Dream #008

Dengan terburu-buru aku memasuki ruang tunggu dan duduk di sisi kanan. Hah huh hah huh, aku mencoba mengatur ritme nafasku. Aku melempar pandangan ke sekeliling, tetapi mataku langsung terhenti pada wanita di depanku. Rupanya sejak tadi dia terus memperhatikan gerak-gerikku. Dug! Jantungku tiba-tiba berdegup kencang. Aku kenal wanita itu. Seseorang dari masa laluku. Pikiranku bimbang, apakah sebaiknya aku menghampirinya, menyapanya? Di tengah kebingunganku, ternyata dia menyapaku duluan.

“Eh, mar, ada kamu, apa kabar?”

“Oh, eh, baik. Mmm, kamu terlihat lebih gemuk sekarang”

Pipinya merona, tersipu malu, senyum mengembang di wajahnya.

“Ah, masa sih? Badanku kelihatan berisi ya?”

“Engga, bukan itu. Tapi terlihat dari pipimu yang jadi lebih chubby.”

“Hahaha.”

“Terakhir kali kita ketemu, kamu kurus banget.”

Terakhir kali kami bertemu, dia masih membenciku. Kami hanya bertukar pandang, tanpa sapa.

“Iya, aku habis sakit itu.”

“Jaga kesehatan. Jangan sampai kurus lagi. Kamu terlihat lebih cantik seperti ini.”

Katy Perry – Wide Awake (Lyric Video)

Sepertinya sekarang sedang booming mempromosikan lyric video dahulu sebelum mengeluarkan official videonya. Beberapa lagu yang saya tahu mengikuti pola ini adalah, Gym Class Heroes ft. Adam Levine: Stereo Hearts, Maroon 5 ft. Wis Khalifa: Payphone, dan kali ini single terbaru dari Katy Perry. Konsepnya menarik, menggunakan facebook timeline. Apa karena promosi facebook timeline juga ya? Hmmm.

Katy Perry – Wide Awake (Lyric Video)

Stoner pensiun, Rossi dua tahun lagi

Mengejutkan memang. Kamis 17 Mei 2012 yang lalu, sebelum race Le Mans Circuit, Casey Stoner mengumumkan dirinya akan pensiun dari membalap di motoGP. Stoner masih akan meneruskan championship 2012 ini, tetapi musim berikutnya dia tidak akan bertanding lagi. Masih muda, jika dibandingkan dengan Loris Capirossi yang pensiun di umur 38, tahun lalu.

“After so many years of doing this sport which I love, and which myself and my family made so many sacrifices for, after so many years of trying to get to where we have gotten to at this point, this sport has changed a lot and it has changed to the point where I am not enjoying it. I don’t have the passion for it and so at this time it’s better if I retire now”

Banyak regulasi-regulasi motoGP yang berubah memang dari tahun ke tahun. Entah perubahan yang mana yang dimaksud oleh Stoner sehingga membuatnya tidak nyaman lagi di motoGP. Mungkin karena terlalu banyak campur tangan teknologi pada motor balap. Sehingga penentu kemenangan utama bukan skill pembalap lagi, tetapi juga karena teknologi pada kendaraan.

Tentang teknologi kendaraan ini, Stoner sering dicibir. Kemenangannya dianggap karena faktor motor yang lebih bagus. Kemenangannya di Ducati dulu dianggap karena Desmosedici memiliki power yang lebih tinggi dibanding motor lain. Memang, ketika itu motor Ducati sangat cepat di track lurus, tapi bukan hanya karena itu yang membuat Stoner menang. Coba lihat rekan satu timnya, Nicky Hayden. Motor yang basicly sama, tetapi prestasi yang berbeda. Ini bukti Stoner sanggup menjinakkan Desmosedici dengan skillnya. Rossi sendiri saat ini masih kesulitan menyesuaikan diri dengan Desmosedici GP12. Di Honda saat ini pun, prestasi Stoner lebih bagus daripada Dani Pedrosa yang telah lebih lama ada di Honda. Jadi, walaupun saya bukan fans Stoner, dan tiap race saya selalu mengatakan “Ayolah, siapapun asal bukan Stoner”, skill Stoner membalap tetap perlu diacungi jempol.

Sayangnya, tahun depan Stoner tidak akan membalap lagi. Pembalap-pembalap yang lain, dan dunia motoGP pasti sangat kehilangan dengan kepergian Stoner. Satu pembalap cemerlang pergi. Padahal saya menantikan saat-saat dimana Rossi bisa bersaing lagi dengan Stoner seperti dulu. Seperti aksi overtaking Stoner-Rossi di race Le Mans kemarin.

Di lain pihak, Rossi menyatakan keinginannya untuk terus membalap di motoGP minimal 2 tahun lagi. Menepis berita tentang dirinya yang akan pensiun.

“For me it’s very difficult to understand where the news starts because I never speak about my retirement, and I want to race in MotoGP for the next two years for sure,” said the Italian.

Sumber:

http://www.motogp.com/en/news/2012/Casey+retirement

http://www.motogp.com/en/news/2012/Rossi+plans+at+least+two+more+years+in+MotoGP

http://www.motogp.com/en/news/2012/france+lemans+pre+event+press+conference

Rossi is back! Juara 2 di sirkuit Le Mans, Prancis

Akhirnya, setelah penantian selama 1 tahun lebih. Valentino Rossi kembali naik ke podium. Kali ini race motoGP 2012 di sirkuit Le Mans, Prancis dijuarai oleh Jorge Lorenzo, Rossi di posisi kedua, dan Casey Stoner di posisi 3. Stoner sedikit kurang beruntung, sehingga harus finish di posisi 3 saja. Sedangkan Lorenzo, mengutip kata-kata komentator tadi, “He disappear in the front”, sejak awal race di posisi depan, tidak terkejar.

Menurut saya, ada beberapa faktor yang menyebabkan Rossi bisa mencapai posisi 2 pada race kali ini.

  • Rossi memiliki track record yang bagus di sirkuit Le Mans

Pada motoGP 2008 Rossi menjuarai race bersama yamaha. Lalu di tahun 2009, Rossi kurang beruntung karena jatuh keluar sirkuit. Di tahun 2010 bersama yamaha Rossi mendapatkan posisi ke-2. Lalu tahun lalu, motoGP 2011, Rossi mempersembahkan satu-satunya podium untuk Ducati dengan merebut posisi ke-3. Jadi bisa dikatakan Rossi sudah hapal dengan karakteristik sirkuit Le Mans ini.

  • Rossi sudah menemukan setting yang pas untuk Desmosedici GP12-nya

Pada race sebelumnya di portugal, Rossi mencoba settingan yang sama dengan Nicky Hayden. Lalu mencoba mengubah gaya membalapnya. Perubahan itu memberi hasil positif, Rossi bisa finish di posisi 7, posisi terbaik yang dicapai Rossi sebelumnya. Selain itu jarak antara Rossi dengan posisi terdepan (Casey Stoner) sebesar 26 detik dianggap Rossi sebagai hasil yang positif.

  • Wet race

Beberapa race sebelumnya, penampilan Rossi di sesi latihan saat kondisi track basah lebih bagus dibanding track kering. Tapi ketika race dinyatakan dry race, Rossi tercecer di belakang. Mungkin karena track yang basah membuat rider-rider lain menjadi lebih berhati-hati dan menjadi lebih lambat.

  • Hilangnya pressure dari Dovisioso & Crutchlow

Pada awal race, Rossi berebut posisi ketiga bersama dengan Dovisioso dan Cructhlow. Akhirnya pada lap ke-18, Crutchlow melakukan kesalahan dan jatuh keluar jalur, menyisakan Rossi bersaing dengan Dovisioso saja. Lalu pada lap ke-25 giliran Dovisioso yang harus terlempar jatuh keluar jalur. Hilangnya Dovisioso dan Crutchlow dari persaingan memperebutkan tempat ketiga tentunya membuat Rossi bisa lebih fokus mengejar Stoner di depannya.

  • Stoner terhalang oleh Yonny Hernandez

Bisa dibilang ini adalah ketidakberuntungan Stoner. Sejak pertengahan race, sudah mulai terjadi adegan overlap. Lalu pada saat race tersisa 5 lap lagi, Stoner harus terhalang oleh Yonny Hernandez yang tidak sadar Stoner sudah ada di belakangnya. Terhambatnya Stoner memberikan kesempatan untuk Rossi memperkecil gap. Akhirnya sisa 3 lap terakhir terjadi aksi overtaking antara Rossi dan Stoner. Pertarungan kedua rival ini akhirnya dimenangkan oleh Valentino Rossi.

 

sumber foto: http://motogprace.wordpress.com/2012/05/20/hasil-balapan-le-mans-prancis/

Darks Shadow (2012)

Dark Shadow (2012)

Rating: 6.6 from 10,100 users
Director: Tim Burton
Writer: Seth Grahame-Smith, John-August
Stars: Johnny Depp, Michelle Pfeiffer, Eva Green, Helena Bonham Carter, Chloë Grace Moretz
Genres: Comedy, Fantasy

An imprisoned vampire, Barnabas Collins, is set free and returns to his ancestral home, where his dysfunctional descendants are in need of his protection.

Lagi lagi film “paket” dari sutradara Tim Burton. Yang saya maksud dengan paket adalah artis-artis yang bermain dalam film ini. Johnny Depp dan Helena Bonham Carter, Sepertinya mereka memang artis favorit Tim Burton. Mengingatkan saya pada “paket” Christopher Nolan-Christian Bale.

Dua hal yang membuat saya tertarik dengan film ini. Pertama, nama besar Tim Burton dan Johnny Depp. Kolaborasi mereka menghasilkan film-film yang bagus, salah satunya Edward Scissorhand (1990), film jadul tapi benar-benar keren. Alasan kedua adalah Chloë Grace Moretz, artis cilik yang cantik sekaligus imut. Hampir semua filmnya sudah saya tonton.

Pertama kali melihat trailernya, 1 menit pertama, wah sepertinya ini film thriller. Barnabas Collins (Johnny Depp), seorang kaya raya yang dikutuk menjadi vampire oleh Angelique Bouchard (Eva Green), karena cintanya ditolak. Barnabas lalu dikubur hidup-hidup oleh penduduk setempat. Setelah 220 tahun terkubur dalam kegelapan, akhirnya Barnabas bisa bebas. Ketika kembali ke rumahnya, Barnabas mendapati rumahnya dalam keadaan yang sangat buruk. Walaupun keturunannya masih tinggal di rumah itu, tapi mereka mulai jatuh miskin. Bisnis pengalengan ikan milik keluarga Barnabas telah kalah oleh perusahaan pesaingnya, Angel Bay. Ternyata pemilik usaha Angel Bay ini adalah Angelique yang terus bereinkarnasi selama beberapa generasi. Kali ini, Barnabas harus menyelamatkan keturunannya dari kebangkrutan, sekaligus membalas dendam kepada Angelique.

Ternyata film ini mengusung komedi sebagai elemen utama. Tingkah barnabas yang harus menyesuaikan di zaman baru menjadi hal yang kocak. Tapi dari segi cerita, film ini menjadi kurang menarik. Endingnya terasa terlalu simpel. Tokoh-tokoh dari keluarga Barnabas yang memberi kesan “sepertinya mereka memiliki cerita masa lalu yang vital” tapi tidak sempat diceritakan dengan detil karena keterbatasan durasi film. Ini mungkin akibat film Dark Shadow ini diangkat dari sebuah serial televisi House Of Dark Shadow (1970). Sehingga terasa cerita 1 season yang dimampatkan menjadi 1 film.

Terlepas dari ceritanya, film ini menampilkan akting-akting yang unik dan kostum-kostum yang unik pula. Seperti film-film Tim Burton lainnya, Charlie and The Chocolate Factory (2005), dan Alice in Wonderland (2010). Dan yang terpenting adalah Chloë Grace Moretz yang terlihat cantik. Dandanannya membuat saya bergumam “Wow, walaupun masih 15 tahun, tapi tidak terlihat seperti anak kecil lagi”.

Mirror Mirror (2012)

Mirror Mirror (2012)

Rating: 5.8/10 from 8,746 users
Director: Tarsem Singh
Writers: Jason Keller, Marc Klein
Stars: Lily Collins, Julia Roberts, Armie Hammer
Genres: Adventure, Drama, Comedy, Fantasy

An evil queen steals control of a kingdom and an exiled princess enlists the help of seven resourceful rebels to win back her birthright.

Film ini adalah salah satu dari 2 film tentang legenda snow white yang muncul tahun ini. Film yang satu lagi berjudul Snow White And The Huntsman. Bedanya, film ini memiliki genre utama drama komedi, sedangkan yang satunya lagi action (setidaknya itu kesan yang saya dapat dari trailernya). 

Saya sendiri tidak benar-benar tahu legenda Snow White ini, yang saya tahu hanya seorang putri yang tertidur karena diberi apel oleh nenek sihir. Selama tertidur, tubuh Snow White dijaga oleh 7 kurcaci. Akhirnya Snow White sadar ketika dicium oleh pangeran. Teman menonton saya terpaksa harus menceritakan kisahnya kepada saya. Bahkan dia hafal nama-nama ketujuh kurcacinya.

Ternyata cerita Snow White di film ini tidak benar-benar seperti legenda aslinya. Ada banyak modifikasi di cerita ini. Misalnya nama-nama kurcacinya diganti, walaupun personality-nya tetap. Lalu event dimana Snow White memakan apel pun diubah. Dan yang paling saya rasakan berbeda di film ini adalah, bukannya Snow White yang menjadi damsel in distress, tapi si pangeran yang perlu diselamatkan oleh Snow White. Lalu, mungkin karena sutradaranya orang india, film ini menyuguhkan tarian india.

Overall, saya suka film ini karena selain komedinya yang kocak, alur ceritanya juga bagus.

Roses (2012) – Album baru The Cranberries

Gak nyangka, setelah bertahun-tahun vakum (bubar malahan kalo gak salah), personel-personel The Cranberries berkumpul kembali. Kali ini mereka mengeluarkan album yang berjudul Roses. Edisi normalnya sih cuma berisi 11 lagu, tapi di edisi deluxe nya ada beberapa lagu tambahan. Band ini termasuk salah satu band favorit saya, terutama karena suara vokalisnya yang khas.

Single pertama mereka berjudul Tomorrow, video klipnya sudah wira-wiri di YouTube sejak beberapa bulan yang lalu, albumnya memang sudah keluar sejak februari kemarin sih. Tapi sampai sekarang mereka belum memilih single keduanya. Begitu mendapatkan albumnya, playlist langsung saya ganti ke album ini saja, lalu saya putar album ini seharian. Setelah berkali-kali mendengar, akhirnya ada beberapa lagu yang paling saya suka, yaitu Schizophrenic Playboy, Fire & Soul, So Good. Lagu-lagu itu lebih saya sukai ketimbang single pertamanya. Semoga mereka menjadi single-single berikutnya dan muncul video klipnya.