Rossi may win yesterday, but it’s Lorenzo who impress me

'Man of Steel' Lorenzo races to top five

image taken from: http://www.motogp.com

Sabtu, 29 Juni 2013 kemarin, akhirnya Valentino Rossi akhirnya menjadi juara pertama di sirkuit Assen, Belanda [1]. Sayangnya saya sedang berada diluar dan tidak bisa menyaksikan momen-momen penting ini. Saya hanya sempat menyaksikan beberapa lap pertama dari balapan. Rossi yang start dari posisi 4 dengan segera melesak ke depan, menyalip saingannya satu persatu. Ketika akhirnya saya harus pergi dari layar kaca, saya hanya berharap Rossi tidak melakukan kesalahan dan bisa finish di nomor 1. Dan ternyata harapan saya menjadi kenyataan. Valentino Rossi akhirnya mencetak kemenangannya yang ke-80 di kelas MotoGP.

Dan saat saya melihat nama-nama yang finish dibelakang Rossi, saya kaget melihat nama Jorge Lorenzo yang finish di posisi 5 [2]. Pada hari Kamis, 27 Juni 2013, saat Free Practice 2, Jorge Lorenzo terlempar dari motornya dengan melaju dengan kecepatan lebih dari 200km/jam. Hasil pemeriksaan menyatakan Lorenzo mematahkan tulang selangkanya dan harus dioperasi pada hari Jumat, sehingga Lorenzo tidak bisa mengikuti Free Practice 3, 4, dan kualifikasi. Pada saat ini saya sangsi Lorenzo akan bisa ikut balapan pada hari Sabtu. Tapi ternyata berita berikutnya menyatakan Lorenzo diperbolehkan untuk ikut balapan pada hari Sabtu. Dalam hati saya berkata, “ajaib ini dokter-dokter bedah luar negri, orang baru patah tulang dan dioperasi dibikin bisa ikut balap besoknya.”

Bisa ikut race, finish, dan mendapat poin adalah hal yang penting bagi Jorge Lorenzo. Karena dia sedang mengincar juara dunia dan harus memperkecil jaraknya dari Dani Pedrosa yang saat itu memimpin didepannya dengan selisih 7 poin. Berapapun poin yang didapat, walaupun 1 poin saja akan sangat berarti. Ternyata Lorenzo bisa finish di posisi 5 dan mengambil 11 poin, sedangkan Pedrosa finish di posisi 4 dengan 13 poin dan hanya mampu memperlebar jarak menjadi 9 poin.

Lorenzo yang sedang cidera, dan menahan rasa sakit masih bisa finish di posisi 5. Saya sangat terkesima. Hal ini menginspirasi saya, untuk terus berjuang dengan maksimal, menembus semua rintangan yang ada untuk mencapai tujuan.

Berikut ini adalah video momen-momen saat Jorge Lorenzo kembali ke garasi setelah balapan selesai. Tampak wajah Lorenzo yang masih menahan sakit bahkan sampai meneteskan air mata.

[1] http://goo.gl/6giog

[2] http://goo.gl/jDWcK

motoGP 2013 riders and calendar

MotoGP 2013 Teams & Riders

MotoGP Team 2012 2013
Avintia Blusens Ivan Silva Hector Barbera
Hiroshi Aoyama Hiroshi Aoyama
Yonny Hernandez
Came IodaRacing Project Danilo Petrucci Danilo Petrucci
Lukas Pesek
Cardion AB Motoracing Karel Abraham Karel Abraham
Ducati Team Valentino Rossi Andrea Dovisiozo
Nicky Hayden Nicky Hayden
LCR Honda MotoGP Stefan Bradl Stefan Bradl
Monster Yamaha Tech 3 Andrea Dovisiozo Bradley Smith
Cal Crutchlow Cal Crutchlow
NGM Mobile Forward Racing Colin Edwards Colin Edwards
Claudio Corti
Paul Bird Motorsport James Ellison Michael Laverty
Yonny Hernandez
Power Electronics Aspar Randy De Puniet Randy De Puniet
Aleix Espargaro Aleix Espargaro
Pramac Racing Team Hector Barbera Andrea Iannone
Ben Spies
Repsol Honda Team Casey Stoner Marc Marquez
Dani Pedrosa Dani Pedrosa
Go & Fun Honda Gresini (**) Alvaro Bautista Alvaro Bautista
Michele Pirro Bryan Staring
Yamaha Factory Racing Ben Spies Valentino Rossi
Jorge Lorenzo Jorge Lorenzo

(**) Previously named San Carlo Honda Gresini in 2012 season.

MotoGP 2013 Calendar

motoGP 2013 calendar

source:

http://www.motogp.com/en/news/2013/FIM+releases+provisional+2013+MotoGP+entry+list

http://www.motogp.com/en/news/2013/Updated+MotoGP+calendar+2013

Rossi kembali ke tim Yamaha Factory Racing

Melanjutkan postingan saya sebelumnya “MotoGP so far, bursa transfer rider“, akhirnya Valentino Rossi memberi keputusan tentang karirnya di motoGP. Rossi memutuskan untuk kembali ke tim Yamaha Factory Racing, dengan kontrak selama 2 tahun.

“This announcement is once again excellent news for Yamaha. In June we were able to sign Jorge Lorenzo for the 2013-14 campaign and now we are able to confirm Valentino Rossi for the next two years. In doing so we have been able to put together the strongest possible team to challenge for victories and to promote the Yamaha brand.

We have run this ‘super team’ together in 2008, 2009 and 2010 and during that time we achieved the ‘triple crown’ titles with Rider, Manufacturer and Team World Championship victories for three consecutive years.

The target for the future is obvious and we will do our utmost to achieve our goals.

I have no doubt that with the experience, knowledge, skills and speed of these two great champion riders we will be able to challenge for many race wins and for the 2013 & 2014 World Championship titles.

The signing of Valentino completes our future planning for the Yamaha Factory Racing MotoGP Team. Now that this is done we will put our 100% efforts into completing the job at hand and to supporting Ben Spies and Jorge Lorenzo in their search for race victories and for Jorge’s 2012 World Championship title challenge.”[1]

Saya menyayangkan keputusan ini. Karena saya sangat mengharap Rossi yang orang Italy dapat menjadi juara dengan motor pabrikan Italy. Tapi sepertinya perjuangan Rossi selama 2 tahun tidak menemukan titik cerah, sehingga Rossi memutuskan kembali ke Yamaha, dengan motor yang lebih kompetitif. Saya penasaran, apakah tim mekanik Rossi akan diboyong kembali ke Yamaha lagi.

Dengan begini, pupus sudah harapan Andrea Dovizioso untuk masuk ke tim Yamaha Factory Racing. Entah apakah Dovizioso akan menetap di Yamaha Tech 3, atau malah berpindah ke ajang superbike, poor Dovi. Slot kosong di Ducati pun tampaknya akan diisi oleh Cal Crutchlow. Crutchlow sudah dihampiri oleh Ducati beberapa waktu yang lalu.

Video iseng rider Yamaha

So, beberapa hari yang lalu saya membaca berita bahwa Jorge Lorenzo mendapatkan promosi di Yamaha, dari yang sebelumnya janitor (tukang bersih-bersih) menjadi Honorary Yamaha CEO. What!!! Ternyata peran itu hanyalah akting saja. Tiap menjelang GP USA, Yamaha membuat video promosi, dengan menggunakan para ridernya sebagai bintangnya.

Tiga tahun yang lalu, video berjudul Day at the Office ini dibintangi oleh Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo dari Yamaha Factory Racing serta Colin Edwards dan James Toseland dari Monster Yamaha Tech 3. Rossi menjadi resepsionis, Lorenzo sebagai janitor, Toseland sebagai mail guy, dan Edwards sebagai security. Adegan yang paling saya suka adalah ketika Toseland menggunakan teknik motoGP untuk menggerakkan kereta dorong di dalam kantor.

Beberapa hari yang lalu, video sekuelnya yang berjudul Another Day at the Office muncul. Kali ini dibintangi oleh Jorge Lorenzo dan Ben Spies dari Yamaha Factory Racing serta Cal Crutchlow dan Andrea Dovizioso dari Monster Yamaha Tech 3. Lorenzo naik pangkat menjadi Yamaha CEO, Spies menjadi teknisi komputer, Crutchlow menjadi security, dan Dovizioso menjadi janitor yang baru. Berikut ini kedua video tersebut.

Day at the Office

Another Day at the Office

MotoGP so far, bursa transfer rider

Jika teman-teman yang lain selalu membicarakan bursa transfer pemain bola, saya lebih suka memperhatikan bursa transfer untuk rider MotoGP. Prediksi-prediksi mengenai pembalap siapa akan membela tim mana di musim 2013 nanti menjadi lebih menarik. Keputusan mengejutkan pertama datang dari juara dunia MotoGP musim 2011 yang lalu, Casey Stoner. Stoner menyatakan diri untuk pensiun dari dunia MotoGP[1]. Kepergian Stoner ini akan menyisakan 1 kursi kosong di tim Repsol Honda. Untungnya keputusan ini Stoner umumkan di awal-awal musim, sehingga para rider dan tim memiliki banyak waktu untuk berpikir.

Berita berikutnya muncul dari Jorge Lorenzo. Lorenzo menandatangani perpanjangan kontrak selama 2 tahun ke depan bersama tim Yamaha, menepis isu akan kepindahannya ke Honda[2]. Isu berikutnya yang muncul adalah tentang naiknya Marc Marquez dari kelas Moto2 ke MotoGP. Adanya “Rookie rule” menghalangi pembalap baru dari kelas Moto2 untuk bergabung dengan tim pabrikan, sehingga Marquez diprediksi akan mengisi salah satu kursi di tim satelit. Namun ternyata “Rookie rule” ini akan dihapus sejak musim 2013 nanti[3]. Pada akhirnya, tim Repsol Honda mengumumkan telah mengontrak Dani Pedrossa dan Marc Marquez untuk 2 tahun kedepan[4].

Berikutnya berhembus isu bahwa tim Ducati menawarkan kontrak kepada pembalap Yamaha Tech 3, Cal Crutchlow[5]. Rookie of the year pada musim 2011 kemarin ini dikabarkan akan menggantikan posisi Nicky Hayden di Ducati. Tapi akhirnya Hayden akhirnya berhasil mengamankan posisinya di tim Ducati dengan memperpanjang kontraknya selama 1 tahun[6]. Walaupun begitu, masih ada kemungkinan untuk Crutchlow bergabung dengan Ducati, jika Valentino Rossi memutuskan untuk hengkang dari tim Ducati.

Bagaimana dengan Valentino Rossi sendiri? Kontraknya dengan tim Ducati akan habis tahun ini. Kemanakah Rossi akan berlabuh? Banyak yang berspekulasi Rossi akan kembali ke tim Yamaha, berdampingan dengan Lorenzo. Honda juga tertarik untuk mengontrak Rossi kembali. Tapi karena 2 kursi tim Repsol Honda telah terisi, Rossi mungkin akan bergabung dengan tim satelit Honda (San Carlo Honda Gressini). Walaupun begitu Ducati tentu saja akan bersikeras mempertahankan Rossi. Apalagi dengan berpindahnya kepemilikan Ducati kepada Audi dan pernyataan kesiapan Audi untuk mendukung Rossi sepenuhnya untuk kompetitif di Ducati, membuat isu lebih condong Rossi bertahan di Ducati[7].

Kursi kosong lainnya ada pada tim Yamaha Factory Racing. Rider tim Yamaha, Ben Spies, telah memutuskan untuk tidak melanjutkan kontraknya. Mungkin Spies akan kembali ke ajang Superbike[8]. Andrea Dovisioso menjadi kandidat yang kuat untuk mendampingi Lorenzo. Penampilannya yang baik pada tim satelit Yamaha Tech 3 membuatnya layak mendapatkan posisi ini. Mungkin hal ini akan jadi kenyataan jika Rossi resmi menandatangani kontrak dengan Ducati.

Stefan Bradl akan terus membalap dengan tim satelit San Carlo Honda Gressini. Juara Moto2 2011 ini masih menyisakan satu tahun kontrak dengan tim tersebut[9]. Untuk Pramac Racing Team, saya belum mendengar berita apapun, apakah Hector Barbera akan terus dipertahankan atau tidak. Last but not least, saya juga tidak tahu bagaimana dengan bursa rider di tim CRT. Lagipula, apakah MotoGP 2013 nanti akan terus mengikutsertakan tim CRT yang kurang kompetitif?

[1]http://www.motogp.com/en/news/2012/Casey+retirement
[2]http://www.motogp.com/en/news/2012/Yamaha+confirms+Lorenzo+for+2013+and+2014
[3]http://www.motogp.com/en/news/2012/FIM+rule+changes
[4]http://www.motogp.com/en/news/2012/pedrosa+and+marquez+to+race+together+in+Repsol+Honda
[5]http://www.motorcyclenews.com/MCN/sport/sportresults/MotoGP/2012/July/jul1212-crutchlow-waiting-on-ducati-contract/_/R-EPI-137125
[6]http://www.motogp.com/en/news/2012/Hayden+renews+Ducati+contract
[7]http://www.motogp.com/en/news/2012/Rossi+hints+at+his+future+with+Ducati+under+Audi+ownership
[8]http://www.motogp.com/en/news/2012/Lorenzo+interview+USA+preevent
[9]http://www.motogp.com/en/news/2011/LCR+Honda+Bradl+twoyear+MotoGP+deal

Lampu-lampu Motor

Kemarin saya baru saja dari bengkel untuk mengganti beberapa sparepart. Lampu jauh motor saya sudah lama mati dan hanya menyisakan lampu dekat. Dan ternyata kemarin pagi saya baru sadar kalau lampu rem saya juga mati, wew, bahaya ini. Untuk penggantian lampu-lampu saja menghabiskan ongkos Rp 100.000 lebih, holy shit! Harga yang tidak masalah untuk dibayar demi safety. Oleh karena itu kali ini saya ingin berbicara tentang lampu-lampu motor, terkait safety dan sebagainya. (Tadinya post ini berjudul lampu kendaraan bermotor, tapi saya minim pengetahuan karena saya tidak berpengalaman mengendarai kendaraan bermotor lain.

  • Lampu Depan / Lampu Utama

Dulunya, lampu depan ini hanya dinyalakan ketika malam hari, tapi sejak berlakunya UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 107 ayat 2 “pengemudi sepeda motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari”, lampu depan juga harus menyala pada siang hari. Untuk meningkatkan kewaspadaan katanya.

Lampu depan ini umumnya diatur oleh dua saklar, saklar on-off dan saklar untuk mengganti antara mode dekat atau jauh (orang lain menyebutnya lampu biasa dan lampu besar). Lampu dekat menerangi area yang lebih dekat dengan motor, baik digunakan ketika motor dalam kecepatan rendah. Tetapi ketika berkendara dengan kecepatan tinggi, lebih baik menggunakan lampu jauh, karena ketika mengebut fokus mata biasanya berada di titik yang jauh dari motor. Beberapa orang mengeluhkan lampu jauh yang kadang menyorot mata. Saya memang kadang merasa tersorot oleh lampu motor, tapi tidak bisa memastikan apa memang karena lampu jauh, atau kebetulan (karena miringnya jalan) cahaya lampu jatuh di mata saya.

Beberapa orang mengganti lampu depannya dari warna kuning menjadi putih, agar lebih terang alasannya. Walaupun secara undang-undang hal ini sah-sah saja, namun saya tidak menganjurkan untuk dilakukan. Lampu depan yang berwarna putih lebih silau dibanding warna kuning. Atau agar lebih terang, beberapa orang mengganti dengan bohlam kuning yang lebih terang. Ini juga tidak saya sarankan karena bohlam yang lebih terang (biasanya) memiliki watt yang lebih tinggi. Saya tidak mengerti apakah watt yang lebih tinggi ini bisa diterima dengan baik oleh motor atau tidak (mungkin jadi lebih cepat putus), jadi sebaiknya gunakan bohlam orisinil saja.

Lampu depan yang mati sangat membahayakan. Kita jadi tidak sadar kalau dari arah berlawanan ternyata ada kendaraan karena lampunya mati. Karena itu, ketika lampu depan mati segeralah menggantinya.

  • Lampu Rem / Lampu Belakang

Lampu rem ini memiliki 2 mode. Mode pertama, ayah saya menyebutnya lampu kota, yang menyala ketika saklar untuk lampu depan di on kan. Nyalanya tidak terlalu terang, tapi cukup untuk dilihat pada malam hari. Fungsinya untuk memberi tahu posisi kendaraan kita kepada kendaraan-kendaraan lain di belakang. Mode kedua menyala ketika kita mengerem. Nyalanya lebih terang. Fungsinya tentu saja untuk memberi tahu kalau kita sedang mengerem.

Standardnya nyala lampu rem ini berwarna merah. Warna merah ini bukan berasal dari bohlamnya, tetapi dari mika merah yang melapisi lampu rem. Bohlamnya sih berwarna kuning. Mika tersebut memendarkan warna merah sehingga nyala lampu rem menjadi lebih terang. Beberapa orang melakukan modifikasi lampu rem justru membahayakan. Misalnya, menutupi lampu rem dengan warna hitam lalu dimotif simbol batman, sehingga nyala lampu rem terbatasi. Mengganti mika merah dengan mika bening sehingga nyala lampu rem berwarna kuning. Hal ini paling membahayakan karena, pertama, warna kuning saat mengerem sangat menyilaukan mata, bisa-bisa kendaraan di belakang telat mengerem. Kedua, normalnya warna kuning adalah lampu depan, karena itu dapat diasumsikan kendaraan tersebut melaju mendekati kita, tapi ternyata motor yang lampu remnya berwarna kuning bergerak menjauhi kita.

Lampu rem yang mati juga sangat membahayakan. Selain tidak bisa memberitahu posisi motor kita saat kondisi gelap, tetapi juga membuat kita tidak bisa memberi tanda ke kendaraan di belakang ketika kita mengerem. Hal ini dapat menyebabkan efek tabrakan beruntun. Jika matinya lampu depan bisa segera disadari, lain cerita dengan lampu belakang. Kalau saya tidak dengan sengaja mengecek lampu rem sebelum naik motor saya tidak akan sadar. Dan entah sudah berapa lama lampu rem ini mati. Andai saja pengemudi di belakang saya berbaik hati memberi tahu saya kalau lampu rem saya mati, tapi saya sendiri merasa sungkan untuk memberi tahu pengendara lain kalau lampu remnya mati, takut mereka malah tersinggung. Solusi yang terpikir ada dua. Pertama, pengecekan berkala, dan yang kedua, adanya indikator kondisi lampu rem pada panel depan (panel indikator speedometer dll).

  • Lampu Sein / Lampu Riting

Umumnya lampu sein berfungsi sebagai indikator ketika kendaraan akan berbelok. Tapi selain itu, lampu sein juga berfungsi sebagai indikator kendaraan yang akan berpindah jalur, biasanya hal ini dilakukan oleh mobil, tapi tidak ada salahnya motor juga melakukan hal ini. Selain itu, lampu sein juga saya nyalakan ketika saya akan menyalip kendaraan (biasanya mobil atau kendaraan yang lebih besar lainnya) di depan saya.

Lampu sein berwarna kuning, namun dapat dibedakan dari lampu depan karena nyalanya yang berkedip dalam interval tertentu. Lampu sein yang tidak berkedip membuat orang lain jadi tidak tahu kalau kita ternyata berbelok.

Umumnya orang jarang melakukan modifikasi pada lampu sein. Bahaya justru datang dari kebiasaan pengendara, yaitu:

  1. Tidak menyalakan lampu sein ketika berbelok. Entah mengapa untuk hal ini kesadaran orang Indonesia sangat kurang sekali. Kalau saya perhatikan, lebih dari 50% pengendara tidak menyalakan lampu sein ketika berbelok. Saya sendiri membiasakan untuk selalu menyalakan lampu sein ketika berbelok, bahkan di jalan satu arah yang belokannya sudah pasti ke kiri/kanan saja saya tetap menyalakan lampu sein.
  2. Lupa mematikan lampu sein setelah berbelok. Pengendara yang melakukan ini lebih sedikit dibanding yang melakukan kebiasaan #1, mungkin karena sejak awal mereka tidak menyalakan lampu sein, haha. Kebiasaan ini dapat dikurangi dengan mengecek panel indikator apakah lampu sein masih menyala atau tidak.
  3. Menyalakan lampu sein, tapi berbelok ke arah sebaliknya. Ini yang lebih parah berbahaya. Biasanya kondisi ini terjadi akibat kombinasi kebiasaan #2 yang dilanjutkan kebiasaan #1.

Kebiasaan-kebiasaan jelek itu menyebabkan kesalahan informasi yang diterima oleh kendaraan lain, dan bisa berujung pada kecelakaan.

Pada blog seseorang saya menemukan opini fungsi lain dari lampu sein:

Nah kali ini saya akan sedikit membahas tentang fungsi lampu riting.
Lampu ini memang menjadi bagian yang paling penting saat berkendara, karena menjadi petunjuk kemana kendaraan itu akan pergi. Apa yang terlintas di pikiran anda, apabila lampu riting kiri menyala tapi kendaraan di depan anda malah ke kanan???
Jengkel, kaget, marah – marah, atau malah… (gak usah diteruskan)???
Anda harusnya bersyukur, karena kendaraan di depan anda berusaha memperingatan anda, agar anda tidak melalui jalan kiri, yang mungkin berlubang atau mungkin ada kendaraan yang berwarna gelap yang hendak menyeberang jalan (kalau di Indonesia melintasi jalan di sebelah kanan). Apalagi kejadiannya malam hari, terasa menyebalkan memang, tapi lebih baik lecet sedikit daripada jungkir balik.
Jadi, penggunaan lampu riting tidak selalu “Hendak Menuju” tapi kadang berarti “Jangan Menuju”. Maka dari itu, tingkatkan kewaspadaan di malam hari dan juga jaga ketenangan saat mengemudi. Terutama bagi pengendara yang melakukan perjalanan jauh.

sumber: http://pure-my-do.blogspot.com/2012/06/fungsi-lampu-riting-baru-tau.html

Menurut saya hal itu jangan dilakukan. Jika fungsi “Jangan Menuju” diakui, maka pengendara lain akan bingung, sebenarnya ke arah mana kendaraan itu bergerak. Biarlah tetap berfungsi “Hendak Menuju”, dan soal menghindari jalan berlubang jadi tanggung jawab kewaspadaan masing-masing.

  • Lampu Variasi

Terkadang, agar tampak keren, beberapa orang memodifikasi motornya dengan menambahkan lampu yang berkelap-kelip dan sebagainya. Modifikasi ini tidak perlu dan seringnya malah membahayakan pengendaraan lain karena adanya cahaya lampu yang tidak perlu dan biasanya menyilaukan mata.

Kesimpulannya, gunakan lampu-lampu yang standard dengan cara yang standard saja demi amannya berkendara.

Stoner pensiun, Rossi dua tahun lagi

Mengejutkan memang. Kamis 17 Mei 2012 yang lalu, sebelum race Le Mans Circuit, Casey Stoner mengumumkan dirinya akan pensiun dari membalap di motoGP. Stoner masih akan meneruskan championship 2012 ini, tetapi musim berikutnya dia tidak akan bertanding lagi. Masih muda, jika dibandingkan dengan Loris Capirossi yang pensiun di umur 38, tahun lalu.

“After so many years of doing this sport which I love, and which myself and my family made so many sacrifices for, after so many years of trying to get to where we have gotten to at this point, this sport has changed a lot and it has changed to the point where I am not enjoying it. I don’t have the passion for it and so at this time it’s better if I retire now”

Banyak regulasi-regulasi motoGP yang berubah memang dari tahun ke tahun. Entah perubahan yang mana yang dimaksud oleh Stoner sehingga membuatnya tidak nyaman lagi di motoGP. Mungkin karena terlalu banyak campur tangan teknologi pada motor balap. Sehingga penentu kemenangan utama bukan skill pembalap lagi, tetapi juga karena teknologi pada kendaraan.

Tentang teknologi kendaraan ini, Stoner sering dicibir. Kemenangannya dianggap karena faktor motor yang lebih bagus. Kemenangannya di Ducati dulu dianggap karena Desmosedici memiliki power yang lebih tinggi dibanding motor lain. Memang, ketika itu motor Ducati sangat cepat di track lurus, tapi bukan hanya karena itu yang membuat Stoner menang. Coba lihat rekan satu timnya, Nicky Hayden. Motor yang basicly sama, tetapi prestasi yang berbeda. Ini bukti Stoner sanggup menjinakkan Desmosedici dengan skillnya. Rossi sendiri saat ini masih kesulitan menyesuaikan diri dengan Desmosedici GP12. Di Honda saat ini pun, prestasi Stoner lebih bagus daripada Dani Pedrosa yang telah lebih lama ada di Honda. Jadi, walaupun saya bukan fans Stoner, dan tiap race saya selalu mengatakan “Ayolah, siapapun asal bukan Stoner”, skill Stoner membalap tetap perlu diacungi jempol.

Sayangnya, tahun depan Stoner tidak akan membalap lagi. Pembalap-pembalap yang lain, dan dunia motoGP pasti sangat kehilangan dengan kepergian Stoner. Satu pembalap cemerlang pergi. Padahal saya menantikan saat-saat dimana Rossi bisa bersaing lagi dengan Stoner seperti dulu. Seperti aksi overtaking Stoner-Rossi di race Le Mans kemarin.

Di lain pihak, Rossi menyatakan keinginannya untuk terus membalap di motoGP minimal 2 tahun lagi. Menepis berita tentang dirinya yang akan pensiun.

“For me it’s very difficult to understand where the news starts because I never speak about my retirement, and I want to race in MotoGP for the next two years for sure,” said the Italian.

Sumber:

http://www.motogp.com/en/news/2012/Casey+retirement

http://www.motogp.com/en/news/2012/Rossi+plans+at+least+two+more+years+in+MotoGP

http://www.motogp.com/en/news/2012/france+lemans+pre+event+press+conference