what do you live for?

Ada suatu pepatah yang mengatakan “Someone who is not busy living, is busy dying”. Membuatku memikirkan, apa saja yang sudah kulakukan (bulatkan saja) 24 tahun ini. Is it living or is it dying? Dan ternyata, mayoritas masuk kategori dying. Dying itu gak enak, sengsara, apalagi kalau harus dying bertahun-tahun. Lebih baik kalau segera pindah ke state dead. But my consciousness won’t let me change my state easily.

Jadi, satu-satunya pilihan yang tersisa adalah get busy living. So, how do i get busy living? Karena dying itu gak enak, berarti living harus menyenangkan. So, what makes me really happy? Aku suka bermain, terutama main game. Jadi, anggap aja hidup ini adalah sebuah permainan. Salah satu komponen dalam game, adalah achievement. Sebelum game of life ini berakhir, setidaknya ada beberapa achievement yang ingin kudapat.

  • A Good Rider

Achievement ini sih rasanya sudah aku dapatkan. Lima tahun lebih sudah menjadi pengendara motor. Melewati kerasnya lalu lintas bandung. Aku bisa ngebut dengan menyenangkan kalau traffic sedang ramah. Mungkin, kalo bisa, aku ingin meng-upgrade ZX130R ini menjadi Ninja, atau lebih keren lagi BMW S1000RR.

  • A Good Drummer

Sejak kecil, aku merasa buruk di bidang seni. Gak ada satupun alat musik yang bisa kumainkan. Tapi setidaknya ada yang membuatku tertarik, yaitu bermain drum. Memainkan lagu-lagu bersama bandku. Aku belum detail memikirkan bagaimana aku mau mendapatkan achievement ini. Yang terpikir sekarang adalah, nanti kalau sudah punya banyak uang, aku akan membeli drum set ku sendiri, lalu bisa berlatih di rumah.

  • A Good Dancer

Tiap mendengar musik yang beat nya asik, rasanya ingin menggerakkan badan ini, berjoget. Tapi sampai sekarang hal itu gak pernah terjadi. Aku hanya menari dalam pikirin saja. Bagaimana caranya belajar menjadi dancer? Seperti orang-orang di film Step Up itu. Seenggaknya aku ingin bisa melakukan gerakan seperti mereka. Entah juga bagaimana merealisasikan ini. The nerd way, beli xbox dan kinectnya, lalu maen game dancing. Dan kalau punya banyak uang, aku ingin punya ruang koreografi di dalam rumahku, dengan kaca-kaca di semua sisi.

  • A Good Writer

Sejak kecil aku sudah hobi menulis. Mencoba membuat cerpen-cerpen sendiri. Mungkin ini akibat hobi yang lain, yaitu membaca. Tapi sekarang sudah lama aku tidak membaca novel, sehingga kemampuan menulis cerita tidak terasah. Setidaknya, agar kemampuan menulis tidak tumpul-tumpul amat, aku masih berusaha menulis blog. Menurutku, menulis dengan pena tetap lebih menyenangkan dibanding mengetik. Karena itu aku sampai punya TA logbook, yang ditulis dengan old fashioned way. Nantinya, aku ingin punya buku yang diterbitkan secara luas, dan banyak dibaca orang, kalau perlu sampai dibuat filmnya juga.

  • A Good Father

Bayangkan saja Ted Mosby dari serial How I Met Your MotherUntuk jadi seorang ayah, berarti harus punya istri dulu, dan mencari istri itu bukan hal yang gampang. Jangankan istri, cari pacar aja susah, damn, haha.

Advertisements

2 comments on “what do you live for?

  1. Johan says:

    jek tas ngerti aku mar nek awakmu iso maen drum

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s