type of girl

A: Hey, do you know that girl? Sitting alone in the cafetaria.

B: Oh, that new girl, she has just transferred here, why?

A: I’m going to hit on her.

B: What! Are you serious? She’s not even your type.

A: Dude, girl is my type.

Advertisements

cewek impian

Girl: Maumu apa sih?

Boy: Mauku? Simpel aja sih. Cewek impianku itu, tinggi, kalau bisa >170cm, rambutnya lurus, panjang sepinggang. Jangan yang kurus, mending yang berisi dan langsing. Sehari-hari pakai sepatu kets, celana jeans, dan kaos berwarna putih atau kuning. Gak perlu yang cantik, cukup yang senyumnya manis.

Girl: Bagian mananya yang simpel? Spesifik banget itu.

Boy: Haha. Tapi tau gak, dibanding cewek impianku itu, aku lebih suka kamu.

Girl: Hah?!?

Boy: Ya, karena dibanding cewek impianku, kamu itu nyata.

tiga cara pdkt ke cewek

 

Sebenarnya kurang tepat sih kalau disebut tiga cara pdkt ke cewek. Karena cara pdkt itu banyak sekali, mulai dari yang klasik “punya dongkrak? kalo nama punya kan” sampai ke “hai, aku datang dari masa depan, untuk menyelamatkanmu dari ketidakbahagiaan bersama cowokmu”. Oke, yang terakhir mungkin cuma akan dilakukan oleh Barney Stinson. Di sini saya ingin membagi cara pdkt menjadi 3 kategori.

  • Penyembuh masa lalu

So far, cara ini paling efektif. Ketika cewek sedang galau, baru patah hati, itu adalah saat-saat dimana pertahanannya melemah. Kehadiran pria di sampingnya saja bisa menjadi sangat wah. Apalagi apabila ada perhatian lebih dari si pria ke si cewek. Istilahnya a knight with shining armor and white horse come to rescue a damsel in distress.

  • Sahabat masa kini

Cara ini dilakukan dengan usaha untuk terus hadir bagi si cewek. Hmm, masih terdengar sama dengan cara pertama. Bagaimana membedakannya ya? Hmmm, hmm, hmmm. Oooh, oke, anggap aja gini, kehadiran si pria biasanya lebih ke arah teman bermain, atau menemani si cewek dengan suatu kegiatan (ke salon misal, yack). Seperti judul tipenya, cara ini biasanya hanya bisa membawa si pria menjadi sahabat bagi si cewek, tidak lebih. Poor you.

  • Membangun masa depan

Pendekatan seperti ini belum pernah saya lakukan sih. Jadi tidak tahu seperti apa efeknya. Tapi idenya adalah, mendukung si cewek untuk meraih impian masa depannya. Dengan begitu si pria akan menjadi seseorang yang berarti dalam hidup si cewek, dan mendapat tempat spesial di hatinya.

ps: kalau bisa pdkt dengan ketiga kategori itu sepertinya hasilnya jadi lebih wah.

disclaimer: artikel ini hanya random thought dari penulis, segala kegagalan pdkt, patah hati, dsb diluar tanggung jawab penulis.

Dia

 

Rasa persahabatan yang dia berikan. Mungkin itu yang membuatku tertarik padanya. Tapi ketidakegoisannya untuk memilih kebahagiaan orang lain di banding kebahagiaannya sendiri lah yang membuatku terkesima. Membuatku tidak tega melihatnya sedih. Ingin melindunginya. Jika meminjam istilah temanku dia adalah “hime”, a princess to protect.

Dia begitu mengagumkan. Elemen penting kesempurnaan ada padanya. Cantik, jenius, dan kaya. Begitu mudah untuk jatuh hati padanya. Dialah wanita yang dengan suksesnya menghancurkan harga diriku. Padahal banyak wanita yang lebih pintar dariku, tapi hanya karena dia, aku merasa sangat kalah. Mungkin kenyataan bahwa aku kalah dari wanita yang kusuka membuat harga diriku remuk. Tapi karena itu juga mungkin yang membuatku semakin penasaran dengannya.

Aku gak benar-benar mengerti mengapa aku menyukainya. Karena dia seperti oase di padang gurun. Membuatku tertarik untuk beristirahat sejenak dan mencicipi airnya, menghapus dahaga. Tapi itulah oase, tidak dapat kubawa terus bersamaku sampai akhir perjalananku.

Dia tidak seperti wanita yang kukenal biasanya. Cara berpikirnya yang tidak  umum. Harum parfumnya setiap dia berlalu di depanku. Kaos hitam dan putihnya yang sangat cocok dikenakannya. Celana putihnya, itu yang paling kuingat.

Dia sangat menyayangiku. Itulah alasan mengapa aku menyukainya. Tapi karena tidak ada ketertarikan lain itulah yang membuatku merasa kurang. Membuatku berhenti. Walaupun begitu, aku yakin dia masih menyayangiku.

Dia bagaikan dewi yang turun dari kahyangan. Itulah yang kuteriakkan dalam hatiku saat menatapnya pertama kali. Menarikku untuk lebih mengenalnya. Memperhatikan gerak-geriknya. Bukan hanya dewi parasnya, tapi juga dewi perilakunya.

Ekspresinya yang seperti anak kecil. Spontanitasnya. Tapi itu hanya penampilan luarnya. Dia lebih dewasa di dalam. Begitu kuat. Dia begitu berbeda dariku. Tapi itulah yang membuatnya semakin menarik. Karena dia melengkapiku. Tidak berhenti di situ. Dia membuatku merasakan banyak hal. Senang dan sedih. Begitu lengkap.

Dia membuatku tersenyum kembali. Dia membuatku bisa tertawa kembali. Tapi cintanya yang begitu besar kepada seseorang lah yang membuatku menyukainya. Menatap ke langit, dan mengucap “andai cinta itu milikku”.

berkerudung atau tidak berkerudung

 

Seorang temen (wanita) sempet memberi opini ini ke saya.

Mending kelakuan bejat, tapi masih pake kerudung, daripada udah gak berkerudung, dan kelakuannya bejat. Seenggaknya yang berkerudung masih ada niatan untuk berbuat baik.

Lalu saya yang penasaran meminta opini ttg hal ini ke beberapa wanita, ada yang memang berkerudung, ada yang tidak, dan inilah jawaban dari mereka.

Kalau menurutku , dua-duanya ga ada yang baik. karena apa yang tercermin dari fisiknya pun berawal dari kepribadiannya (innernya) kayak gimana kan.. jadi kalo orang itu krudungan ato ngga tapi kelakuannya sama-sama jelek ga ada bedanya.. karena mungkin cewek krudungan juga cuma manfaatin krudungnya, just a mask doang..

Kalo sama-sama bejadnya ya mending memperbaiki diri dulu. Sebenernya menurutku semua tergantung niat per orangnya. Kenapa bisa bilang seenggaknya masih punya niat baik? Apa dasarnya bilang kaya gitu, apa dia bisa tau niat seseorang. Sekarang banyak berkerudung cuma buat kedok aja, tanpa niat jadi lebih baek.

Kamu lagi bingung nentuin cari cewek berjilbab ato engga? Ups, yang ini Out Of Topic, haha.

Mending berkerudung, kelakuannya ga bejat, hehe. Ga ada yang lebih baik dari 2 tipe itu, sama aja.

Semua tergantung niat. Buat apa tau kekurangan orang lain, lebih baik introspeksi diri sendiri.

Kalo dari segi pahala juga, yang berkerudung itu kan lebih beruntung, karena ngikutin syariat, tapi sebenarnya kalo bejat tetep berkerudung itu berat bebannya, karena kerudung kan udah bagian dari identitas kita sebagai muslim, jadi kalo berbuat bejat, otomatis langsung kecoreng Islamnya.

Dan yang ini jawaban favorit saya (jawaban diplomatis)

Yang mending itu yang punya kemauan keras menata hidupnya memakai bahasa penciptanya.

A lesson about women #004 Cantik atau Manis

Terkadang saat sedang jalan-jalan dan melihat seorang wanita, terlontar komentar “wah cantiknya”, “wah manisnya”. Saya mulai menanyakan diri saya sendiri, mengapa saya bisa menyebut seorang wanita itu cantik atau manis. Menurut saya, seorang wanita itu terlihat manis dari senyumnya. Apakah senyumnya indah atau tidak itu menentukan kadar manisnya. Seorang wanita yang cantik itu terlihat dari parasnya. Keindahan bentuk wajahnya. Tidak perlu tersenyum wanita tersebut sudah terlihat cantik.

Sepintas terlihat wanita yang cantik di atas angin. Tetapi ternyata banyak komentar seperti “wajahnya cantik, tapi membosankan”, “cewe yang manis gak bosenin untuk dilihat”. Dengan definisi saya tentang cantik dan manis wajar komentar seperti ini muncul. Karena wanita cantik selalu indah, lama-lama bosen. Tetapi wanita manis kadang terlihat indah, kadang tidak. Seakan-akan punya banyak wajah, haha, jadi tidak membosankan. Jadi wanita yang merasa tidak cantik, latihan aja bikin senyum yang indah, biar jadi manis. Gimana kalo udah cantik, eh senyumnya juga indah sekali. Wow, ini mantap banget.

Terkadang saya juga suka menyebut seorang wanita itu imut. Biasanya ini karena wajahnya yang baby face, ato pipi yg chubby, yang bikin gemes dan pengen dicubit. Haha.

Ada juga wanita yang lucu. Kalau yang ini bukan dari penampilan fisiknya, tapi dari tingkahnya. Melihat tingkah lakunya, cara jalannya, spontanitasnya, dan lain sebagainya dapat membuat saya tersenyum, atau bahkan tertawa. Itulah wanita yang lucu.

Tapi yang terpenting dari segalanya adalah wanita yang menarik. Banyak wanita yang cantik, manis, imut, lucu, tapi jarang yang menarik. Tiap pria memiliki definisi yang berbeda soal wanita yang menarik. Itu tergantung selera dan sifat pria itu.

Beautiful girls, all over the world
I could be chasin but my time would be wasted
They got nothin on YOOOOOOOOOU, baby
Nothin on YOOOOOOOOOU, baby
— Bruno Mars —

I found you attractive, that’s why I pursue you.

— MARU —

A lesson about women #003 The Natural Order

Secara alami, naturalnya, pria yang mengejar wanita, dan wanita menunggu pria. Tampak ga adil, kenapa ga wanita yang mengejar pria? Dan biar pria aja yang nunggu dan tinggal pilih, toh penduduk wanita lebih banyak dari pria (masih ga sih?).

Dulu saya sering berpikir bagaimana proses terjadinya saling mencintai, atau saling suka dulu lah entengnya. Kondisi yang sering saya temui adalah, salah satu pasti menyukai lebih dulu. Mungkin sang wanita menyukai si pria, lalu si pria menyadari hal itu, melihat wanita itu menarik, dan memutuskan untuk mengejarnya. Atau mungkin si pria menyukai sang wanita, lalu mengejar sang wanita, dan akhirnya sang wanita takluk. Dan saya merasa rasa suka itu tidak murni, tidak datang dari diri sendiri, tapi karena pengaruh disukai oleh orang lain. Lalu saya mulai memikirkan (mendambakan juga mungkin :”>) kondisi ideal. Kondisi dimana rasa saling suka itu muncul dari diri sendiri. Lalu rasa itu semakin tumbuh, sampai mereka (akhirnya) berpasangan. Terlalu ideal, hehe. Terlalu TV, film, ato sinetron.

Kenyataan yang sering terjadi seperti ini:

Seorang wanita menyukai seorang pria, mengaguminya, berandai-andai bisa memiliki pria tersebut. Tetapi ternyata si pria tidak menyadari perasaan sang wanita. Beberapa (minim dan jarang sekali) memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya. Beruntung kalau si pria memberi respon positif, yang dapat berarti memang si pria memang memendam rasa suka, atau “boleh juga nih cewek”, tapi gimana klo si pria malah merasa takut, karena sang cewek agresif, gak lazim, unnatural, sehingga selain menolak sang cewek mentah-mentah tetapi juga menghindarinya. Akhirnya wanita-wanita yang tidak ingin menyalahi kodratnya terus diam, menunggu, berharap suatu saat pria tersebut datang kepadanya. Tetapi masa itu tidak kunjung tiba. Malahan muncul pria lain, mendekati sang wanita. Tetapi sang wanita menanggapinya dengan sinis, karena dia masih mengharap pria pujaannya.

Si pria yang merasa mendapat panggilan alam, the natural order (alah), bergerak sesuai kodratnya, mengejar sang wanita. Penolakan sinis dari sang wanita tidak membuatnya gentar. Dengan semangat 45 si pria terus maju. Tapi saat menyadari hati sang wanita telah tersangkut pada pria lain, si pria mulai merasa harapan itu menipis, dan ingin menyerah. Eits, jangan dulu. Harus diingat kalo wanita itu suka diperjuangkan. Si pria bangkit lagi, seperti memiliki nyawa baru. Memperjuangkannya kembali. Dan akhirnya sang wanita mulai luluh, dan menerima si pria. Perlahan-lahan sang wanita mulai belajar mencintai sang pria. Sampai akhirnya sang wanita lebih mencintai si pria (yang mencintai sang wanita) dibanding pria pujaannya. Lalu si pria meninggalkan wanita tersebut, ups, jangan.

Inilah salah satu rahasia wanita. Mereka dapat mencintai pria yang mencintainya, walaupun sebenarnya mereka memendam perasaan ke pria lain. Berbeda dengan pria, yang lebih merasa puas, bisa mendapatkan wanita yang mereka cintai, daripada memilih wanita yang mencintai mereka. Emmm, beribet ga ya jelasinnya. Ya pokoknya gitu lah. That’s the natural order. Lebih gampang mengikuti naturalnya saja, daripada mencoba berbuat unnatural. Walaupun saya gak bilang pasti gagal, tapi besikap unnatural itu gak gampang, banyak rintangannya.