dream or reality

Obrolan di hari minggu kemarin, singkat cerita, kira-kira seperti ini.

Me: Eh, Premium Rush udah tayang tuh, kamis besok ya kita nonton.

Friend: Ah, jangan kamis, rabunya aku mesti tes ke Jakarta, takutnya belum balik. Senin aja gimana?

Me: Ok, senin besok kalo gitu. Aku yang pesenin tiketnya aja pake blitzcard.

Friend: Ok, cari yang di atas jam 6 ya.

Setelah akhirnya ada koneksi internet, aku langsung ke website-nya. Tapi alangkah kagetnya ternyata Premium Rush belum tayang.

Me: Eh, eh, kok pas aku cek ternyata Premium Rush belum tayang ya. Hmm, trus aku dapet notifikasi kalo Premium Rush udah tayang dari mana ya?

Friend: Dari emailmu mungkin.

Me: Udah aku cek ke email juga, dan gak ada. Wah, masa notifikasi Premium Rush tayang itu cuma dalam mimpiku tadi pagi.

Friend: Hahaha, parah kamu, sampe mimpi kaya gitu.

The borderline between dream and reality getting more and more thinner.

ingin sehat? gunakan tangga

Stiker tersebut terpasang di elevator di gedung elektro di kampus saya. Sebuah anjuran untuk menggunakan tangga daripada elevator agar lebih sehat. Secara arsitektur, bangunan ini memiliki 5 lantai, dari basement sampai ke lantai 4. Tangga pun terletak tepat di depan elevator ini, tidak seperti mall-mall yang lokasi eskalator dan elevatornya (biasanya) berjauhan. Elevator ini biasanya hanya mampu menampung 4-5 orang saja. Karenya minimnya kapasitas, sedangkan orang-orang yang ingin menggunakan elevator banyak, maka ada aturan tidak tertulis, seperti:

  1. Sebaiknya gunakan tangga jika hanya naik 1 lantai.
  2. Sebaiknya gunakan tangga untuk turun.

Jadi, seperti yang dianjurkan oleh stiker itu, gunakan tangga jika ingin sehat. Oh ya, ada hal menarik yang ingin saya bahas di sini. Tentang persepsi menerjemahkan anjuran ini. Saya melihat ada 3 kemungkinan orang menerjemahkan anjuran ini.

Pertama, versi orang biasa. Orang biasa akan mengikuti anjuran ini dengan cara menggunakan tangga dalam keadaan apapun, bahkan untuk naik dari basement sampai ke lantai 4. Kedua, versi orang teliti. Orang yang teliti akan melihat, bahwa pada gambar tersebut, orang itu sedang menuruni tangga, jadi orang yang teliti akan menggunakan tangga ketika turun saja. Ketiga, versi orang gila. Nah, untuk orang yang ini, dia akan melihat bahwa agar sehat, maka seseorang harus menggunakan tangga untuk naik, dan berjalan mundur. Haha.

it’s rainy and i don’t like it

Hari ini, lagi-lagi Bandung diguyur hujan deras. Entah apakah memang sekarang sudah memasuki musin penghujan, atau memang sedang ada anomali cuaca saja. Saya perhatikan, teman-teman di facebook banyak yang mengucap syukur atas hujan ini. I’m not one of them. Sebagai pengendara motor, hujan adalah mimpi buruk. Saya katakan demikian karena beberapa hal, yaitu:

  1. Jalanan menjadi licin, membuat ban motor lebih mudah selip, sehingga saya tidak bisa mengebut seperti biasanya.
  2. Kebasahan di jalan. Walaupun sudah menggunakan jas hujan, tetap saja ada air yang merembes membasahi pakaian.
  3. Motor menjadi lebih cepat kotor. Lumpur-lumpur menjadi lebih mudah menempel ke motor.
  4. Cipratan-cipratan dari ban belakang motor yang mengarah ke pakaian atau muka kita. Karena itu saya masih memakai jas hujan walaupun hujan sudah reda, untuk melindungi pakaian dari cipratan.

It’s a pain.

 

 

 

first come first served

In the last few days, some of my friend have been asking me to accompany them watching Sadako 3D. I’ve never watch it before, so it will be my first time. But i don’t think it’s a movie that’s worth to be watched twice in a cinema, so i will have to choose only 1 invitation from them. The best companion, of course, would be my own girlfriend, unfortunately i don’t have one. So, it’s naturally to choose the one asking me first. It’s first come first served after all. I wonder if that rule still applies if i have a girlfriend, and she ask me in the last minute.