dream or reality

Obrolan di hari minggu kemarin, singkat cerita, kira-kira seperti ini.

Me: Eh, Premium Rush udah tayang tuh, kamis besok ya kita nonton.

Friend: Ah, jangan kamis, rabunya aku mesti tes ke Jakarta, takutnya belum balik. Senin aja gimana?

Me: Ok, senin besok kalo gitu. Aku yang pesenin tiketnya aja pake blitzcard.

Friend: Ok, cari yang di atas jam 6 ya.

Setelah akhirnya ada koneksi internet, aku langsung ke website-nya. Tapi alangkah kagetnya ternyata Premium Rush belum tayang.

Me: Eh, eh, kok pas aku cek ternyata Premium Rush belum tayang ya. Hmm, trus aku dapet notifikasi kalo Premium Rush udah tayang dari mana ya?

Friend: Dari emailmu mungkin.

Me: Udah aku cek ke email juga, dan gak ada. Wah, masa notifikasi Premium Rush tayang itu cuma dalam mimpiku tadi pagi.

Friend: Hahaha, parah kamu, sampe mimpi kaya gitu.

The borderline between dream and reality getting more and more thinner.

Advertisements

One comment on “dream or reality

  1. Johan says:

    makanya jangan suka lucid dream :p

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s