Things that i regret most during my college year

There are two things that i regret most during my college year. First, someone that i hurt so much. If i could turn back time, i’d rather not to know her at all, spare us some heartbroken moment. And second is that i almost didn’t learn anything from my class. About 144 credits in 6 years, but i can’t recall my knowledge at all. I forgot everything that i learned a moment after i finish that class. I think this happened because i take credits not to pursue knowledge, but to survive in class. In only studied what need to be studied in order to pass the final exam.

People said that it’s not good to have regret in your life. It indicates that you did not satisfied with your life right now. They might true. But i personally think that having regret is important in life. It reminds you not to repeat the same mistake all over again. To do better in the future.

Advertisements

The Crossroad

The sun shone with a blistering heat, as if it wanted to burn anything on earth. Not even a cloud dare to oppose it, protecting those below. Yet a boy stood in the middle of a crossroad. In front of him lies many road of which the end could not be seen. As far as could be seen, every road looked the same.

“Eeny, meeny, miny, moe.” His finger pointed at one of the road.

Hesitantly, he began to swing his leg towards the road. But then stopped before he could reach the start of the road.

“Is it okay to pick the road like this? What if what I find at the end of the road is not what I expect to be? Is it better to pick the other road?” Many question racing his mind.

He turned his back, staring at the road from which he came. He was in the same situation a couple years ago. He wondered, what if he had not taken that road, will he ended up in the same place as he was now, how long will it take, is it faster, better, or worse.

He can’t go back. He had to choose one of the road in front of him.

Euforia sidang tugas akhir

Di saat teman-teman lain sudah bekerja, bahkan berpindah-pindah tempat kerja, saya baru menjalani sidang tugas akhir beberapa minggu yang lalu. Sungguh sangat terlambat, mendekati ambang batas masa studi. Mau tidak mau saya pasti keluar dari kampus ITB ini, entah itu lewat jalur Sabuga (wisuda) atau lewat jalur Annex (drop out). Sayang kalau harus drop out setelah menghabiskan 6 tahun di kampus ini. Jadi beberapa minggu yang lalu saya memaksakan diri untuk maju sidang.

Memaksakan, kata itu yang pantas menggambarkan kondisi saya maju sidang. Spesifikasi-spesifikasi tugas akhir saya kurangi agar lebih cepat selesai. Andai saya teruskan mengerjakan tugas akhir ini barang sebulan dua bulan, mungkin tugas akhir ini dapat saya selesaikan seperti yang saya bayangkan di awal pengerjaan. Untung saja bapak pembimbing memperbolehkan saya untuk maju sidang dengan tugas akhir yang cupu ini. Karena saya mengambil waktu sidang diluar jadwal yang ditentukan, saya harus mencari sendiri penguji-penguji sidangnya. Keuntungannya, saya dapat memilih dosen-dosen penguji yang terkenal baik untuk menguji.

Pada hari H sidang, persiapan ruangan sidang diwarnai dengan tidak bekerjanya proyektor. Saya panik, mandi keringat, mencoba mengganti laptop untuk presentasi, ternyata masih tidak bisa juga. Akhirnya masalah selesai dengan meminjam proyektor lain. Selain itu, ternyata salah satu penguji ada yang berhalangan hadir sehingga harus digantikan dengan dosen lain. Penguji baru tersebut cukup membuat saya kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Walaupun begitu, sidang berlangsung dengan cepat, 1 jam saja. Saat saya keluar ruangan, sementara penguji-penguji dan pembimbing merapatkan nilai sidang saya, teman-teman saya telah menunggu di luar. Teman-teman yang telah membantu pengerjaan tugas akhir ini. Kemudian saya dipanggil lagi ke dalam, dan diberitahu bahwa saya dinyatakan lulus sidang. Selain itu juga diberitahu poin-poin yang perlu direvisi. Untungnya hanya tata penulisan dokumen yang perlu direvisi.

Jika ditanya apakah saya senang akhirnya saya lulus sidang, saya akan menjawab ‘entah’. Mungkin karena ada sebagian dari diri saya yang belum rela untuk maju sidang, untuk lulus kuliah. Yang pasti saya merasa lega, karena sudah terlanjur maju sidang, dan dinyatakan lulus. Tidak ada mood untuk merayakan kelulusan sidang ini. It’s not an achievement that I’m proud of. Saya hanya ingin segera kembali ke rutinitas biasanya lagi.

graduation bearA gift from a friend

ingin sehat? gunakan tangga

Stiker tersebut terpasang di elevator di gedung elektro di kampus saya. Sebuah anjuran untuk menggunakan tangga daripada elevator agar lebih sehat. Secara arsitektur, bangunan ini memiliki 5 lantai, dari basement sampai ke lantai 4. Tangga pun terletak tepat di depan elevator ini, tidak seperti mall-mall yang lokasi eskalator dan elevatornya (biasanya) berjauhan. Elevator ini biasanya hanya mampu menampung 4-5 orang saja. Karenya minimnya kapasitas, sedangkan orang-orang yang ingin menggunakan elevator banyak, maka ada aturan tidak tertulis, seperti:

  1. Sebaiknya gunakan tangga jika hanya naik 1 lantai.
  2. Sebaiknya gunakan tangga untuk turun.

Jadi, seperti yang dianjurkan oleh stiker itu, gunakan tangga jika ingin sehat. Oh ya, ada hal menarik yang ingin saya bahas di sini. Tentang persepsi menerjemahkan anjuran ini. Saya melihat ada 3 kemungkinan orang menerjemahkan anjuran ini.

Pertama, versi orang biasa. Orang biasa akan mengikuti anjuran ini dengan cara menggunakan tangga dalam keadaan apapun, bahkan untuk naik dari basement sampai ke lantai 4. Kedua, versi orang teliti. Orang yang teliti akan melihat, bahwa pada gambar tersebut, orang itu sedang menuruni tangga, jadi orang yang teliti akan menggunakan tangga ketika turun saja. Ketiga, versi orang gila. Nah, untuk orang yang ini, dia akan melihat bahwa agar sehat, maka seseorang harus menggunakan tangga untuk naik, dan berjalan mundur. Haha.

first come first served

In the last few days, some of my friend have been asking me to accompany them watching Sadako 3D. I’ve never watch it before, so it will be my first time. But i don’t think it’s a movie that’s worth to be watched twice in a cinema, so i will have to choose only 1 invitation from them. The best companion, of course, would be my own girlfriend, unfortunately i don’t have one. So, it’s naturally to choose the one asking me first. It’s first come first served after all. I wonder if that rule still applies if i have a girlfriend, and she ask me in the last minute.

 

 

 

Pagelaran Seni Budaya ITB 2012

Long weekend kemarin ditutup dengan acara Pagelaran Seni Budaya (PSB) ITB. PSB ITB adalah agenda dwitahunan dari Keluarga Mahasiswa (KM) ITB. Ini adalah PSB ketiga saya semenjak ada di kampus ITB. Ada yang berbeda dari PSB tahun ini, lokasinya. PSB yang lalu-lalu selalu berlokasi di lapangan CC kampus ITB, tapi PSB kali ini diadakan di sepanjang jalan ganeca depan kampus ITB. Sepertinya akhir-akhir ini acara KM sering diadakan di jalan ganeca, mungkin agar lebih menarik perhatian pengunjung, dibanding di dalam kampus yang tidak terlihat.

Acara dibagi kedalam 3 sesi, sesi pagi, siang, dan malam. Sesi pagi dimulai dengan pawai budaya di Car Free Day jl dago. Sepertinya ini bagian dari publikasi juga untuk menarik perhatian pengunjung CFD. Setelah itu acara dilanjutkan dengan perform dari tiap unit budaya di panggung yang telah disiapkan di jl ganeca. Karena satu dan lain hal, saya baru bisa datang siang hari, pukul 11 siang, bertepatan dengan akan tampilnya UBALA (bandar lampung). Seharusnya UBALA tampil pukul 10.30 siang, tapi karena acara di pawai molor, mereka baru bisa tampil pukul 11 ini. Untungnya molor, jadi saya bisa menonton penampilan dari teman saya Luki yang menari untuk UBALA. Setelah penampilan UBALA, dilanjutkan dengan penampilan dari LOEDROEK ITB, tari remo. Ternyata ada adik kelas saya, veladito, di sini. Wah, bisa nari juga dia. Sesi pagi diakhiri dengan penampilan dari UKA (aceh). UKA menampilkan tari saman dan tari rapai geleng (googling namanya dulu, haha). Saya sudah sering melihat tari saman, tapi ternyata tari rapai geleng tidak kalah menarik juga. Ada kejadian yang kurang enak saat penampilan tari rapai geleng ini, karena molornya acara, penampilan UKA ini sempat terpotong dengan adzan duhur. Mau tidak mau mereka pause sejenak di posisi yang kurang enak, haha.

Sambil menunggu sesi siang saya kembali ke lab dulu untuk beristirahat (masih kurang tidur). Ternyata saya tertidur cukup lama juga. Untungnya ketika kembali ke panggung PSB, saya cuma ketinggalan penampilan dari MBWG saja. Sesi siang ini, yang paling saya tunggu adalah penampilan rampak kendang dari LSS (sunda), tapi ternyata kali ini LSS hanya menampilkan sebuah tarian (duh, entah apa namanya). Saya sedikit kecewa, tapi masih berharap di sesi malam LSS akan menampilkan rampak kendang nya. Sebelum saya pergi mencari makan, saya sempat menonton penampilan dari UKM (minang). UKM menampilkan tari payung dan tari piring. Saat tari piring, beberapa kali ada piring yang jatuh dan pecah, ew. Tapi walaupun kondisi panggung bertebaran pecahan piring, mereka masih bisa menari dengan baik. Hmm, gak takut kakinya kena pecahan piring. Lalu ternyata di akhir tarian, masing-masing dengan sengaja memecahkan 1 piring dari tangannya, hoho.

Saya kembali ke PSB pada pukul 7 kurang, tapi ternyata sesi siang masih belum selesai. Saya sempat menonton penampilan dari MGG (bali) sebagai penutup. Tarian bali juga bagus, sepertinya saya memang lebih suka tari-tarian dengan tempo yang cepat. Setelah adzan Isya’, sesi malam dimulai. Penampilan pertama adalah aksi teatrikal Batara Garuda dari TPB FSRD feat Rian SR’05. Yang menarik dari penampilan ini adalah, efek lampunya. Kalau biasanya panggung menggunakan lampu halogen warna-warni, maka di Batara Garuda ini efek lampunya dihasilkan menggunakan OHP yang disorotkan ke panggung. Di atas OHP diletakkan piring transparan, lalu di tuangkan campuran (sepertinya) minyak dan kecap, lalu campuran itu di aduk-aduk dengan jari untuk menghasilkan efek bayangan yang bergerak-gerak, kreatif juga.

Penampilan kedua sesi malam dilakukan oleh TESLA. Saya kira ini nama band, ternyata itu adalah nama orang, Tesla Manaf Effendi, musisi (untung googling dulu). Pada penampilannya ini TESLA yang memainkan gitar melodi berkolaborasi dengan seorang pemain gitar bass, pemain keyboard, pemain suling dari UKM (minang), 2 penabuh kendang dari LSS, dan penyanyi dari UKA. Waah, ternyata musiknya keren, bisa memadukan alat musik daerah dan alat musik modern, menghasilkan musik yang enak didengar. Sepertinya bisa jadi pilihan yang bagus untuk musik instrument. Btw, karya-karya TESLA yang lain dapat didengarkan di website ini. O iya, ternyata LSS menampilkan rampak kendangnya sebagai bagian dari kolaborasi dengan TESLA. Walaupun bukan fullteam rampak kendang, tapi tabuhan kendangnya cukup menghibur juga.

Ada 1 lagi yang baru dari PSB kali ini, adanya Putra-Putri Budaya (PPB) ITB. Ternyata tiap unit budaya menyumbangkan 1 pasang delegasinya untuk mengikuti kompetisi ini. Bahkan ada sesi tanya jawab ala Putri Indonesia begitu untuk finalisnya. Untuk pria, dimenangkan oleh perwakilan dari LSS, dan untuk wanita dimenangkan oleh perwakilan dari UBALA. Lucunya, saat nama pemenang wanita disebut, mbak yang satu ini masih bengong. Lalu setelah beberapa detik baru dia sadar kalau yang disebut namanya. Haha. Mukanya memang terlihat polos-polos gimana gitu.

Penampilan berikutnya adalah kolaborasi I dari LS, STEMA, ITBJazz, dan Infinity. Mereka menampilkan aksi teatrikal dari STEMA, yang diiringi dengan modern dance dari Infinity, musik dari ITBJazz, dan pembacaan sajak dari LS.

Penampilan berikutnya adalah kolaborasi II dari MGG (bali), LSS (sunda), dan PSTK (jawa). Menurut saya, penampilan paling keren di PSB 2012 adalah kolaborasi ini. Mereka menampilkan semacam drama-drama dagelan, dengan tokoh-tokoh dari cerita rakyat masing-masing daerah. Diiringi dengan tari dan musik masing-masing daerah. Yang keren adalah, mereka bisa memadukan nada musik mereka yang berbeda, dan tetap terdengar bagus.

Hujan yang mulai turun tidak mengurangi jumlah penonton. Kolaborasi III adalah perpaduan budaya modern dan budaya tradisional lagi. Kali ini musik band dimainkan oleh Apres, yang mengiringi tarian adat UKSS (sulawesi selatan) dan UKIR (irian jaya). Ternyata tarian UKSS ini menarik juga, lucu, saya lupa namanya, tapi katanya, tarian ini dilakukan sebagai bentuk protes ke pemerintahan pada jaman dahulu. Tarian UKIR menarik juga bagi saya, mereka memiliki tempo dan gerakan yang enak.

Rangkaian acara PSB 2012 ini ditutup dengan kolaberaso besar 15 unit. Untuk melakukan kolaborasi ini, sepertinya  PSB dengan sengaja mendatangkan komposer. Sayangnya mereka hanya membawakan 1 lagu. Sampai berjumpa lagi (semoga ada kesempatan) 2 tahun kemudian PSB 2014.

Tari Saman PSB ITB 2012

Tari Piring PSB 2012

Batara Garuda (part 1) PSB ITB 2012

Batara Garuda (part 2) PSB ITB 2012

mengurangi waktu bermain facebook (demi TA)

Beberapa minggu yang lalu, demi kefokusan dalam mengerjakan TA, saya berjanji pada diri saya sendiri untuk berhenti bermain game, dsb. Tapi ternyata masih ada hal lain yang mengalihkan perhatian dari TA. Kebiasaan membuka facebook dan mengamati news feed, juga kebiasaan mengamati timeline twitter, menghabiskan banyak waktu. Seandainya tidak ber-social networking pastinya waktu didepan komputer dapat lebih efektif digunakan untuk mengerjakan TA. Something need to be done!

Ada banyak cara untuk mengurangi waktu bermain facebook & twitter ini, antara lain:

  • Menginstall add-on pada browser yang memblokir akses ke facebook & twitter. Blokir ini bisa bersifat permanen, atau hanya pada jam-jam tertentu, tergantung jenis add-on yang digunakan. Teman saya ada yang menggunakan add-on yang membatasinya mengakses facebook maksimal 30 menit dalam 1 hari. Tapi cara ini memiliki kelemahan, di browser chrome ada incognito window, di firefox pun ada yang serupa (saya gak tau namanya, bukan pengguna firefox). Dengan menggunakan incognito window, add-on tersebut menjadi tidak aktif dan kita dapat mengakses facebook & twitter lagi.
  • Men-deactivate facebook & twitter. Atau yang lebih kejam lagi men-delete akun facebook & twitter. Cara ini jelas tidak akan saya gunakan. Saya butuh akun facebook dan twitter saya tetap aktif agar teman-teman saya masih bisa memberi kabar atau menghubungi saya lewat facebook & twitter. Cara deactivate juga memiliki kelemahan. Kita masih bisa login ke facebook, lalu meng-activate lagi.
  • Mengganti password facebook & twitter ke dalam kombinasi yang random. Cara ini adalah cara yang saya gunakan. Saya mengganti password facebook & twitter menjadi (misal) “HoUDsdf&fds”, menuliskannya dalam secarik kertas, lalu meninggalkan kertas itu di rumah. Dengan begitu saya hanya dapat mengakses facebook & twitter selama di rumah. Cara ini lebih efektif karena jarangnya saya berada di rumah dan saya mengerjakan TA menggunakan PC yang ada di kampus. Walaupun begitu, cara ini juga masih memiliki kelemahan. Kelemahan itu muncul karena fitur dari facebook & twitter yang bernama “Forgot My Password”. Dengan fitur tersebut kita dapat mereset password facebook & twitter melalui email kita. Kalau begitu, ganti saja password email kita juga. Ini tidak bisa saya lakukan, karena email juga berisi informasi-informasi akademis. Kalau begitu (lagi), buat saja email baru, lalu pindahkan akun facebook & twitter ke email baru, ubah password email baru tersebut, dan tinggalkan di rumah juga. Urrgghhh, ribet.

Sebenarnya cara-cara di atas tidak perlu dilakukan jika kita dapat mengendalikan diri dari keinginan membuka facebook & twitter. But the temptation will always be there. Karena itu tindakan prevensi tetap harus dilakukan.