menghindari tertabrak dari belakang

Sebagai seorang pengendara motor, sudah sepantasnya untuk selalu fokus. Tidak hanya menatap ke depan, tapi menyebar ke segala arah. Hal ini perlu untuk mengkalkulasi pergerakan objek-objek lain di jalan, dan bagaimana kita bereaksi atas aksi objek-objek tersebut. Tapi, mau berusaha bagaimanapun, tetap saja manusia memiliki keterbatasan arah pandang. Sebagai manusia normal, kita tidak dapat melihat apa yang ada di belakang kita. Peradaban manusia menghasilkan alat yang bernama spion. Dengan alat ini kita dapat melihat sebagian area di belakang kita. Walaupun begitu tampaknya tidak semua orang memanfaatkan spion ini dengan baik, what a waste.

Saya sendiri tidak setiap waktu menengok ke spion, paling-paling ketika akan bergeser jalur, berbelok, dsb. Hal ini tidak mencukupi kebutuhan merasa aman tidak ditabrak dari belakang. Setelah dilakukan analisis, kita dapat ditabrak dari belakang ketika kendaraan lain melaju lebih cepat dari kendaraan kita, dan kita yang melaju lebih lambat menghalangi jalur geraknya. Masalah sudah teridentifikasi, sekarang tinggal mencari solusinya. Bagi saya, solusi yang paling cocok adalah, dengan melaju lebih cepat dari kendaraan lain, sehingga saya tidak akan tertabrak dari belakang. Dengan asumsi saya melaju lebih cepat dari kendaraan lain, maka saya dapat mengeliminasi kebutuhan untuk melihat kebelakang.Tentu saja asumsi ini tidak bisa berlaku 100%, karena pasti ada saat-saat saya menjadi lebih pelan, untuk berbelok misalnya, dan masih banyak juga kendaraan-kendaraan yang berkapasitas mengebut lebih besar dari motor saya, ninja 150RR misalnya.

Solusi ini lebih baik daripada berdiam diri saja, mengharap orang lain dapat mengemudi dengan baik dan tidak menabrak kita. Menggantungkan nyawa pada kemampuan orang lain, ew. Ini adalah salah satu dari sekian banyak alasan mengapa saya suka mengebut, hehe.

Advertisements

8 comments on “menghindari tertabrak dari belakang

  1. si uman says:

    tapi tetep aja ada “blind spot” lho mar dari spion.. jangan ngerem atau belok mendadak deh 😀

    • Ngerem mendadak masih lebih bagus dari pada ngeles mendadak man, kalo ngeles bisa disamber kendaraan lain.

      • si uman says:

        aku pernah belok biasa aja (ke kanan sih) tetep disamber, padahal udah pake lampu sen -__- mana dianya malah nyalahin lagi..

        harus punya kesadaran masing-masing juga tiap pengendara ya.. ga bisa cuma kita aja..

        • Nah, makanya itu aku gak mau mengandalkan pada kesadaran pengendara lain. They will always unreliable. Dan, biar gak kesamber, aku harus lebih cepet dari yang ada di belakangku, hoho.

  2. Hendra H2c says:

    Ngebut? memang mengurangi kemungkinan untuk ditabrak dari belakang, tapi menambah peluang untuk nabrak yang didepan. Misalnya kalo yang di depan kita tau-tau ngerem mendadak.

  3. siwi says:

    jiah… ini bener-bener alternatif baru ceritanya *ngakak*

    iya kalo naik motor, kalo naiknya naik truk gimana mar? hahahahaha XD

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s