengarkan di website ini. O iya, ternyata LSS menampilkan rampak kendangnya sebagai bagian dari kolaborasi dengan TESLA. Walaupun bukan fullteam rampak kendang, tapi tabuhan kendangnya cukup menghibur juga.

Ada 1 lagi yang baru dari PSB kali ini, adanya Putra-Putri Budaya (PPB) ITB. Ternyata tiap unit budaya menyumbangkan 1 pasang delegasinya untuk mengikuti kompetisi ini. Bahkan ada sesi tanya jawab ala Putri Indonesia begitu untuk finalisnya. Untuk pria, dimenangkan oleh perwakilan dari LSS, dan untuk wanita dimenangkan oleh perwakilan dari UBALA. Lucunya, saat nama pemenang wanita disebut, mbak yang satu ini masih bengong. Lalu setelah beberapa detik baru dia sadar kalau yang disebut namanya. Haha. Mukanya memang terlihat polos-polos gimana gitu.

Penampilan berikutnya adalah kolaborasi I dari LS, STEMA, ITBJazz, dan Infinity. Mereka menampilkan aksi teatrikal dari STEMA, yang diiringi dengan modern dance dari Infinity, musik dari ITBJazz, dan pembacaan sajak dari LS.

Penampilan berikutnya adalah kolaborasi II dari MGG (bali), LSS (sunda), dan PSTK (jawa). Menurut saya, penampilan paling keren di PSB 2012 adalah kolaborasi ini. Mereka menampilkan semacam drama-drama dagelan, dengan tokoh-tokoh dari cerita rakyat masing-masing daerah. Diiringi dengan tari dan musik masing-masing daerah. Yang keren adalah, mereka bisa memadukan nada musik mereka yang berbeda, dan tetap terdengar bagus.

Hujan yang mulai turun tidak mengurangi jumlah penonton. Kolaborasi III adalah perpaduan budaya modern dan budaya tradisional lagi. Kali ini musik band dimainkan oleh Apres, yang mengiringi tarian adat UKSS (sulawesi selatan) dan UKIR (irian jaya). Ternyata tarian UKSS ini menarik juga, lucu, saya lupa namanya, tapi katanya, tarian ini dilakukan sebagai bentuk protes ke pemerintahan pada jaman dahulu. Tarian UKIR menarik juga bagi saya, mereka memiliki tempo dan gerakan yang enak.

Rangkaian acara PSB 2012 ini ditutup dengan kolaberaso besar 15 unit. Untuk melakukan kolaborasi ini, sepertinya  PSB dengan sengaja mendatangkan komposer. Sayangnya mereka hanya membawakan 1 lagu. Sampai berjumpa lagi (semoga ada kesempatan) 2 tahun kemudian PSB 2014.

Tari Saman PSB ITB 2012

Tari Piring PSB 2012

Batara Garuda (part 1) PSB ITB 2012

Batara Garuda (part 2) PSB ITB 2012

Advertisements

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s