Euforia sidang tugas akhir

Di saat teman-teman lain sudah bekerja, bahkan berpindah-pindah tempat kerja, saya baru menjalani sidang tugas akhir beberapa minggu yang lalu. Sungguh sangat terlambat, mendekati ambang batas masa studi. Mau tidak mau saya pasti keluar dari kampus ITB ini, entah itu lewat jalur Sabuga (wisuda) atau lewat jalur Annex (drop out). Sayang kalau harus drop out setelah menghabiskan 6 tahun di kampus ini. Jadi beberapa minggu yang lalu saya memaksakan diri untuk maju sidang.

Memaksakan, kata itu yang pantas menggambarkan kondisi saya maju sidang. Spesifikasi-spesifikasi tugas akhir saya kurangi agar lebih cepat selesai. Andai saya teruskan mengerjakan tugas akhir ini barang sebulan dua bulan, mungkin tugas akhir ini dapat saya selesaikan seperti yang saya bayangkan di awal pengerjaan. Untung saja bapak pembimbing memperbolehkan saya untuk maju sidang dengan tugas akhir yang cupu ini. Karena saya mengambil waktu sidang diluar jadwal yang ditentukan, saya harus mencari sendiri penguji-penguji sidangnya. Keuntungannya, saya dapat memilih dosen-dosen penguji yang terkenal baik untuk menguji.

Pada hari H sidang, persiapan ruangan sidang diwarnai dengan tidak bekerjanya proyektor. Saya panik, mandi keringat, mencoba mengganti laptop untuk presentasi, ternyata masih tidak bisa juga. Akhirnya masalah selesai dengan meminjam proyektor lain. Selain itu, ternyata salah satu penguji ada yang berhalangan hadir sehingga harus digantikan dengan dosen lain. Penguji baru tersebut cukup membuat saya kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Walaupun begitu, sidang berlangsung dengan cepat, 1 jam saja. Saat saya keluar ruangan, sementara penguji-penguji dan pembimbing merapatkan nilai sidang saya, teman-teman saya telah menunggu di luar. Teman-teman yang telah membantu pengerjaan tugas akhir ini. Kemudian saya dipanggil lagi ke dalam, dan diberitahu bahwa saya dinyatakan lulus sidang. Selain itu juga diberitahu poin-poin yang perlu direvisi. Untungnya hanya tata penulisan dokumen yang perlu direvisi.

Jika ditanya apakah saya senang akhirnya saya lulus sidang, saya akan menjawab ‘entah’. Mungkin karena ada sebagian dari diri saya yang belum rela untuk maju sidang, untuk lulus kuliah. Yang pasti saya merasa lega, karena sudah terlanjur maju sidang, dan dinyatakan lulus. Tidak ada mood untuk merayakan kelulusan sidang ini. It’s not an achievement that I’m proud of. Saya hanya ingin segera kembali ke rutinitas biasanya lagi.

graduation bearA gift from a friend

Advertisements

2 comments on “Euforia sidang tugas akhir

  1. si uman says:

    kuliah lagi mar!! 😀

  2. Ardianto says:

    Tetep wajib traktiran! 😛

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s