Lampu-lampu Motor

Kemarin saya baru saja dari bengkel untuk mengganti beberapa sparepart. Lampu jauh motor saya sudah lama mati dan hanya menyisakan lampu dekat. Dan ternyata kemarin pagi saya baru sadar kalau lampu rem saya juga mati, wew, bahaya ini. Untuk penggantian lampu-lampu saja menghabiskan ongkos Rp 100.000 lebih, holy shit! Harga yang tidak masalah untuk dibayar demi safety. Oleh karena itu kali ini saya ingin berbicara tentang lampu-lampu motor, terkait safety dan sebagainya. (Tadinya post ini berjudul lampu kendaraan bermotor, tapi saya minim pengetahuan karena saya tidak berpengalaman mengendarai kendaraan bermotor lain.

  • Lampu Depan / Lampu Utama

Dulunya, lampu depan ini hanya dinyalakan ketika malam hari, tapi sejak berlakunya UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 107 ayat 2 “pengemudi sepeda motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari”, lampu depan juga harus menyala pada siang hari. Untuk meningkatkan kewaspadaan katanya.

Lampu depan ini umumnya diatur oleh dua saklar, saklar on-off dan saklar untuk mengganti antara mode dekat atau jauh (orang lain menyebutnya lampu biasa dan lampu besar). Lampu dekat menerangi area yang lebih dekat dengan motor, baik digunakan ketika motor dalam kecepatan rendah. Tetapi ketika berkendara dengan kecepatan tinggi, lebih baik menggunakan lampu jauh, karena ketika mengebut fokus mata biasanya berada di titik yang jauh dari motor. Beberapa orang mengeluhkan lampu jauh yang kadang menyorot mata. Saya memang kadang merasa tersorot oleh lampu motor, tapi tidak bisa memastikan apa memang karena lampu jauh, atau kebetulan (karena miringnya jalan) cahaya lampu jatuh di mata saya.

Beberapa orang mengganti lampu depannya dari warna kuning menjadi putih, agar lebih terang alasannya. Walaupun secara undang-undang hal ini sah-sah saja, namun saya tidak menganjurkan untuk dilakukan. Lampu depan yang berwarna putih lebih silau dibanding warna kuning. Atau agar lebih terang, beberapa orang mengganti dengan bohlam kuning yang lebih terang. Ini juga tidak saya sarankan karena bohlam yang lebih terang (biasanya) memiliki watt yang lebih tinggi. Saya tidak mengerti apakah watt yang lebih tinggi ini bisa diterima dengan baik oleh motor atau tidak (mungkin jadi lebih cepat putus), jadi sebaiknya gunakan bohlam orisinil saja.

Lampu depan yang mati sangat membahayakan. Kita jadi tidak sadar kalau dari arah berlawanan ternyata ada kendaraan karena lampunya mati. Karena itu, ketika lampu depan mati segeralah menggantinya.

  • Lampu Rem / Lampu Belakang

Lampu rem ini memiliki 2 mode. Mode pertama, ayah saya menyebutnya lampu kota, yang menyala ketika saklar untuk lampu depan di on kan. Nyalanya tidak terlalu terang, tapi cukup untuk dilihat pada malam hari. Fungsinya untuk memberi tahu posisi kendaraan kita kepada kendaraan-kendaraan lain di belakang. Mode kedua menyala ketika kita mengerem. Nyalanya lebih terang. Fungsinya tentu saja untuk memberi tahu kalau kita sedang mengerem.

Standardnya nyala lampu rem ini berwarna merah. Warna merah ini bukan berasal dari bohlamnya, tetapi dari mika merah yang melapisi lampu rem. Bohlamnya sih berwarna kuning. Mika tersebut memendarkan warna merah sehingga nyala lampu rem menjadi lebih terang. Beberapa orang melakukan modifikasi lampu rem justru membahayakan. Misalnya, menutupi lampu rem dengan warna hitam lalu dimotif simbol batman, sehingga nyala lampu rem terbatasi. Mengganti mika merah dengan mika bening sehingga nyala lampu rem berwarna kuning. Hal ini paling membahayakan karena, pertama, warna kuning saat mengerem sangat menyilaukan mata, bisa-bisa kendaraan di belakang telat mengerem. Kedua, normalnya warna kuning adalah lampu depan, karena itu dapat diasumsikan kendaraan tersebut melaju mendekati kita, tapi ternyata motor yang lampu remnya berwarna kuning bergerak menjauhi kita.

Lampu rem yang mati juga sangat membahayakan. Selain tidak bisa memberitahu posisi motor kita saat kondisi gelap, tetapi juga membuat kita tidak bisa memberi tanda ke kendaraan di belakang ketika kita mengerem. Hal ini dapat menyebabkan efek tabrakan beruntun. Jika matinya lampu depan bisa segera disadari, lain cerita dengan lampu belakang. Kalau saya tidak dengan sengaja mengecek lampu rem sebelum naik motor saya tidak akan sadar. Dan entah sudah berapa lama lampu rem ini mati. Andai saja pengemudi di belakang saya berbaik hati memberi tahu saya kalau lampu rem saya mati, tapi saya sendiri merasa sungkan untuk memberi tahu pengendara lain kalau lampu remnya mati, takut mereka malah tersinggung. Solusi yang terpikir ada dua. Pertama, pengecekan berkala, dan yang kedua, adanya indikator kondisi lampu rem pada panel depan (panel indikator speedometer dll).

  • Lampu Sein / Lampu Riting

Umumnya lampu sein berfungsi sebagai indikator ketika kendaraan akan berbelok. Tapi selain itu, lampu sein juga berfungsi sebagai indikator kendaraan yang akan berpindah jalur, biasanya hal ini dilakukan oleh mobil, tapi tidak ada salahnya motor juga melakukan hal ini. Selain itu, lampu sein juga saya nyalakan ketika saya akan menyalip kendaraan (biasanya mobil atau kendaraan yang lebih besar lainnya) di depan saya.

Lampu sein berwarna kuning, namun dapat dibedakan dari lampu depan karena nyalanya yang berkedip dalam interval tertentu. Lampu sein yang tidak berkedip membuat orang lain jadi tidak tahu kalau kita ternyata berbelok.

Umumnya orang jarang melakukan modifikasi pada lampu sein. Bahaya justru datang dari kebiasaan pengendara, yaitu:

  1. Tidak menyalakan lampu sein ketika berbelok. Entah mengapa untuk hal ini kesadaran orang Indonesia sangat kurang sekali. Kalau saya perhatikan, lebih dari 50% pengendara tidak menyalakan lampu sein ketika berbelok. Saya sendiri membiasakan untuk selalu menyalakan lampu sein ketika berbelok, bahkan di jalan satu arah yang belokannya sudah pasti ke kiri/kanan saja saya tetap menyalakan lampu sein.
  2. Lupa mematikan lampu sein setelah berbelok. Pengendara yang melakukan ini lebih sedikit dibanding yang melakukan kebiasaan #1, mungkin karena sejak awal mereka tidak menyalakan lampu sein, haha. Kebiasaan ini dapat dikurangi dengan mengecek panel indikator apakah lampu sein masih menyala atau tidak.
  3. Menyalakan lampu sein, tapi berbelok ke arah sebaliknya. Ini yang lebih parah berbahaya. Biasanya kondisi ini terjadi akibat kombinasi kebiasaan #2 yang dilanjutkan kebiasaan #1.

Kebiasaan-kebiasaan jelek itu menyebabkan kesalahan informasi yang diterima oleh kendaraan lain, dan bisa berujung pada kecelakaan.

Pada blog seseorang saya menemukan opini fungsi lain dari lampu sein:

Nah kali ini saya akan sedikit membahas tentang fungsi lampu riting.
Lampu ini memang menjadi bagian yang paling penting saat berkendara, karena menjadi petunjuk kemana kendaraan itu akan pergi. Apa yang terlintas di pikiran anda, apabila lampu riting kiri menyala tapi kendaraan di depan anda malah ke kanan???
Jengkel, kaget, marah – marah, atau malah… (gak usah diteruskan)???
Anda harusnya bersyukur, karena kendaraan di depan anda berusaha memperingatan anda, agar anda tidak melalui jalan kiri, yang mungkin berlubang atau mungkin ada kendaraan yang berwarna gelap yang hendak menyeberang jalan (kalau di Indonesia melintasi jalan di sebelah kanan). Apalagi kejadiannya malam hari, terasa menyebalkan memang, tapi lebih baik lecet sedikit daripada jungkir balik.
Jadi, penggunaan lampu riting tidak selalu “Hendak Menuju” tapi kadang berarti “Jangan Menuju”. Maka dari itu, tingkatkan kewaspadaan di malam hari dan juga jaga ketenangan saat mengemudi. Terutama bagi pengendara yang melakukan perjalanan jauh.

sumber: http://pure-my-do.blogspot.com/2012/06/fungsi-lampu-riting-baru-tau.html

Menurut saya hal itu jangan dilakukan. Jika fungsi “Jangan Menuju” diakui, maka pengendara lain akan bingung, sebenarnya ke arah mana kendaraan itu bergerak. Biarlah tetap berfungsi “Hendak Menuju”, dan soal menghindari jalan berlubang jadi tanggung jawab kewaspadaan masing-masing.

  • Lampu Variasi

Terkadang, agar tampak keren, beberapa orang memodifikasi motornya dengan menambahkan lampu yang berkelap-kelip dan sebagainya. Modifikasi ini tidak perlu dan seringnya malah membahayakan pengendaraan lain karena adanya cahaya lampu yang tidak perlu dan biasanya menyilaukan mata.

Kesimpulannya, gunakan lampu-lampu yang standard dengan cara yang standard saja demi amannya berkendara.

Advertisements

A little detour before the most awaited movie, The Dark Knight Rises

Pada tanggal 20 July 2012 bulan depan, film yang paling saya tunggu di tahun 2012 akan muncul, The Dark Knight Rises. Yang membuat film ini menarik adalah, selain ini adalah ending dari trilogy Batman, tetapi juga karena disutradarai oleh Christopher Nolan. Film-film Nolan selalu membekas dalam ingatan saya, The Dark Knight (2008), Memento (2000), The Prestige (2006), Inception (2010), dan setelah 2 tahun akhirnya saya akan menyaksikan karya lainnya lagi.

Sambil menunggu tayangnya The Dark Knight Rises, saya mencoba “bernostalgia” dengan film-film Batman jadul dulu. Saya beri tanda kutip karena dari keempat film itu hanya satu yang pernah saya tonton sebelumnya (Batman Return). Berikut ini reviewnya:

Batman (1989)

Rating: 7.6/10 from 150,961 users
Director: Tim Burton
Writers:  Bob Kane, Sam Hamm
Stars: Michael Keaton, Jack Nicholson, Kim Basinger
Genres: Crime, Fantasy, Thriller

The Dark Knight of Gotham City begins his war on crime with his first major enemy being the clownishly homicidal Joker.

Film Batman yang pertama ini menampilkan Joker sebagai tokoh villainnya. Di film ini asal muasal wajah seram Joker diceritakan. Jack Napier, tangan kanan dari Boss Grissom, kriminal besar di Gotham secara tidak sengaja jatuh dalam cairan kimia saat bertemu dengan Batman. Membuat wajahnya rusak sehingga harus dioperasi plastik, namun syaraf-syarafnya yang rusak menyebabkan ekspresinya selalu tersenyum. Jack Napier lalu menggunakan alias Joker menjadi kriminal baru menggantikan Boss Grissom dan menebar terror di Gotham.

Di lain pihak, Gotham yang hanya dilindungi oleh komisaris polisi Jim Gordon dan jaksa Harvey Dent harus kebingungan dengan munculnya sosok Batman. Apakah Batman itu teman atau lawan. Pada akhirnya setelah mengalahkan Joker, Batman menawarkan diri menjadi pelindung Gotham dengan memberikan Bat Signal kepada kepolisian.

Kemunculan Joker dan Harvey Dent membuat saya membandingkan dengan The Dark Knight. Di film ini Harvey Dent sampai akhir cerita tetap menjadi baik, sedangkan di The Dark Knight Harvey Dent berubah menjadi Harvey Two Face. Karena itu fokus villainnya ada pada Joker.

Joker pada kedua film tersebut diperankan dengan sangat baik oleh Jack Nicholson dan Heath Ledger. Joker versi Heath Ledger memberi kesan psikopat karena script Jokernya (dan Heath Ledger sukses memerankannya) sedangkan Joker versi Jack Nicholson memberi kesan psikopat karena tokoh Jack Nicholsonnya.

Kedua sutradara adalah sutradara yang besar. Keduanya sama-sama memberi tema suram pada film ini. Tim Burton dengan kostum-kostum uniknya, dan Christopher Nolan dengan alur cerita yang mengejutkan. Kedua film layak diacungi jempol.

Batman Returns (1992)

Rating: 6.9/10 from 114,066 users
Director: Tim Burton
Writers:  Bob Kane, Daniel Waters
Stars: Michael Keaton, Danny Devito, Michelle Pfeiffer
Genres: Action, Crime, Fantasy, Thriller

When a corrupt businessman and the grotesque Penguin plot to take control of Gotham City, only Batman can stop them, while the Catwoman has her own agenda. Continue reading

Tobey Maguire vs Andrew Garfield, who’s the better Spiderman?

Trilogy Spiderman yang pertama menampilkan Tobey Maguire sebagai Peter Parker. Tapi kali ini, memulai lagi kisah Spiderman dari awal, The Amazing Spider-Man (2012) menampilkan Andrew Garfield sebagai Peter Parker.

Pemilihan Andrew Garfield memunculkan keraguan, karena Andrew adalah seorang British, padahal Spiderman adalah superhero amerika. Bukan bermaksud rasis, hanya saja melihat peran Andrew Garfield di film The Imaginarium of Doctor Parnassus (2009) dan Never Let Me Go (2010), logat British-nya kental sekali. Entah apakah hal ini akan menjadi gangguan ketika melihat aksi Peter Parker, kita lihat saja nanti.

Peter Parker yang diperankan oleh Tobey adalah seorang remaja yang pemalu dan object bully. Tapi Peter Parker yang diperankan oleh Andrew (hasil melihat trailernya) adalah remaja jenius, banyak omong, dan agak-agak nakal. Saya pribadi lebih menyukai karakter Peter Parker/Spiderman yang sekarang, karena karakternya lebih mirip dengan kartun Spiderman yang saya tonton saat masih kecil.

The Amazing Spiderman – Official Trailer #3 (2012) [HD]