about this blog

Akhirnya setelah sekian lama, saya menulis “about” page ini. Kali ini tentang blog ini, berikutnya tentang author dari blog ini, alias saya. Sayangnya dengan themes saya sekarang, page yang dibuat tidak memiliki tempat khusus yang mudah diakses. Jadi mau tidak mau saya harus memasang widget “page” di samping. Fiuh.

Alamat blog ini saya beri nama maruplayground. Ini terinspirasi dari kata-kata di salah satu kaos kokesma “ITB is my playground”. Saya sempat membeli kaos itu, tapi saat saya berlibur di malang, kaos itu diminta oleh seorang teman saya. Maruplayground berarti blog ini adalah tempat bermain maru (saya). Di blog ini saya bermain-main dengan kata-kata. Mencoba bercerita melalui tulisan.

Jika anda berkunjung ke blog ini, anda akan mendapati blog title ini di bagian atas, “Maru’s Memento”. Kata memento terinspirasi dari sebuah film karya Christopher Nolan di tahun 2000, dengan judul Memento. Memento sendiri berarti kenang-kenangan. Agar siapapun dapat mengenang saya melalui blog ini. Hmm, terdengar seperti sudah akan pergi ke alam lain saja. Tapi memang seperti itu kira-kira, sebelum saya pergi ke alam lain, saya ingin meninggalkan beberapa memento di dunia ini. Dan blog ini adalah salah satu memento saya.

Blog ini kebanyakan akan berisi opini saya. Menulis opini lebih mudah daripada menulis fakta, karena untuk menulis fakta saya butuh data-data yang dapat memvalidasi fakta tersebut. Dan, waktu yang dibutuhkan untuk merisetnya lebih lama dibanding sekedar menuliskan apa pendapat saya tentang sesuatu. Kadang blog ini berisi sejarah, cerita tentang masa lalu saya, atau cerita tentang petualangan saya berkendara motor. Tentang hobi saya, seperti musik-musik yang saya dengar, film-film yang saya tonton, buku yang saya baca, atau game yang saya mainkan. Saya juga suka mengamati human behavior karena itu di blog ini dapat ditemukan opini-opini saya tentang wanita, pria, atau hubungan keduanya alias cinta. Intinya, blog ini akan berisi apapun yang saya rasa ingin saya bagi kepada pembaca.

One comment on “about this blog

  1. Rifuki says:

    Posting ini bertema tentang “ECOSAVE THINKING” dimana bertujuan membantu untuk mengurangi pengguanaan BBM bersubsidi, kenapa harus mengurangi ?? karena bisa terwujud kondisi golongan mampu menolong yang tidak mampu selain itu kita yang termasuk golongan mampu juga tidak rugi menggunakan BBM non bersubsidi, kok bisa ?? pada penjelasan ini akan disuguhkan pengetahuan yang mungkin belum disadari kita semua dimana semua keuntungan yang kita dapat dari penggunaan BBM non bersubsidi. Mari saya jelaskan semampu saya.

    BBM bersubsidi yaitu Premium sedangkan BBM non subsidi yaitu Pertamax dan Pertamax Plus (atau Pertamax +). Disini saya hanya mengkaitkan untuk mesin berbahan bakar bensin saja tidak jenis diesel karena mayoritas menggunakan bensin. Saya mencoba membandingkan 3 jenis BBM dengan tes jarak tempuh menggunakan motor Supra x 125 kapasitas tangki 5 liter [kompresi mesin 9,3:1]

    Dari percobaan untuk 1 lt dapat menempuh :
    1. Premium = 38,4 Km
    2. Pertamax = 44,4 Km
    3. Pertamax + = 48,4 Km

    {jika kurang yakin dengan perbedaan jarak tempuh untuk masing2 jenis bensin, monggo dicoba sendiri. Jika mendapat hasil yang sebaliknya konfirmasi ke saya, tetapi jika mendapat hasil yang lebih baik dari yang saya dapatkan “Selamat Buat Anda”}

    Harga masing2 jenis bensin untuk terkini (19-10-2013) di Semarang :
    1. Premium = Rp 6500
    2. Pertamax = Rp 10650
    3. Pertamax + = Rp 11900

    Oke poin 1 dari ECOSAVE THINKING adalah Menghemat Waktu Anda
    Saya ambil contoh keadaan sehari-hari. Perjalanan (kampus-rumah untuk pp) 1 hari menempuh 22 Km maka dalam seminggu total jarak (22×7) 154 Km. jika motor diisi bensin 1 lt secara bertahap maka jika digunakan bensin jenis:

    1. Premium harus mengisi sebanyak 4,01 kali jika waktu yang dibutuhkan pengisian BBM di SPBU katakan paling lama 5 menit maka total lama waktu yang dibutuhkan 20,05 menit.
    2. Pertamax harus mengisi sebanyak 3,47 kali dengan keadaan yang sama total lama waktu dibutuhkan 17,35 menit
    3. Pertamax + harus mengisi sebanyak 3,18 kali dengan keadaan yang sama total lama waktu dibutuhkan 15,9 menit

    Dari data diatas jika kita bandingkan antara BBM bersubsidi dengan BBM non subsidi dengan menggunakan perhitungan
    c/a x 100%, dimana
    c = selisih waktu antara BBM bersubsidi dengan BBM non subsidi
    a = waktu total pengisian BBM bersubsidi

    maka didapat hasil
    1. Jika pakai Pertamax dapat menghemat waktu sebanyak 13,47% dibanding pakai Premium
    2. Jika pakai Pertamax +, dapat menghemat waktu sebanyak 20,7% dibanding pakai Premium

    { “Waktu itu berharga untuk orang yang kekurangan waktu” }

    Selanjutnya poin 2 dari ECOSAVE THINKING adalah Pakai Pertamax atau Pertamax + “cuma mahal di awal tetapi murah di akhir”
    Mungkin gak percaya dengan kata “cuma mahal di awal tetapi murah di akhir”. Oke saya jelaskan dengan TRIK tertentu :

    Masih memakai rumus sebelumnya c/a x 100%, dimana
    c = selisih harga BBM bersubsidi dengan BBM non subsidi
    a = harga BBM bersubsidi

    Kalo melihat harga awal Pertamax atau Pertamax + untuk per liter pasti banyak orang ragu dan gak mau pakai tuh BBM non subsidi karena jika dibandingkan harga awalnya aja udah ngeri apalagi per liternya. Karena Harga Pertamax lebih mahal 63,85% dibanding Premium dan Pertamax + lebih mahal 83,08% dibanding Premium, tapi kalo udah lihat TRIK berikut semoga (InsyaALLAH) orang berubah pikiran kalo BBM non subsidi lebih murah.

    Saya misalkan seperti keadaan sebelumnya, untuk 1 minggu perjalanan yang ditempuh 154 Km agar praktis saya isi bensin full tank sebanyak 5 liter maka untuk jenis bensin
    1. Premium dapat menempuh 192 Km
    2. Pertamax dapat menempuh 222 Km
    3. Pertamax + dapat menempuh 242 Km

    nah perhatikan !!!
    1. Dalam pemakaian 1 minggu pertama untuk 5 liter Premium tersisa bensin yang dapat menempuh jarak selanjutnya (192-154=) 38 Km, maka untuk menempuh perjalanan 1 minggu selanjutnya kurang bensin sebanyak 3,02 lt (154-38 = 116 Km, untuk premium jika 1 lt bisa 38,4 Km maka untuk 116 Km butuh 3,02 lt). Maka biaya yang diperlukan (3.02×6500) Rp 19630
    2. Dalam pemakaian 1 minggu pertama untuk 5 liter Pertamax tersisa bensin yang dapat menempuh jarak selanjutnya (222-154=) 68 Km, dengan asumsi yang sama seperti sebelumnya maka kurang bensin sebanyak 1,94 lt. Maka biaya yang diperlukan (1,94×10650) Rp 20661
    3. Dalam pemakaian 1 minggu pertama untuk 5 liter Pertamax + tersisa bensin yang dapat menempuh jarak selanjutnya (242-154=) 88 Km, dengan asumsi yang sama seperti sebelumnya maka kurang bensin sebanyak 1,36 lt. Maka biaya yang diperlukan (1,36×11900) Rp 16184

    Saya mendapat data untuk pemakaian 1 minggu selanjutnya pada masing2 jenis bensin butuh biaya sebesar :
    1. Premium = Rp 19630
    2. Pertamax = Rp 20661
    3. Pertamax + = Rp 16184

    Dengan memakai rumus sebelumnya c/a x 100%, dimana
    c = selisih harga BBM bersubsidi dengan BBM non subsidi
    a = harga BBM bersubsidi

    1. Harga Pertamax beda 5,25% dibanding dengan harga Premium
    2. Harga Pertamax + beda 17,55% dibanding dengan harga Premium

    Kalo diambil selisih pada perbedaan harga antara BBM bersubsidi dengan BBM non subsidi pada saat pengisian minggu pertama dengan pengisian minggu selanjutnya
    1. Pengisian minggu pertama harga Pertamax lebih mahal 63,85% dibanding Premium sedang minggu selanjutnya harga Pertamax lebih mahal 5,25% dibanding Premium. Kalo diambil selisih

    63,85%-5,25% = 58,6% artinya lebih hemat sebesar 58,6%
    2. Pengisian minggu pertama harga Pertamax + lebih mahal 83,08% dibanding Premium sedang minggu selanjutnya harga Pertamax + beda 17,55% dibanding Premium. Kalo diambil selisih

    83,08%-17,55% = 65,53% artinya lebih hemat sebesar 65,53%

    Nah tadi itu TRIK nya, nah kowe !!!. Gimana ada yang membuat heran atau aneh ????, percaya dengan kata “cuma mahal di awal tetapi murah di akhir”. Kalo saya 100% percaya gan.

    Kesimpulan :
    Benar juga kata si TUKUL pakai Pertamax itu kayak sebuah doa karena kita melakukan kebaikan pasti dapat balasan kebaikan pula mungkin itu maksudnya. Sebenarnya keuntungan lain seperti Emisi gas yang lebih ramah lingkungan, kesehatan buat mesin motor atau mobil, dan masih banyak coba aja cari di google. Kalo saya pribadi pakai Pertamax sudah cukup soalnya kompresi mesin Supra x 125 Helm in itu 9,3:1 , kalo pakai Pertamax Plus kadang dari knalpot masih tercium bau bensin yang tidak terbakar karena oktannya terlalu tinggi untuk motor saya. Agar lebih mengerti mengapa fenomena ini terjadi ada baiknya baca lebih lanjut di http://www.amrigolek.com/info/87-bbm-premium-pertamax-dan-pertamax-plus-mana-yang-terbaik-untuk-kendaraan-anda

    Yah itulah yang bisa saya sampaikan karena ini kewajiban saya (sebagai Muslim) untuk menyebarkan ilmu yang sudah saya ketahui. Mungkin saya akan bahas lagi di waktu lain mengenai poin ke 3 dari ECOSAVE THINKING yaitu Mencampur BBM subsidi dengan BBM non subsidi juga hemat dan aman. Silahkan share ke teman anda

Feel Free To Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s