to love and to fall in love

A friend once told me, to love and to fall in love are two different thing. I never asked what is the difference, but now i think i figured it out.

To fall in love, atau jatuh cinta. Jatuh itu sakit. Orang yang masih beres otaknya tidak akan mau jatuh dengan sengaja. Tapi jatuh yang satu ini, jatuh cinta, bisa saja sakit dan bisa saja menyenangkan. Jatuh cinta itu mudah. Ada dua tipe jatuh cinta, jatuh cinta pandangan pertama dan jatuh cinta karena biasa.

Jatuh cinta pada pandangan pertama. Ketika kamu melihat wanita yang memiliki penampilan seperti wanita idamanmu, kamu akan dengan mudah jatuh cinta padanya. Ketertarikan fisik, itulah alasan utama mengapa jatuh cinta pada pandangan pertama terjadi. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk jatuh cinta pada pandangan pertama karena alasan lain. Ketika kamu terbiasa memperhatikan perilaku manusia, kamu bisa menebak sifat seseorang dari gerak-geriknya. Wanita/pria yang sering berpapasan di kampus. Hanya memandang, tanpa menyapa, tapi kamu bisa menebak kalau dia itu orang yang baik/lucu/polos. Dan itu sudah cukup untuk membuatmu jatuh cinta.

Witing tresno jalaran soko kulino. Yang ini berarti jatuh cinta pada teman/sahabat sendiri. Waktu kenal pertama, belum ada rasa ketertarikan. Tapi karena seringnya duduk sebelahan waktu kuliah, karena partner praktikum, dsb, akhirnya kamu mulai menyadari kalau dia menarik juga. Kata orang, pacaran dengan sahabat sendiri itu enak, karena satu sama lain sudah saling mengerti, gak perlu ada jaim-jaiman (jaga image) lagi.

To love, atau mencintai, secara tata bahasa adalah kata kerja aktif transitif. Transitif berarti untuk mencintai harus ada objek yang dicintai. Kalo gak ada objeknya kalimatnya jadi gak lengkap, menggantung. Mencintai itu fase yang lebih dalam dalam hubungan. Ketika kamu jatuh cinta, kamu dihadapkan pada 2 pilihan. Apakah kamu akan bersikap pasif, hanya menikmati rasa jatuh cinta itu, atau kamu berani beraksi untuk mencintainya. Mencintai, berarti secara aktif membahagiakan dia, melindungi dia, rela berkorban demi dia. Bahkan, dalam kasus ekstrim, semua hal itu karena/untuk dia. Masih banyak lagi bentuk mencintai, saya sendiri masih dalam fase belajar. Bisa dari cinta orang tua, bisa juga dengan mencoba berpacaran. Ada yang cukup 1x pacaran, ada yang berkali-kali harus jatuh bangun baru bisa mengerti.

~~ too much love will kill you ~~
queen

Advertisements

4 comments on “to love and to fall in love

  1. si uman says:

    too much love will kill you itu lagunya Queen, mar 😀 *gaventing*

  2. siwi says:

    “Ada yang cukup 1x pacaran, ada yang berkali-kali harus jatuh bangun baru bisa mengerti.”

    aw, somehow it is jlebbing me :p
    iyaa aku udah ngerti, hahahaha XD

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s