richeese firewing lvl 5, sensasi rasa pedas

Hari ini saya mencoba makan siang di Richeese yang terletak di Paris Van Java. Sengaja memilih tempat ini karena harganya lebih terjangkau dibanding tempat makan lain di PVJ (sekelas KFC lah). Salah satunya menunya adalah Firewing. Firewing ini daging ayam goreng biasa, yang membuat berbeda adalah bumbunya yang pedas. Bahkan rasa pedasnya tersedia dalam berbagai level, mulai level 0 (normal) sampai level 5 (super pedas).

Untuk kuliner hari ini saya mencari yang aman saja, ambil level 3 saja. Untungnya pilihan saya tepat, sekali gigit, rasa pedasnya sudah langsung naek ke kepala. Keringat pun mulai mengucur. Fiuh, masih ada 3 potong firewing lagi yang harus dihabiskan. Kata teman saya, firewing yang level 5 rasanya jauh lebih pedas, sepertinya kenaikan levelnya bukan linear, tapi exponensial, hahaha. Dia yang lebih tahan pedas daripada saya saja mengaku gak kuat. Katanya sekali gigit, kepala langsung sakit, dan telinga juga ikut sakit. Ga kebayang kalau saya pesen yang level 5, mungkin sudah pingsan saya sejak gigitan pertama.

Sayang karena tadi sibuk kepedesan jadi gak sempat ambil foto makanannya. Lain kali mungkin diupdate. Buat yang penasaran, monggo dicoba, kalo perlu cobain yang level 5 sekalian. Tapi jangan salahkan saya kalo nanti pulang ke rumah perut mules-mules. Silakan datang ke Richeese yang ada di PVJ atau di IP. Eh, kok jadi promosi. Haha.

Advertisements

Penampilan Standup Comedy Indo ke-4 di Bandung 30 Desember 2011

Tanggal 30 Desember 2011 nanti akan dilangsungkan penampilan Standup Comedy Indo yang ke-4 di Bandung. Penampilan pertama berlangsung di Bober Cafe jl Riau. Penampilan ke-2 di Bandung FoodFest jl Sumatra. Penampilan ke-3 di Saung Angklung Udjo di jl Padasuka. Kali ini penampilan yang ke-4 berlangsung di Saung Angklung Udjo lagi.

Pada penampilan di 2 tempat pertama acara ini gratis. Mungkin karena tempatnya cafe, jadi tidak mungkin untuk menarik uang masuk. Lalu sepertinya karena peminat membludak, akhirnya tempat berikutnya dipilih di Saung Angklung Udjo, yang berefek jadi ada tiket masuk. Penampilan ke-3 kemarin HTMnya Rp 25.000,- tapi penampilan ke-4 ini HTMnya naik menjadi Rp 30.000,- untuk tiket pre-sale dan RP 40.000,- untuk tiket On The Spot. Wah, jadi mahal juga.

Dari informasi di twitter @StandUpIndo_Bdg tiket pre-sale dapat dipesan dengan me-reply tweet mereka dengan format: nama, email, dan jumlah tiket yang dipesan. Awalnya saya ragu-ragu untuk melakukannya, karena saya merasa tidak nyaman untuk menyebutkan alamat email di tempat umum, takut spam. Tapi akhirnya saya reply tweet itu. Beberapa saat kemudian muncul email dari stand-up comedy indo bandung. Isi email tersebut menyebutkan harga yang harus saya bayar dan alamat rekening tujuan. Setelah itu saya diminta untuk me-reply email tersebut dengan melampirkan bukti transfer. Semua itu harus saya lakukan sebelum tanggal 20 desember pukul 00.00, kalau tidak maka saya dianggap batal memesan.

Muncullah dilemma lain. Bagaimana jika pengirim email tersebut palsu? Bisa saja ada bot yang melakukan scam (penipuan). Bagaimana saya bisa membuktikan validitas email ini? Saya coba cari nomor kontak yang bisa dihubungi, tapi di twitternya tidak ada, di tumblr-nya pun tidak ada. Sampai saat ini saya belum melakukan transfer. Sepertinya saya harus berkonsultasi dengan teman-teman yang sudah biasa membeli barang online dulu.

Ada yang sudah memesan pre-sale juga kah? Sukses kah?

Kawah Putih (untuk kesekian kalinya)

Pada 21 mei yang lalu lagi-lagi saya maen ke kawah putih untuk yang kesekian kalinya. Pertama kali ke kawah putih di tahun 2005 bersama teman-teman GO. Kedua kalinya bersama teman-teman ikasmariagitma (ikatan alumni sma negeri tiga malang). Ketiga kalinya bersama 2 orang sepupu saya dari palembang dan 1 orang dari bandung. Perjalanan keempat bersama teman SMA
saya yang jauh-jauh datang dari malang. Dan kali ini teman SMA saya juga yang sedang magang di cikarang dan mau menghabiskan weekend di bandung. Menariknya, semua perjalanan tersebut saya tempuh dengan motor saya sendiri, hoho.

Karena seringnya saya pergi ke kawah putih, saya jadi malas ikut kalau ada acara liburan ke kawah putih yang diadakan unit, ikatan alumni, dsb. Saya lebih semangat naek ke kawah putih kalau ada request dari teman saya yang dari luar kota untuk maen ke kawah putih. Karena mereka jarang bisa ke bandung, dan penasaran melihat kawah putih dengan mata kepala sendiri, maka saya sebagai tuan rumah bertanggung jawab untuk mengantar mereka ke kawah putih (wew, obligation). Perjalanan ke kawah putih kali ini pun karena teman saya penasaran kawah putih itu seperti apa.

Jam 09:30 saya jemput teman saya di terminal leuwipanjang. Sengaja saya suruh teman saya berangkat pagi-pagi dari cikarang agar jalanan bandung belum macet, dan kawah putih belum rame. Memasuki soreang kami istirahat dulu untuk sarapan pagi, lalu melanjutkan perjalanan ke kawah putih. Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam, kami sampai di pintu masuk kawah putih. Membayar tiket masuk sebesar Rp 35.000 untuk 2 orang dan 1 motor. Saya gak tau pastinya berapa tiket masuk per orang, dan per motor. Yang jelas tarif masuk mobil pasti lebih mahal dari motor. Untuk wisatawan yang ingin ke kawah putih, tetapi tidak memiliki kendaraan pribadi, perjalanan dapat dilakukan dari bandung. Di area leuwipanjang menaiki angkot Soreang-Bandung arah soreang (angkot warna hijau). Sampai di terminal Soreang, oper dengan angkot Soreang-Ciwidey arah Ciwidey (angkot warna …). Sampai di terminal Ciwidey dapat menaiki angkot yang berwarna kuning (ga tau nama jurusannya apa), tapi tanyakan dulu apa angkot tersebut sampai ke kawah putih atau tidak. Untuk wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi (naek angkot, atau bis pariwisata) di pintu masuk kawah putih disediakan mobil khusus untuk perjalanan dari pintu masuk ke area kawah.

Dari pintu masuk kami melanjutkan perjalanan ke area kawah. Jalan yang lebih sempit dibanding jalanan sebelumnya, lebih berkelok-kelok, dan lebih menanjak. Ada kekuatiran motor saya gak kuat di tanjakan curam tersebut, tapi rupanya gigi 1 motor saya masih kuat, hoho. Sampai di atas, motor saya parkir di area parkir motor. Helm saya titipkan karena kuatir hujan turun, nanti helmnya basah. Tarif parkir motor dan titip helm sebesar Rp 5000. Continue reading