The Amazing Spider-Man (2012)

The Amazing Spider-Man (2012)

Rating: 7.7/10 from 77,709 users
Director: Marc Webb
Writers: James Vanderbilt, Alvin Sargent
Stars: Andrew Garfield, Emma Stone, Rhys Ifans
Genres: Action, Fantasy, Adventure, Thriller

Peter Parker finds a clue that might help him understand why his parents disappeared when he was young. His path puts him on a collision course with Dr. Curt Connors, his father’s former partner.

Spoiler Alert!

Waw, basi banget baru nulis ini sekarang. Sebenarnya draftnya udah lama, tapi baru ada mood ngelanjutin lagi sekarang. Film ini jadi salah satu film yang paling saya tunggu tahun 2012 ini. Bahkan saya sampai menonton film ini 2x, yang kedua versi 3Dnya.

The Amazing Spider-Man ini bukan lanjutan dari trilogi Spiderman sebelumnya. Film ini adalah reboot, ceritanya diulang kembali. Dibanding reboot Batman & Superman, rentang waktu reboot Spiderman ini lebih singkat. Membuat orang-orang jadi lebih mudah untuk membanding-bandingkan Spiderman versi Sam Reimi dan versi Marc Webb ini.

The Peter Parker. Cerita bermula dari masa kecil Peter Parker (Andrew Garfield). Karena suatu hal, kedua orang tua Peter harus menitipkan Peter di bawah asuhan pamannya, paman Ben. Setting lalu berpindah ke masa remaja Peter. Kehidupan masa SMA Peter, sebelum dia menjadi Spiderman. Peter tetap menjadi anak yang tidak populer, tapi setidaknya Peter bukan anak cupu objek bully. Buktinya, Peter berani menantang Eugene Flash, tukang bully di sekolahnya.

The Girlfriend. Film ini menampilkan Gwen Stacy (Emma Stone) sebagai pacar pertama Peter. Gwen adalah anak dari George Stacy, kepala polisi di kotanya. Terlepas dari akting Emma Stone yang bagus, menurut saya proses jatuh cinta Gwen kepada Peter berjalan terlalu cepat. Menurut teman saya, di versi komiknya, Gwen tidak pernah tahu jati diri Spiderman, tapi di film ini Peter memberi tahu rahasianya kepada Gwen. Something, i’m sure, he will regret in the future.

The Power. Peter tergigit oleh laba-laba mutant di perusahaan Oscorp. Laba-laba tersebut adalah hasil riset dari ayahnya sebelum meninggal di kecelakaan pesawat. Setelah tergigit, Peter mulai merasakan perubahan pada dirinya. Mula-mula indra laba-laba (detektor bahaya), menjadi lebih gesit, dan telapak tangannya menjadi lengket pada benda-benda yang dipegangnya. Perubahan selanjutnya adalah indra menjadi lebih tajam, dan kekuatan meningkat. Yang berbeda dari film sebelumnya, dan sama dengan versi komiknya, Peter tidak bisa mengeluarkan jaring laba-laba dari tangannya. Kekuatan ini sempat Peter gunakan untuk membalas kelakuan Eugene dan mempermalukannya.

The Beginning of Spiderman. Setelah kematian paman Ben, peter menggunakan kekuatannya untuk mencari pelakunya. Dalam proses pencarian ini kostum Spiderman mulai terbentuk. Mula-mula hanya topeng dan kacamata. Lalu mulai membuat kostum penuh dari bahan spandex. Jaring laba-labanya pun Peter membuat device sendiri dengan menggunakan teknologi Oscorp. Peter yang tadinya menggunakan kekuatannya untuk alasan balas dendam mulai merubah tujuannya, untuk menolong orang, setelah merasakan kesenangan menyelamatkan nyawa seorang anak kecil.

The Enemy. Film ini memperkenalkan The Lizard sebagai villain. Dr. Curt Connor (Rhys Ifans) adalah partner kerja ayah Peter di Oscorp. Pencarian Peter atas masa lalunya mempertemukannya dengan Dr. Connor. Peter lalu membantu research Dr. Connor untuk cross-species genetics. Dr. Connor lalu menggunakan dirinya sebagai kelinci percobaan untuk menumbuhkan tangannya yang hilang dengan bantuan gen dari kadal. Percobaan ini berhasil menumbuhkan tangannya, tapi memberi efek samping yang merubah seluruh tubuh Dr. Connor menjadi kadal raksasa yang agresif. The Lizard lalu berusaha mengubah seluruh kota menjadi mutant seperti dirinya.

The Geek and The Bad Boy. Dua hal yang membuat saya lebih menyukai Spiderman ini daripada versi sebelumnya adalah kedua karakter itu. Film ini menampilkan sisi geek dari Peter Parker. Alat penutup pintu otomatis, lalu police radio scanner, dan yang terpenting adalah alat pelontar jaring laba-laba. Bahkan menurut teman saya, kepintaran dari Peter Parker ini dapat menandingi kepintaran dari Tony Stark a.k.a Iron Man. Sisi bad boy peter ini membuatnya tidak segan menggunakan kekuatannya untuk mem-bully Eugene. Bahkan ketika menjadi Spiderman dia masih suka bercanda dengan polisi, penjahat-penjahat kecil yang ditangkapnya, dan The Lizard. Karakter ini mengingatkan saya pada kartun Spiderman yang saya tonton ketika saya masih kecil.

Wah, menulis tentang The Amazing Spider-Man membuat saya jadi ingin menontonnya lagi. Kapan ya versi rip nya muncul, hoho.

Advertisements
This entry was posted in Movies.

3 comments on “The Amazing Spider-Man (2012)

  1. bhellabhello says:

    hasil blogwalking nemu blognya maru deh. tukeran link yaaah 😉

    kalo aku, berbalik 180derajat sm pendapat kamu, mar. sungguh kecewa sama film ini. IMHO, not as amazing as I thought. sebenernya oke sih ada ditonjolin bagian pengembangan karakter si peter, his love life, & bgmna peter can make his own decision. sayangnya menurut aku, “kadar”-nya terlalu berlebihan. so, I felt like watching teenage movie. I mean, it is a superhero movie, hehe 😀

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s